Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

22 June 2017

Di Ternate Teori Evolusi Darwin Ditulis

Ternate menyimpan sejarah panjang teori evolusi Darwin. Di sinilah seorang ilmuwan menulis tentang teori evolusi. Ternate adalah sebuah kota yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pulau ini menyembul dari laut, dengan puncak mirip cone yang tertutup, ditutupi awan dengan diapit dataran rendah dan pantai yang menanjadi satu bandara, kota dan jalan yang mengelilingi pulau.

Teori Darwin

Pada saat itu ilmuwan yang berusia 35 tahun Alfred Russel Wallace tiba di Ternate pada Januari 1858, ia mengeksplorasi selama empat tahun kumpulan pulau-pulau yang ia sebut kumpulan pulau Melayu. Ia melakukan perjalanan beribu-ribu kilometer dengan kapal uap, kapal layar dan kapal tradisional, atau naik kuda, berjalan kaki. Ia dan asistennya mengumpulkan puluhan ribu spesimen, mulai dari orang utan, burung cendrawasih sampai kuskus. Belum lagi ribuan spesies serangga.

Wallace memilih rumah yang memiliki air bening dan dikelilingi pohon buah, lima menit dari pasar, di tempat yang kini dikenal dengan kota Ternate. Sumur tersebut mendapat catatan khusus oleh Wallace dalam suratnya kepada Charles Darwin (1858), dengan menyatakan, di tempat tinggalnya di Ternate, dia memiliki sumur berair bening yang memenuhi kebutuhan hidup.

Wallace sempat sakit saat pindah ke rumah dengan sumur berair bening, kemungkinan karena malaria. Keringat dingin serta kejang, Wallace terpaksa berbaring selama berjam-jam tanpa bisa berbuat apa-apa kecuali berpikir. Jauh dari rumah, kedinginan karena sakit, di tengah bayang gunung api, kemungkinan ia ketakutan. Pikiran Wallace beralih ke Thomas Malthus, intelektual yang berargumen bahwa alam membuat populasi manusia menurun karena penyakit, kelaparan, perang dan kecelakaan.

Ia juga menyadari bahwa logika yang sama juga terjadi pada binatang. Dalam perjalanannya ke berbagai tempat yang sekarang menjadi Indonesia, Wallace telah melihat berbagai makhluk. Ada katak terbang yang menunjukkan bagaimana jari binatang itu dapat beradaptasi untuk berenang dan melompat tinggi. Ada orang utan yang mungkin memiliki nenek moyang sendiri seperti simpanse dan gorila.

"Berpikir tentang kerusakan konstan, satu hal yang saya pertanyakan adalah mengapa sebagian hidup dan sebagian mati," tulis Wallace kemudian.

Dan jawabannya adalah secara keseluruhan yang terbaik yang akan hidup. "Seleksi alam". Wallance menyadari bahwa spesies berevolusi.

Terinspirasi dengan pemikiran ini, Wallace menunggu sampai demamnya reda dan ia menulis di kertas. Selama dua malam, ia mengerjakan teorinya dan mengirimkannya ke Charles Darwin, yang telah menjadi ilmuwan yang dihargai saat itu. Saat surat itu tiba di Inggris pada 18 Juni 1858, Darwin menjadi panik. Ia telah mengerjakan teori evolusinya sendiri dengan seleksi alami selama hampir 20 tahun dan sekitar satu tahun lagi menyelesaikannya. Penelitiannya akan menjadi sesuatu yang besar, buku tiga volume. Ia telah melakukan hal yang tepat dan bersama rekan-rekannya, ia mengajukan gagasan seleksi alam dalam dua minggu berikutnya.

"Semua orang mengatakan, wah ini sangat menarik, apakah Anda bisa terangkan tentang teori Anda? Kami tak sabar menunggu buku besar ini selesai," kata Wyhe.

"Buku itu menjadi On the Origin of Species. Bila Wallace tidak menginterupsi Darwin, dia mungkin akan terus menulis buku besar itu dan mungkin tidak ada seorang pun yang membaca." Darwin menerbitkan bukunya pada November 1859, mengguncang dunia agama dan menata dunia sains.

Dan Wallace? Ia melanjutkan perjalanannya. Pada 1899 ia menemukan terobosan dalam biogeografi, dan menemukan garis di perbatasan Asia Tenggara dan fauna Australia, Garis Wallace.

Pada 1862, ia kembali ke Inggris dan mengumpulkan setidaknya 125.600 spesimen, termasuk 83.000 spesimen kumbang. Pada 1862 ia menerbitkan memoar perjalanan yang seolah tak pernah selesai, The Malay Archipelago. Ia meninggal pada usia 90 tahun, dan menulis berbagai subjek mulai dari hak perempuan dan spiritualisme. Ia juga tidak pernah lupa mengungkapkan hormatnya kepada koleganya Darwin, yang memang pantas ia dapatkan.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Di Ternate Teori Evolusi Darwin Ditulis. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Makasih sudah menulis tntg Ternate! Sungguh sy trkejut pas tau ada yg nulis tntg kota kelahiran ortu sy. Btw, peniggalan rumah Wallace masih ada. Dan sekarang namanya sempat dijadikan nama jalan. (:

Terima Kasih

Followers