Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

24 May 2017

Sejarah Masjid Istiqlal, Dulu Benteng Prince Frederick Sekarang Masjid Istiqlal

Menjelang bulan puasa tahun ini, saya ingin berbagi cerita sejarah masjid Istiqlal. Jakarta, di era kolonial merupakan ibu kota Hindia Belanda dan saat itu masih bernama Batavia. Nah di Batavia ini terdapat Citadelweg atau sekarang bernama Jl Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat dan sinilah masjid Istiqlah berdiri. Nah, dulu di lokasi ini terdapat benteng bernama “Benteng (Citadel) Prins Frederik Hendrik”, yang oleh warga pribumi sering kali disebut sebagai “Gedung Tanah”, serta sebuah Monument “Waterloo” atau dikenal juga dengan nama “Atjeh Monument”. Sebuah monument yang dibangun untuk memperingati tewasnya para serdadu Belanda dalam perang diwilayah Nagroe Aceh Darussalam. Benteng Frederik Hendrik dibangun oleh 1834 oleh Gubernur Jenderal Van den Bosch. Kabarnya di benteng ini ada terowongan menuju Pasar Ikan. Bayangkan betapa panjangnya terowongan ini.

Masjid Istiqlal

Seiring perkembangan zaman, wilayah ini semakin tidak terawat. Hingga akhirnya atas permintaan Presiden Soekarno seluruh taman beserta bangunan yang terdapat di dalamnya ditata ulang. Dan areal bekas “Benteng Frederik Hendrik” didirikan Masjid Istiqlal oleh Bung Karno. Masjid Istiqlal pun menjadi salah satu 'ikon' umat Islam di Indonesia.

Masjid yang berjarak dua ratusan meter dari Istana Merdeka ini diresmikan Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Pembangunannya menghabiskan dana sebesar USD 12 juta dollar dana APBN saat itu tentu menyimpan banyak menyimpan fakta sejarah unik yakni:

Arsitek Masjid Istiqlal Non Muslim

Semenjak perencanaannya yang digagas Presiden Soekarno, Masjid Istiqal juga diniatkan sebagai simbol kebanggaan umat Islam. Uniknya perancang masjid yang terletak di Jl Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat ini adalah seorang penganut Kristen Protestan yang taat.

Sang arsitek masjid Istiqlah adalah Friedrich Silaban, yang telah memenangkan kompetisi desain nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Masjid Istiqlal pada 1955. Dewan juri yang dipimpin langsung Presiden Soekarno menyatakan rancangan FX Silaban mampu menerjemahkan gagasan Sang Proklamator melalui arsitektur sebuah masjid yang megah bernama Istiqlal. Saat berhasil memenangkan sayembara tersebut, Presiden Soekarno menyambut Friedrich dengan ucapan "By the grace of God".

Sebenernya dia ragu ikut sayembara, apakah dirinya yang penganut Kristen dimungkinkan untuk ikut serta. Di tengah rasa galau, dia menemui Uskup Bogor Monseigneur Geisse untuk meminta nasihat. Juga menemui beberapa kiai yang menjadi teman dekatnya.

Tahun Ide Pendirian Masjid Istiqlal

Meskipun Masjid Istiqlal pembangunannya baru dimulai pada 24 Agustus 1961 dan rampung 22 Februari 1978, ide pendirian masjid ini sudah dibicarakan sejak 1950 oleh Menteri Agama Republik Indonesia Serikat (RIS) KH Abdul Wahid Hasyim (ayahanda Presiden Abdurrahman Wahid).

"Pembicaraan itu melibatkan beberapa tokoh Islam, termasuk H Anwar Tjokroaminoto, putra HOS Tjokroaminoto," tulis Alwi Shahab dalam bukunya, Saudagar Baghdad dari Betawi.

Pada 1953, Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal baru melaporkan rencana pembangunan ke Istana Negara. Presiden Soekarno menyambut baik rencana tersebut bahkan menyatakan akan membantu sepenuhnya pembangunan Masjid Istiqlal.

Dulu Benteng Kini Masjid

Masjid Istiqlal berdiri di atas tanah yang sebelumnya berdiri kokoh sebuah benteng bernama Prins Frederick yang berada dalam area Wilhelmina Park. Taman Wilhelmina merupakan simbol yang mengabadikan pengangkatan Ratu Wilhelmina sebagai penguasa Kerajaan Belanda pada 1898. Di taman tersebut juga tedapat sebuah benteng atau citadel yang dibangun oleh Jan Pieterzoon Coen, pendiri Kota Batavia pada tahun 1619.

Benteng Prins Frederick yang dibangun pada tahun 1837 akhirnya dirobohkan untuk memulai pembangunan Masjid Istiqlal. Setelah penyerahan kedaulatan, nama Wilhelmina Park diganti menjadi Taman Widjaya Kusuma.

Presiden Sukarno justru menilai masjid Istiqlal sebagai simbol toleransi karena berdampingan dengan Katedral. Setelah 17 tahun sejak konstruksi pertama dilakukan pada 24 Agustus 1961, Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Sejarah Masjid Istiqlal, Dulu Benteng Prince Frederick Sekarang Masjid Istiqlal. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers