Pin It

20 January 2017

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 13:25

Para Sopir Truck ini Hoby Mancing

Pengemudi truck memang tidak seperti pengemudi bus yang jalan terus menerus dan hanya sekali saja istirahat makan dalam jarak tempuh ratusan kilometer antara Jawa Tengah - Jakarta. Pengemudi truck harus sering istirahat selain karena memang lelah juga untuk mendinginkan ban truck yang panas. Namun apa yang dilakukan oleh sopir truck di sela waku istirahat dalam perjalanannya tentu tidak semua orang tau. Mereka kebanyakan hanya memahami kalu sopir itu kalau ngaso mampir. Kebanyakan dari mereka juga beranggapan mampirnya ke tempat-tempat yang banyak ceweknya. Padahal banyak dari pengemudi truck yang mengisi waktu luang di sela istirahat dengan kegiatan positif untuk menyalurkan hoby seperti memancing dll. Kebetulan saat ini saya akan berbagi foto pengemudi truck tronton yang sedang mancing ikan di depan SPBU Pandawa Group di desa Ciberes, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat.


Siang itu pak Agus Bogor enggak dapat ikan, tapi malah dapat bulus, yakni sejenis kura-kura. Dan akhirnya bulus itu dibeli rekannya sesama pengemudi truck tronton seharga Rp. 50.000. Menurut pak Agus, sebelum saya datang dia sudah dapat seekor biawak dan dibeli seseorang seharga Rp 150.000. Biawaknya juga dapatnya ditempat yang sama, yakni sungai kecil depan SPBU Pandawa Group.


Selain yang sudah saya tulis diatas, masih ada juga pengemudi truck tronton yang hoby mancing, yakni pakdhe Joko Londo. Saat saya iku pakdhe Joko di Wonosobo, pakdhe Joko juga membeli perlengkapan pancing di sebuah toko dikawasan Sapen, Wonosobo.


Namun pakdhe Joko justru mancingnya bukan di Wonosobo, namun di Laguna Lebupurwo di Mirit, Kebumen. Seharian pakdhe Joko mancing di pantai Lembupurwo. Saai itu memang libur karena gak ada DO.


Laguna Lembupurwo memang tempatnya bagus dan cocok untuk mancing. Sayang saat bitu hanya dapat ikan kathing saja. Oh, ya Pantai Lembupurwo, adalah salah satu pantai di Kebumen yang layak dikunjungi. Pantai Lembupurwo terletak di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai ini berjarak 30 Km kearah tenggara Kota Kebumen, sekitar 1 Km dari jalan raya alternatif Kebumen atau jalan Daendels.


Pantai Lembupurwo, Mirit Kebumen

Pantai Lembupurwo memiliki sebuah Laguna, yakni telaga payau di dekat pantai yang dipisahkan oleh hutan cemara udang. Laguna yang juga merupakan muara Sungai Wawar ini ditumbuhi pohon bakau dan pohon cemara yang rimbun serta hijau. Selain itu, Pantai Lembupurwo juga memiliki fenomena unik lainnya, yakni berupa Gumuk Pasir yang masih aktif. Gumuk Pasir di pantai ini memiliki ketinggian yang jauh berbeda dengan pantai lainnya di Kebumen.

Jika bisa dikelola dengan baik, gumuk pasir ini bisa dimanfaatkan sebagai wisata selancar pasir atau sandboarding. Dari atas gumuk pasir ini pula disediakan wahana flying fox dengan menyeberangi laguna menuju hutan cemara udang dan pantai. Pengunjung juga bisa menyeberang melalui jembatan bambu, sembari melihat tanaman mangrove yang subur di sepanjang laguna. Tampak juga ikan kecil yang berenang ke sana kemari.


Untuk menikmati telaga, pengunjung bisa menyewa perahu genjot maupun perahu nelayan untuk mengelilingi telaga air payau tersebut. Pantai ini juga dijadikan konservasi penyu dikarenakan garis Pantai Lembupurwo merupakan lokasi langganan bertelur penyu tiap tahunnya.



Sedangkan hutan cemara udang di sepanjang pantai ini memberikan keteduhan bagi pengunjung setelah berpanas-panasan di bibir pantai. Warung-warung makanan pun ada di bawah pohon cemara, sehingga suasana sejuk dan dingin akan menemani waktu istirahat pengunjung. Kuliner yang patut dicoba saat mengunjungi pantai ini adalah Sate Ambal, Es Kuwut, ataupun Dawet Ireng.

Bagi traveler yang berkunjung pada tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri, maka pengunjung akan bisa melihat tradisi warga setempat yang bernama Grebeg Rowo. Dalam tradisi itu, warga sejumlah desa di Kecamatan Mirit dan sekitarnya berbondong-bondong menuju Pantai Lembupurwo yang berada tak jauh dari rumah mereka.
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers