Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

16 August 2016

Penampakan Macan Tutul Jawa Terekam Kamera Di Taman Nasional Gunung Halimun Dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Masih membahas hewan langka yang di lindungi, yakni macan tutul Jawa. Macan tutul (Panthera Pardus) adalah salah satu dari empat kucing besar. Hewan ini dikenal juga dengan sebutan harimau dahan karena kemampuannya memanjat. Pada mulanya, orang berpikiran bahwa macan tutul adalah hibrida dari singa dan harimau, sehingga muncul nama "leopard" di kalangan peneliti Eropa awal. Macan tutul jawa adalah fauna termasuk hewan yang terancam punah di Indonesia.

Sebagian besar populasi macan tutul dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meski di semua taman nasional di Jawa dilaporkan pernah ditemukan hewan itu, mulai dari Ujung Kulon hingga Baluran. Dibawah ini macan tutul jawa yang terekam oleh kamera jebakan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat pada 1 November 2012.


Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan, penangkapan liar, serta daerah dan populasi di mana hewan ini ditemukan sangat terbatas, macan tutul jawa dievaluasikan sebagai Kritis sejak 2007 di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix I. Satwa ini dilindungi di Indonesia, yang tercantum di dalam UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999.

Satu lagi macan tutul jawa (Panthera pardus melas) tertangkap kamera jebak (trap), yang dipasang di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), 6 Juni-28 Juli 2016 lalu. Lokasinya di wilayah Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Coban Trisula, mulai kaki gunung Kukusan hingga mendekati puncaknya. Sebelumnya macan tutul jawa ini juga pernah terekam oleh tim dari Universitas Mulawarman.


Mengutip situs http://www.Mongabay.co.id macan tutul jawa berusia remaja itu tertangkap kamera 1 dan 5, dari 8 kamera yang dipasang oleh petugas. Kepala Resort Cuban Trisula, Agung Siswoyo mengatakan, pemasangan kamera jebak dilakukan pada wilayah yang sering dilaporkan adanya tanda-tanda dan penampakan macan tutul jawa.

“Informasi dari masyarakat dan petugas lapangan menyebutkan, di jalan itu ditemukan kotoran, dan bekas cakaran. Kita pasang delapan kamera, dan dapat gambar maupun video macan tutul itu.”

Agung yang juga Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TNBTS, menegaskan dari pengamatan dan identifikasi gambar yang terekam, dipastikan hanya satu macan tutul jawa yang melintasi wilayah itu.

“Dari ciri-ciri fisik berupa tutul-tutul berwarna hitam dan kuning, kemudian dari perilaku saat mengeluarkan urine ke pohon seperti menandai teritorinya, kami menduga ini jantan,” ujar Agung.

Kegiatan monitoring macan tutul jawa sebenarnya telah dilakukan beberapa tahun lalu, termasuk pemasangan kamera di Ranu Tompe meski belum memperoleh hasil atau gambar yang diharapkan.


Pemasangan kamera Juli 2016 di dua lokasi, selain Resort PTN Coban Trisula yang terletak di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, juga di Resort PTN Taman Satriyan yang terletak di Desa Taman Satriyan, kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang wilayah selatan.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Penampakan Macan Tutul Jawa Terekam Kamera Di Taman Nasional Gunung Halimun Dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers