Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

22 March 2014

Mengemudi Itu Harus Defensive Bukan Agresif

Kejadian kecelakaan lalu lintas masih tinggi, dan kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab angka kematian tinggi. Menurut data Polri pada tahun 2013 ada sekitar 100.000 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal 26.410, dan korban dengan luka berat sebanyak 28.430.

Semua orang sebenarnya sudah tahu mengenai aturan lalu lintas, tetapi angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas tetap saja tinggi. Pengemudi terkadang tidak mau mengalah dan tidak bersabar, demi keselamatan bersama. 

Faktor lain yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas antara lain, kecepatan yang tinggi, faktor kelelahan, penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol, dan juga kurangnya konsentrasi saat mengemudi. Jika semua orang sudah mengetahui aturan berkendara dan juga lalu lintas, mengapa masih banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi? Menurut Prof. DR. Sarlito W. Sarwono, kecelakaan lalu lintas masih sering terjadi dikarenakan pemikiran masyarakat yang masih teledor. Ia pun menyarankan agar masyarakat melakukan "Defensive Driving". "Mengemudi itu harus defensive bukan agresif, jangan main salip dan serobot saja. Kalau di luar negeri, defensive driving itu mengemudi untuk menyelamatkan nyawa, waktu, dan biaya. Terlepas dari kondisi sekitar dan perilaku orang lain," kata guru besar psikolog tersebut.



Salah satu teknik defensive driving untuk menghadapi pengendara yang ugal-ugalan adalah dengan menghindarinya dan menjaga jarak sejauh mungkin antara Anda dan pengendara tersebut. Karena biasanya pengendara yang ugal-ugalan, terutama karena ingin menyusul, bukannya menjaga jarak malah cenderung rapat, agar tidak diisi dengan orang lain.

Teknik lainnya yaitu teknik 3 detik. Di mana selama 3 detik Anda harus bisa menghindar dan lolos terhadap apapun yang ada di depan Anda.

"Tiga kemampuan penting yang harus diperhatikan untuk defensive driving, yang pertama adalah fokus, banyak pengendara yang tidak fokus karena teralihkan dengan gadget. Kedua adalah tetap siaga, dan ketiga waspada dengan pengendara lain," kata Dr Sarlito.

Terakhir ia menyarankan kepada masyarakat agar memikirkan keselamatan, dengan selalu menyimak situasi. Jangan mengandalkan pengendara lain, dan selalu menyiapkan segala jalan keluar.

Sumber: DetikOto
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Mengemudi Itu Harus Defensive Bukan Agresif. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers