Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

16 June 2016

Sejarah Ambulance Gajah Di Museum Mandala Wangsit Siliwangi Bandung

Tadi siang ada seorang rekan FB yang mengunggah sebuah foto mobil klasik warna putih di Grup Sejarah Transportasi. Wah saya langsung penasaran sama foto mobil tersebut. Yang saya tau sih iu sebuah ambulance yang menjadi koleksi Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Jalan Lembong 38 Bandung. Ya, Ambulance tersebut memiliki julukan Si Dukun atau Si Gajah, ambulan pabrikan Chevrolet Kasoseri General Motor Jakarta ini  beroperasi mulai 1947 hingga 1964 di Rumah Sakit Majalaya. Khusus dalam penumpasan DI/TII, Si Dukun biasa digunakan untuk mengangkut jenazah TNI yang gugur dan korban luka-luka.


Ambulance Gajah Saksi Bisu Tertangkapnya Kartosuwiryo

Di antara mobil-mobil ambulans yang hingga kini masih bisa “bernafas”, mungkin ambulans “si gadjah” atau "si dukun" yang paling legendaris. Ambulans yang pernah membawa pimpinan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo itu kini jadi bagian dari sarana “Museum Keliling”. Museum Keliling merupakan inisatif dari Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang berlokasi di Jalan Lembong No.38, Kota Bandung, berada di bawah naungan Pembinaan Mental Kodam (Bintaldam III) Siliwangi.

Ambulans unik ini kembali jadi sarana buat pembelajaran sejarah untuk publik dan memancing antusiasme pengunjung di event bertajuk Bandoeng Baheula, yang digelar di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung, pada 28-29 Maret 2015. Tapi dari mana asal-usul mobil ambulans dengan brand Chevrolet asal Amerika Serikat ini punya julukan “si gadjah” atau “si dukun”? Dijuluki si gadjah karena posturnya besar seperti gajah, kalau (julukan) si dukun, pada waktu itu prajurit Siliwangi eranya (menumpas) DI/TII, dirawat dan disembuhkan (di dalam ambulans), makanya dijuluki si dukun.

Gerakan DI/TII sempat menjadi momok menakutkan pada awal masa kemerdekaan RI. Kini, gerakan yang diproklamirkan Skarmadji Maridjan Kartosuwirjo (1949) sudah menjadi bagaian sejarah perjalanan Bangsa Indonesia.

Saksi bisu gerakan ini ada di Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Bandung, yakni sebuah ambulan yang dulunya pernah membawa pimpinan tertinggi DI/TII Kartosuwirjo pada 4 Juni 1962. Waktu itu, Peleton 2 Kompi C Yon 328 Siliwangi di bawah pimpinan Letda Suhanda, berhasil menyergap Kartosuwirjo di salah satu tempat persembunyiannya di Gunung Geber, Majalaya. Dalam penangkapan itu, Kartosuwirjo sedang sakit, dan dibawa pakai ambulance ini. Ambulan dari pabrikan Chevrolet Karoseri General Motor Jakarta itu sumbangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Ambulan ini menjadi salah satu benda paling bersejarah yang dikoleksi museum ini.


Sejarah ambulans ini digunakan Kodam III Siliwangi sejak 1957-1962, untuk menyelamatkan korban luka atau gugur ketika memberantas gerombolan DI/TII di berbagai wilayah Jawa Barat, seperti Cijapati, Cihanyir, Rancakole, Ibun, Paseh, Ciekek, dan Majalaya.

Setelah itu, ambulans tersebut dipakai Rumah Sakit Majalaya, hingga akhirnya dihibahkan ke Bintaldam III, tepat ketika berdirinya Museum Mandala Wangsit Siliwangi pada 1980. Si gadjah ada sejak berdirinya museum tahun 1980. Waktu itu kondisinya tidak layak jalan, tapi mesinnya masih orisinil.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Sejarah Ambulance Gajah Di Museum Mandala Wangsit Siliwangi Bandung. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers