Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

17 March 2014

Perubahan Struktur, Nilai, dan Norma Masyarakat Setelah Berdirinya Terminal Bus Giwangan Yogyakarta

Setelah dibangunnya terminal Giwangan, mulai tampak perubahan pada struktur, nilai, dan norma sosial yang ada pada masyarakat. Pelapisan masyarakat banyak didasarkan pada tingkat kekayaan seseorang dan tingkat pendidikan. Dan mobilitas sosial bersifat lebih terbuka dan tidak kaku. Masyarakat cenderung lebih mudah untuk berpindah dari satu strata ke strata yang lain. Dalam hal nilai dan norma sosial, masyarakat banyak  mengalami perubahan dibandingkan dengan sebelum dibangunnya terminal Giwangan. Nilai masyarakat yang memiliki sifat kekerabatan yang erat beralih menjadi lebih kendor dan individualis serta matrealistis. 
 
 Nilai-nilai keagamaan yang ada di dalam masyarakat pun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Masyarakat yang tadi cukup kuat memegang nilai agamanya menjadi cenderung melemah. Seperti tergambar pada banyaknya bermunculan tempat-tempat yang mengundang kemaksiatan yaitu penginapan dan tempat biliard. Adapun faktor yang menyebabkan perubahan di masyarakat Yogyakarta khususnya di sekitar teminal Giwangan itu sendiri antara lain:
1.        Faktor intern
Masyarakat di sekitar terminal Giwangan mengalami banyak perubahan disebabkan dari masyarakat terminal Giwangan itu sendiriyang menginginkan perubahan demi kesejahteraan hidup mereka.
2.        Faktor ekstern
Perubahan yang dialami oleh masyarakat di sekitar terminal Giwangan ialah sebagian besar disebabkan karena adanya pengaruh dari kontak kebudayaan masyarakat lain (luar). Terminal sebagai tempat pemberhentian, tentunya banyak di lewati dan disinggahi oleh banyak orang dari berbagai daerah dan pastinya membawa kebiasaan dan kebudayaan masing-masing yang secara tidak langsung merubah perilaku, nilai, norma masyarakat sekitar terminal.
Sedangakan proses perubahan yang dialami masyarakat terminal Giwangan relatif cukup singkat dan cepat. Karena pembangunan terminal itu sendiri hanya membutuhkan waktu 2 tahun, dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dan langsung dioperasikan sebagai terminal besar yang melayani penumpang antarkota, antarprovinsi maupun antarpulau. Dengan adanya terminal ini pula masyarakat dengan cepat mengalami mobilitas sosial.
Suatu pembangunan tentunya mempunyai dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif dari pembangunan terminal Giwangan antara lain sebagai berikut:
1.      Masyarakat sekitar Giwangan khususnya mendapatkan mata pencaharian baru, baik itu sebagai penjual oleh-oleh maupun penjual tiket.
2.      Dengan adanya mata pencaharian baru secara langsung akan mengurangi pengngguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
3.      Pemerintah Daerah mendapatkan pendapatan, yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan demi kepentingan bersama.
4.      Dengan adanya terminal mempermudah masyarakat karena banyak disediakan alternatif moda transportasi.
Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya terminal giwangan yaitu:
1.      Menimbulkan polusi baik itu polusi udara karena banyak kendaran-kendaraan besar yang berlalu lalang sehingga mempengaruhi kesehatan masyarakat.
2.      Timbulnya tindak kejahatan, terutama banyak dijumpai ketika menjelang hari raya. Banyak yang memanfatkan moment tersebut untuk melakukan tindak pencurian dan pembiusan.
C.    Pengaruh Pembangunan Terminal Giwangan terhadap masyarakat sekitar
Pembangunan terminal Giwangan di Yogyakarta tidak dapat dipungkiri pasti memberikan pengaruh bagi masyarakat, terutama masyarakat sekitar terminal. Pembangunan tersebut memberikan pengaruh di berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti sosial, ekonomi,  dan sebagainya. Pengaruh ini sendiri sebenarnya hampir sama dengan dampak yang ditimbulkan seperti yang sudah dijelaskan diatas, namun disini akan dipaparkan lebih jelas, dimana terminal giwangan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat diantaranya:
1.        Bidang sosial
a.    Menciptakan transportasi yang tertib dan nyaman.
b.    Mengurangi kemiskinan.
Dengan dibangunnya terminal Giwangan munculah lapangan kerja yang lebih luas untuk masyarakat.terlebih dengan dibangunnya fasilitas di dalam terminal berupakios-kios yang digunakan untuk berdagang. Hal inilah yang dimaksudkan terminal Giwangan mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar terminal. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pedagang asongan dan usaha-usaha seperti restaurant kecil yang menawarkan beragam masakan, dari nasi rames, gudeg, masakan padang, soto ayam, dan sebagainya. Banyaknya kios-kios berbagai makanan khas, seperti geplak, bakpia, yangko hingga intip. Yang paling sering dijumpai adalah adanya usaha penjualan tiket bus atau travel dan masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang ada di sekitar terminal Giwangan. Dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang ada maka pendapatan masyarakat pun meningkat. Pendapatan masyarakat yang meningkat tersebut akan membuat kesejahteraan masyarakat pun akan mengalami peningkatan. Sehingga tingkat kemiskinan masyarakat akan mengalami penurunan.
c.     Mengurangi jumlah pengangguran.
Terminal Giwangan memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar terutama dalam hal ekonomi. Pembangunan terminal Giwangan ini cukup membantu pemerintah daerah Yogyakarta dalam mengurangi tingkat pengangguran. Masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena semakin terbukanya lapangan pekerjaan.
d.    Memudahkan akses transportasi masyarakat.
Setelah adanya terminal giwangan masyarakat akan lebih mudah menemukan alat transportasi sesuai yang dibutuhkan. Sehingga akan memudahkan masyarakat untuk menjangkau tempat-tempat yang akan menjadi tujuannya.
e.     Memicu adanya tindak kriminalitas
Apabila kita mendengar kata terminal biasanya yang muncul dalam benak kita ada preman, copet, dan terkadang sopir-sopir bus “nakal”. Pusat-pusat keramaian seperti terminal merupakan salah satu tempat yang megundang mereka untuk melakukan tindak kriminalitas.
f.     Keberadaan terminal menimbulkan dampak terhadap lingkungan yaitu permasalahan    pencemaran udara bagi lingkungan disekitarnya khususnya dapat menggangu kenyamanan penumpang.
2.        Bidang ekonomi
Pembangunan terminal Giwangan memberikan pengaruh yang sangat besar  terutama di bidang ekonomi. Dengan adanya pembangunan terminal, masyarakat disekitar terminal mengalami perubahan yang cukup signifikan.
a.    Meningkatan pendapatan pemerintah daerah
Dengan pemberian otonomi kepada daerah Kabupaten dan Kota, maka memungkinkan daerah yang bersangkutan mengatur dan mengurus rumah tanggannya sendiri untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaran pemerintah dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan. Untuk dapat mengurus dan membiayai rumah tanggannya sendiri maka pemerintah daerah diberi kewenangan secara luas untuk menggali potensi daerah yang ada untuk dijadikan sebagai sumber keuangan daerah.
Salah satu sumber pendapatan yang dapat digali dan dikelola serta dimanfaatkan secara lebih intensif oleh masing-masing daerah adalah Pendapatan Asli Daerah. Semakin besar keuangan daerah maka akan semakin besar pula kemampuan daerah untuk dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat dan daerahnya.
Daerah Giwangan merupakan salah satu daerah dalam wilayah Yogyakarta  yang mempunyai prospek yang cukup baik dalam mengelola Retribusi terminal sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah. Mengingat adanya terminal Giwangan yang merupakan terminal terbesar di Indonesia. Sebagai salah satu terminal terbesar di Indonesia, sudah pasti terminal Giwangan disinggahi banyak angkutan dan bis umum dari seluruh kota besar di Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Setiap bus yang akan memasuki area terminal Giwangan sendiri akan dikenai biaya sebesar Rp 2.000,- sehingga pendapatan dari terminal itupun cukup besar.
Hal inilah yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan retribusi terminal sebagai salah satu pendapatan daerah yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembangunan dan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah Giwangan, Yogyakarta.
b.    Pendapatan warga bertambah
Selain pendapatan pemerintah daerah yang bertambah, pendapatan warga juga mengalami peningkatan, karena sebagin besar warga berjualan, mengisi kios-kios yang ada.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Perubahan Struktur, Nilai, dan Norma Masyarakat Setelah Berdirinya Terminal Bus Giwangan Yogyakarta. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers