Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

09 September 2016

Pesugihan Kandang Bubrah Dalam Film Bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho

Kali ini saya akan sedikit mengulas film bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho. Setan Jawa merupakan film bisu hitam putih pertama karya Garin Nugroho yang akan diiringi dengan orkestra musik gamelan secara live yang dibuat oleh Rahayu Supanggah. Garin Nugroho adalah sutradara yang memiliki ciri khas dalan setiap karyanya. Yakni berusaha memadukan drama musikal yang dipadu dengan budaya.


Film Bisu mengisahkan tentang kisah cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke 20-an, di mana era kolonialisme sedang menguasai tanah Jawa. Awal abad ke-20 adalah era pengembangan industrial disertai pengembangan infrastruktur bertumbuhnya gerakan nasionalisme dan juga identitas manusia Jawa yang terepresentasikan pada kehidupan sehari-hari, seni, bahasa dan juga mistik. Pada era ini, mistik Jawa tumbuh seiring tumbuhnya theosofi, sebuah gerakan religiusitas berbasis harmoni beragam perspektif kepercayaan. Dalam konteks ini, jalan pesugihan menjadi populer untuk meraih masa depan lebih baik.

Pesugihan Kandang Bubrah Dalam Film bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho

Kisah film bisu ini dimulai ketika seorang anak kecil Jawa yang dihukum oleh aparat kolonial Hindia Belanda karena mencuri uang di rumah orang kaya. Akibat dari perbuatannya itu, dia dimasukkan ke dalam penjara. Namun di dalam penjara, si anak kecil Jawa tersebut membuat ulah, dia membunuh serdadu hingga dirinya mendapat hukuman kejam. Anak kecil itu kemudian mati dan akhirnya menjadi setan pesugihan di sebuah candi.

Pada awal pementasan, film bisu ini dibuka dengan iringan orkestra gamelan serta tembang-tembang Jawa. Alunan musik itu membuat film ini menjadi hidup meski tanpa suara.

Di bagian selanjutnya, film ini mengisahkan Setio yang diperankan oleh Heru Purwanto. Setio adalah pemuda desa miskin yang bertemu dengan Asih, diperankan oleh Asmara Abigail. Asih adalah anak seorang bangsawan kaya di sebuah pasar. Ketika itu tak sengaja kepala Asih terbentur oleh sebuah barang yang sedang dibawa oleh kuli panggul. Kemudian rambut Asih yang panjang terurai sehingga membuat tusuk kondenya terjatuh.

Setio melihat tusuk konde milik asih terjatuh di tanah. Dari situ Setio mulai terpikat dengan kecantikan Asih. Pertemuan awal itu membuat Setio jatuh hati dan ingin melamar Asih, namun ditolak mentah-mentah.

Penolakan keluarga Asih sangat kasar terhadap Setio. Ketika Setio ingin mengembalikan tusuk konde kepada ibu Asih, perlakuan yang diterima Setio justru membuat dia terluka. Sebab tusuk konde itu malah ditusukkan ke tangan Setio.

Sejak itulah Setio menaruh dendam dan berpikir bagaimana caranya agar bisa melamar Asih. Sebab saat itu, dia seorang pemuda miskin yang berbeda jauh derajatnya dengan Asih yang merupakan darah bangsawan.

Dengan cara mendatangi pasar pesugihan, Setio ingin mengubah hidupnya menjadi kaya secara kilat. Dia pun memilih pesugihan kandang bubrah. Setio harus menjalani beberapa persyaratan dan ritual yang harus dilakukan bersama Setan Jawa. Salah satunya, membuat topeng dewa perusak atau Rojo Molo.

Topeng itu harus dipakai ketika Setio membetulkan rumahnya yang reot. Usaha awalnya berhasil, rumahnya menjadi megah berkat hasil pesugihan Setan Jawa. Dia kemudian bisa melamar Asih dan membawanya ke rumah megah.

Tetapi lambat laun rumah Megah yang dimiliki Setio rusak lantaran Setan Jawa tidak suka melihat Setio dan Asih melakukan hubungan intim suami istri. Setan Jawa pun menaruh hati kepada Asih.

Setan perusak pun selalu hadir dengan mendatangkan banyak kepiting untuk merusak rumah Setio. Asih pun mengetahui bahwa suaminya melakukan pesugihan. Lambat laun rumah megah milik Setio rusak digerogoti setan perusak. Tidak hanya itu, Setio pun mengalami sakit parah akibat pesugihan.

Tidak tega dengan suaminya yang menderita, Asih pun mencari setan Jawa di tempat pesugihan. Dia memohon agar suaminya tidak dijadikan tumbal pesugihan sebagai tiang rumah Jawa. Tetapi permintaan itu tidak dikabulkan dengan mudah.

Setan Jawa meminta tubuh Asih sebagai persembahan agar suaminya pulih seperti sedia kala. Permintaan itu dituruti oleh Asih. Setan Jawa kemudian mulai menggerayangi tubuh Asih, saat Setan Jawa dalam keadaan nafsu yang memuncak dengan cepat Asih mencabut tusuk kondenya lalu menancapkannya di wajah setan Jawa. Seketika Setan Jawa pun langsung terkapar. (Disarikan dari website www.setanjawamovie.com)
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Pesugihan Kandang Bubrah Dalam Film Bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers