Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

09 June 2016

Penjelasan Gempa Bumi Lombok 6.2 SR 09 Juni 2016 Menurut BMKG

Hari Kamis, tanggal 9 Juni 2016, pada pukul 11.13.06 WIB, wilayah Lombok, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,2 SR. Pusat gempa bumi ini terletak pada koordinat 11,42 lintang Selatan dan 116,18 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 305 kilometer arah selatan Kota Mataram, Lombok, pada kedalaman hiposenter 11 kilometer.


Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map), dampak gempa bumi ini menimbulkan guncagan pada skala intensitas di Mataram III-IV MMI (II SIG BMKG), Denpasar IV MMI (II SIG BMKG), di Karangkates II MMI (I SIG BMKG), di Bima I-II MMI (I SIG BMKG). Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempa bumi.

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi tektonik dengan hiposenter dangkal di luar zona subduksi (outer rise). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi memiliki mekanisme sesar turun (normal fault). Hasil analisis parameter sesar menunjukkan nilai Strike1=61, Dip1=49 Rake1=-122 dan Strike2=286, Dip2=50, Rake2=-57.
Gempa Bumi Sesar Turun

Jika kita memperhatikan letak episenter gempa bumi, tampak bahwa pusat gempa bumi yang terjadi berasosiasi dengan dinamika tektonik di zona outer rise yang mengalami tarikan pada Lempeng Indo-Australia di luar zona subduksi. Mengingat gaya yang bekerja berupa tarikan (tension) lempeng, sehingga relevan jika mekanisme sumber gempabumi yang terjadi merupakan penyesaran turun.

Patut disyukuri bahwa walaupun gempa bumi ini berpusat di laut dengan mekanisme sesar turun, tetapi gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena kekuatan dan kedalaman hiposenternya tidak mendukung terjadinya perubahan dasar laut secara signifikan untuk dapat memicu terjadinya tsunami.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam paska gempa bumi belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir selatan Sumbawa, Lombok, dan Bali dihimbau agar tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sumber: http://www.twitlonger.com/show/nmg5hl
Dr. Daryono, S.Si., M.Si.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter: @daryonobmkg
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Penjelasan Gempa Bumi Lombok 6.2 SR 09 Juni 2016 Menurut BMKG. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers