Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

20 August 2016

Berkat Swadesa Warga Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul Bisa Jualan Online Meski Buta Internet

Anda pernah berkunjung ke Kampung Cabeyan, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta? Kalau belum cobalah sekali-kali berkunjung ke desa yang dipimpin oleh kepala desa yang menyabet gelar Kepala Desa Terbaik se-Indonesia 2015. Ada apa di desa Panggungharjo? Di desa tersebut ada SwaDesa. Apa itu SwaDesa?


SwaDesa adalah toko unik dan menjadi jembatan bagi warga desa dan UKM agar bisa berjualan online meski mereka buta internet. SwaDesa ini bertempat di Komplek SPBU Jl Parangtritis KM 4,5.

SwaDesa Membagi diri menjadi dua ruangan seluas 70 meter, ruangan pertama berisi rupa-rupa makanan ringan dan sebuah tren baru: Kafe Rempah. Misinya tidak main-main, Swadesa Panggungharjo ingin membangun isu pentingnya hidup sehat dengan mengkonsumsi minuman menyegarkan. Aneka minuman seperti beras kencur, jahe, jahe campur sereh dan wedang uwuh, ramuan beragam bahan rempah alami khas Jogja, ada di sini.

Ruangan kedua disebut Galeri Produk Panggungharjo. Isinya aneka rupa barang kerajinan mulai dari dompet kulit hingga lukisan, dari kalung hingga patung ‘nenek-nenek susuran’. Inilah pula ruangan yang menyajikan produk unggulan Panggungharjo yakni lurik dengan beragam corak memesona. Sekedar informasi, Panggungharjo adalah Desa Terbaik se-Indonesia tahun 2015 lalu dan kondang sebagai Kampung Dolanan karenanya beragam mainan anak tradisional juga tersedia di toko ini.

Sejarah SwaDesa

Tanggal 1 Juli 2016 lalu toko ini resmi berdiri dan diberi nama Swadesa. PT Usaha Desa Sejahtera, pemilik www.usahadesa.com yang meluncurkan produk bernama Swadesa ini. SwaDesa di dirikan ole Ari Adji HS, beliau adalah salah satu punggawa perusahaan internet yang berkantor pusat di Jogja. Gagasan itu untuk melengkapi www.usahadesa.com yang memang fokus menjual produk lokal Indonesia. Jadi sebelumnya memang sudah memiliki E-Commerce, kemudian berpikir bagaiman agar semua orang bisa jual beli di internet sekaligus offline, maka lahirlah Swadesa. Swadesa berdiri berkat kerjasama antara BUMDesa Panggungharjo dengan Usaha Desa dan pemilik SPBU.

Sebagaimana kita ketahui bersama, sebagian besar warga Cabeyan hidup dari membuat aneka ragam handycraft. Umumnya mereka hanya mengerjakan order untuk membuat aneka produk dari orang lalu dibayar setelah pesanannya jadi. Nah berkat SwaDesa mereka bisa selalu membuat produk dan memasarkan secara online meski mereka semua buta internet.

Sistem Pemasaran SwaDesa

syarat produknya dipajang di Galeri Produk Swadesa Panggungharjo, para perajin harus menjawab beberapa pertanyaan mengenai kapasitas produksi dan spesifikasi produk lalu karyanya sudah muncul di toko online.

Berkat SwaDesa, ada puluhan produsen yang kini bisa menjual produknya melalui internet tanpa perlu pusing dengan internet. Soalnya, sebagian besar prosesnya ditangani oleh para pengelola Swadesa yang stand by di toko ini setiap hari.

Agar produknya bisa dijual di internet, warga desa tinggal datang dan menyerahkan sampel produknya untuk dikurasi para pengelola toko. Jika memenuhi syarat, produk akan segera menyapa para pengguna usahadesa.com di seluruh penjuru dunia dan siap dikirim begitu pengguna klik membelinya.

Keunggulan utama Swadesa adalah bekerja pada dua jalur sekaligus yakni melalui toko offline sekaligus online. Sehingga pasarnya jauh lebih luas, hampir tidak terbatas. Jadi, dari manapun orang bisa membeli produk Swadesa Panggungharjo, karena produk-produknya terpampang sangat detail di www.usahadesa.com
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Berkat Swadesa Warga Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul Bisa Jualan Online Meski Buta Internet. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers