Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

22 March 2014

Membaca Gaya Berkendara dari Warna Busi

Dalam pemakaian sehari-hari, warna busi bisa berubah warna hitam, merah bata, kecoklatan, dan putih kekuningan. Terlepas dari faktor setingan motor, warna-warna tersebut bisa digunakan sebagai indikator gaya berkendara dari pemilik. Hal ini karena tiap warna yang terjadi pada busi terjadi akibat perlakuan yang berbeda pula.

Busi Warna Hitam
Diindikasikan pengendara memiliki gaya berkendara stop and go, serta suka bermain rpm atau bermain setengah kopling. Pemicu lainnya, pemilik malas mengoper perseneling, sehingga dominan membuka hand grip lebih lebar.
Dampak negatifnya ruang bakar jadi semakin mudah ditumpuki kerak dan konsumsi BBM jadi boros. Untuk mengatasinya, bisa dengan mulai dengan tertib dalam pemakaian gigi perseneling. Selain itu juga, mulai biasakan tidak bermain setengah kopling sembari geber rpm tinggi.

Busi Berwarna Merah Bata
Pengendara yang tertib dalam pemakaian persenling, begitu juga cara membuka hand grip. Kondisi seperti ini, konsumsi bahan bakar jadi lebih irit, naiknya rpm lebih teratur dan kondisi ruang bakar lebih bersih. Disisi lain suhu mesin mampu dijaga dibatas normal, sehingga warna merah bata ini diklaim sebagai warna ideal busi, karena dari efek pembakaran serta perlakuan motor dibawakan dengan cara yang benar.

Busi Berwarna Putih
Diindikasikan kalau pengendara sering gas pol di trek panjang dalam waktu lama di siang hari. Sisi negatifnya mesin cepat panas dan oli mesin cepat hitam.

Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Membaca Gaya Berkendara dari Warna Busi. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers