Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

11 January 2017

Fungsi Dan Sejarah Pos Ronda

Siapa tidak pernah melihat pos ronda? Saya yakin semua orang sudah pasti mengetahui pos ronda. Jaman dahulu pos ronda ini sering digunakan masyarakat untuk melakukan kegiatan pengamanan lingkungan atau siskamling. Namun tidak semua orang mengetahui sejarah tentang pos ronda. Sejarah pos ronda berawal dari pos-pos penjaga di jaman kolonial. Ketika itu pos jaga berfungsi sebagai perpanjangan dari menara-menara dari kekuasaan kolonial untuk mengekang gerak pribumi. Fungsinya lebih mirip pos pengawasan terhadap pribumi yang melewati daerah tertentu.


Sejak era kemerdekaan bekas pos-pos penjagaan Belanda diambil alih oleh pribumi. Pengambilalihan itu disertai dengan perubahan fungsi. Bila pada era sebelumnya penguasa kolonial yang mengawasi pribumi, maka sejak era kemerdekaan orang Belanda yang diawasi.

Gardu mengalami perubahan fungsi lagi di era presiden Soeharto. Gardu lagi-lagi menjadi perpanjangan tangan kekuasaan. Keberadaan gardu mengukuhkan bentuk militerisme dalam kemasan yang lebih sederhana dan terasa merakyat. Soeharto menerapkan model pertahanan semesta yang berfungsi sebagai pendukung legitimasi kekuasaaannya dengan dalih Sistem Keamanan Lingkungan (Sisklamling).

Fungsi Pos Ronda

Dilihat dari namanya saja semua orang pasti sudah mengetahui bahwa pos ronda itu berfungsi sebagai pos bagi warga yang melakukan aktivitas ronda malam untuk menjaga keamanan lingkungan. Namun dalam kenyataannya pos ronda tidak hanya berfungsi sebagai pos untuk para peronda saja.

Untuk fungsi yang satu ini jika di daerah perkotaan sudah jarang dilihat, namun di daerah pedesaan biasanya masih bisa kita lihat anak-anak banyak memanfaatkan pos ronda untuk bermain, misalnya bermain congklak, adu jangkrik, bola bekel, masak-masakan, bongkar pasang untuk anak-anak perempuan serta permainan lainnya, bahkan jika anak-anak bermain perang-perangan, pos ronda bisa dijadikan markas dan juga benteng pertahanan.

Selain sebagai pos tempat berkumpulnya warga yang melakukan kegiatan ronda, pos ronda juga bisa dijadikan sebagai tempat berkumpulnya warga untuk kegiatan yang lain, misalnya sebagai tempat bermusyawarah, tempat melakukan penyuluhan, tempat menaruh makanan dan minuman yang juga bisa digunakan langsung sebagai tempat makan ketika warga sedang melakukan kerja bakti serta berbagai macam kegiatan lain yang berhubungan dengan kemasyarakatan.

Pos ronda juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat oleh siapa saja yang kebetulan lewat disana dan ingin beristirahat, yang paling sering adalah para pedagang keliling, pemulung, pengamen dan pengemis pada siang hari, biasanya sih sambil beristirahat mereka juga memanfaatkannya untuk menghitung pendapatan hari itu. Jika pada malam hari yang suka beristirahat disana adalah para gelandangan, bukan hanya sekedar beristirahat, mereka malah sering menginap disana.

Selain sering digunakan sebagai tempat-tempat seperti yang saya sebutkan diatas dan lokasinya yang strategis, maka ini bisa dijadikan sebagai peluang untuk melakukan kegiatan promosi dan iklan, yang paling sering dilihat adalah tempelan poster serta pengumuman lainnya, apalagi jika sudah musim pemilu dan pilkada serta pemilihan lainnya, pasti di setiap sudut akan kita jumpai poster dan Pamflet para calon anggota dewan dan calon penguasa wilayah di daerah tersebut.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Fungsi Dan Sejarah Pos Ronda. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers