Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

07 August 2016

Belajar Pada Tommy Manoch, Sang Juara GP Indonesia 1963

Mari kita belajar banyak soal passion dari Tommy Manoch, mantan pebalap Indonesia yang mashyur di era 60-an. Tommy Manoch salah satu tokoh balap di Indonesia yang mewarisi semangat pantang menyerah dalam berusaha khususnya ketika balapan dan menghargai orang lain tanpa rasa sombong seperti tulisan di tangki motornya, Ulah Adigung atau Jangan Sombong.


Tommy Manoch lahir di Bandung, pada 3 Maret 1948 dan mulai mengenal dunia balap lewat sepeda. Sejak umur 8 tahun. Beliau sudah mengikuti balap sepeda sampai mengikuti tur Jawa-Bali.


Pada umur 14 tahun beliau berpindah hati kepada sepeda motor dan banyak mengikuti balap mulai dari Bandung, Jakarta dan Surabaya. Motor yang dipakai mulai dari Suzuki, CB92, CB 72, BSA Goldstar, dan Kawasaki.

Berikut adalah spesifikasi motor Honda CB 72 Ulah Adigung yang dipakai oleh Tommy Manoch pada Grand Prix 1963:

Kelas: standard, sport bike
Mesin: Wet Sump, 180 Degree Crank
Rasio Kompresi: 10 : 1
Power: 24 HP, 9000 rpm
Frame: Single loop, Tubular
Suspensi: Telescopic fork
Rem: 8 Inch Double Leading Shoe
Ban: 2.75 & 3.00 Inch
Velg: 18 Inch
Berat: 153 Kg

Motor Honda CB 72 Superhawk “Ulah Adigung” adalah sebuah motor replika dari motor balap yang pernah dipakai oleh Tommy, saat menjuarai ajang Grand Prix tahun 1963 di Sirkuit Tjurug. Tommy sendiri merupakan tokoh balap legenda di Indonesia.


Dulu orang tua om Tomy membeli Honda CB72 tersebut di Indonesia yang banyak diimpor oleh beberapa institusi, bukan dealer. Setelah itu sang mekanik, Bibin dan Tony memesan langsung komponen kompetisi CYB dari Jepang. Sementara untuk cam dan beberapa komponen lainnya dibuat di Australia.

Beliau juga sempat beli BMW R50, R60 dan R25. Namun yang boleh saya gunakan hanya BMW R50 dan R60. Sementara R25 jadi motor kesayangannya, yang hanya boleh dipakai oleh beliau saja.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Belajar Pada Tommy Manoch, Sang Juara GP Indonesia 1963. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers