Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

14 August 2016

Harga Mobil LCGC Makin Mahal, Masihkah Disebut Low Cost Lagi?

Kita semua tentu masih ingat mobil Low Cost Green Car (LCGC) pertama kali digulirkan sejak 2013 untuk membantu penjualan mobil di Indonesia. Beragam peraturan dibuat oleh pemerintah agar mobil ini tetap layak, ramah lingkungan, dan terjangkau masyarakat. Dan apabila kita membahas keterjangkuan, saat ini harga mobil LCGC perlahan mulai naik. Bahkan, untuk beberapa model LCGC sudah menembus angka jual Rp100 juta. Sebut saja Karimun Wagon R yang dibanderol mulai dari Rp102,5 juta hingga Rp132,5 juta, atau Toyota Agya yang dibanderol mulai Rp114,5 juta hingga Rp137,1 juta.


Padahal pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sudah menetapkan harga maksimal yakni Rp95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek (APM). Peraturan tersebut tertulis di Peraturan Menteri Perindustrian (Permenper) Republik Indonesia No33/M-IND/PER/7/2013 Pasal 2 Ayat 1(e).

Dan sebentar lagi Toyota akan menghadirkan LCGC 7-seater Calya yang diprediksi akan mulai dibanderol dari Rp129,5 juta hingga Rp149,5 juta. Angka ini tentu saja jauh di atas harga maksimal yang sudah diketok oleh pemerintah.

Sebenernya bila melihat kondisi dan situasi seperti ini, harga mobil masih dalam batas wajar. Bisa saja harga mobil yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi ekonomi di Indonesia.

Mau tidak mau karena inflasi naik, jadi apa boleh buat? Iya kan? Walaupun komponen lokal, tapi masih ada kandungan impornya. Harganya juga masih dikontrol pemerintah, tidak bisa sembarangan menaikan harga mobil.

Kalau kita pelajari lebih lanjut Permenper tersebut juga memuat penyesuaian harga yang tertuang di pasal 2 Ayat 5(a) yakni "Terjadi perubahan-perubahan pada kondisi pasar/indikator ekonomi yang dicerminkan dengan besaran inflasi, kurs nilai tukar rupiah, dan/atau harga bahan baku." Nah itulah kenapa harga mobil LGCC semakin tinggi saja.

Kalau kita telusuri brosur harga mobil, tercatat hanya ada dua mobil LCGC yang masih bertahan di bawah Rp100 juta, yakni Ayla tipe D transmisi Manual di angka Rp88,05 juta dan Datsun GO+ Panca seharga 94,6 juta.

Namun bila kita melihat semua brosur harga mobil, harga mobil LCGC masih menjadi yang termurah karena mobil lain juga naik harganya. Ada tidak mobil yang lebih murah dari harga mobil LCGC? yang harganya di bawah Rp100 juta sedikit karena faktor inflasi dan lain-lain? Tidak ada kan?

Mobil LCGC kini menjadi salah satu mobil primadona di Indonesia. Tercatat di paruh pertama 2016, mobil LCGC sudah terjual 89.952 unit atau 16,9 persen total pasar. Tentu saja persentase ini bisa saja menguat di akhir 2016 lantaran ada beberapa produk LCGC yang akan diluncurkan.

Namun jika melihat harganya, apakah mobil LCGC masih menjadi mobil yang terjangkau? Dan masihkah disebut Low Cost lagi?
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Harga Mobil LCGC Makin Mahal, Masihkah Disebut Low Cost Lagi?. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers