Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

08 December 2016

Pola Gempa Aceh 2016 Mirip Gempa Yogyakarta 2006

Gempa bumi bagi saya pribadi menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas dan dipelajari, maka saya masih akan menulis mengenai gempa di Pidie. Nah, yang menarik adalah gempa Aceh kali ini memiliki kemiripan dengan gempa Yogyakarta pada 2006 lalu. Kedua gempa sama-sama disebabkan aktivitas sesar yang bersifat mendatar. Gempa yang berpusat di 18 kilometer timur laut Pidie pada Rabu 7/12/2016 bermagnitudo M 6,5. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa kali ini terjadi dengan mekanisme sesar geser mendatar. Pusat gempa tergolong dangkal, hanya 15 kilometer, sehingga goncangan terasa kuat di permukaan. Goncangan kuat itu yang mengakibatkan kerusakan berarti.


Mengutip harian Kompas, pakar tektonik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, mengatakan, "Gempa ini sangat tidak terduga. Sampai sekarang kita masih mencari sesar apa yang menjadi penyebabnya". Menurutnya, dengan magnitudo M 6,5 dan berupa sesar geser, gempa ini bisa mengakibatkan pergeseran 75 cm di permukaan.
Doduga sesar Samalanga Sipopok yang diduga menyebabkan gempa.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menduga kuat gempa hari ini disebabkan oleh sesar Samalanga Sipopok. Sesar itu memanjang dari perairan Selat Malaka dan masuk ke daratan Aceh hingga mendekati Takengon. Walau banyak sumber gempa di Aceh telah dipetakan, namun sejarah gempa yang ditimbulkan oleh sesar Samalanga Sipopok hingga kini belum diketahui. "Kita belum punya referensi," kata Daryono.

Di luar ketidakpastian itu, gempa kali ini memberi gambaran bahwa Aceh pun bisa dilanda gempa dengan mekanisme sesar mendatar serta berpusat pada kedalaman yang dangkal. Daratan Aceh dilewati oleh patahan Sumatera yang terbagi menjadi beberapa segmen besar, yaitu Aceh, Simeuleum, dan Tripa. Segmen Tripa pernah memicu gempa berkekuatan M 7,3 pada tahun 1936, merusak kota Banda Aceh. Segmen Simeuleum pernah memicu gempa yang merusak pada tahun 1964 dengan kekuatan M 6,5.

Gempa Aceh 2016 Mirip Gempa Jogja 2006

"Magnitudo dan kedalaman hiposenter mirip gempa Yogyakarta tahun 2006," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Rabu (7/12), seperti diwartakan salah satu mediaonline. BMKG memastikan gempa dengan pusat 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh tersebut tak berpotensi tsunami.

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12), dengan kedalaman 10 kilometer. Sedangkan gempa di selatan Yogyakarta yang berdampak paling buruk di kawasan Bantul, 26 Mei 2006, ada di kedalaman 17,1 kilometer. Keduanya sama-sama tak berpotensi tsunami.

Pada 2006, gempa Yogyakarta terjadi karena aktivitas sesar atau patahan aktif, di mana itu pula yang menyebabkan gempa mengguncang Aceh pada Rabu 07122016.

Gempa Aceh ini memang ada kesamaan dengan gempa di Yogyakarta pada 27 Mei, 2006 lalu. Gempa sama-sama berkekuatan 6,4 skala richter dan pusat gempa berada di kedalaman 15 kilometer. Aktivitas gempa pun sama-sama disebabkan karena pergerakan sesar secara mendatar. Perbedaan kedua gempa hanya terletak pada waktu berlangsungnya goncangan. Gempa Aceh terjadi dalam waktu 15 detik sementara gempa di Yogyakarta terjadi selama 57 detik.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Pola Gempa Aceh 2016 Mirip Gempa Yogyakarta 2006. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers