Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

02 May 2018

May Day, Buruh Dan Robot

Malam ini saya akan membahas mengenai hari buruh atau May Day yang jatuh pada tanggal 1 Mei. Kebetulan seorang anak kecil bertanya saat dia meyaksikan tayangan televisi: "om, para buruh demo itu nuntut apa lagi sih? Lihat sepeda motor mereka saja bagus-bagus, lebih bagus dari sepeda motor bapak saya". Saya jawab, mereka menuntut gaya hidup, masalah para buruh itu bukan kurangnya upah tapi kurangnya rasa syukur dan kecerdasan finansial. Kecerdasan finansial ini berkaitan dengan masalah gaya hidup, masa buruh mau bergaya hidup direktur?

May Day, Buruh Dan Robot

Menurut saya gaji buruh industri yang mayoritas ikut demo itu sudah lebih dari cukup dibandingkan buruh sektor lain seperti buruh tani, buruh bangunan, buruh transportasi darat, buruh rumah tangga dll. Sementara mereka para buruh tani, bangunan dan pekerja rumahan tetap asyik bekerja tanpa ikut demo.

Buruh, Robot Dan Otomasi Industri

Memang demo itu hak warga negara. Tapi terkait #MayDay sebenernya ada isu lain yang lebih penting namun mereka lupakan, yaitu terancamnya nasib buruh oleh robot dan otomasi industri. Salah satu faktor utama pengusaha beralih ke robot dan otomasi adalah karena kenaikan upah buruh yang tidak realistis dengan segala persoalannya. Eh, ini kok malah masih berkutat soal UMR. Apalah arti UMR jika mereka sudah tidak bekerja?

Jadi yang dipikir jangan hanya saat ini saja tapi jangka panjangnya juga. Kalau semua sudah pakai robot dan 10 mesin cukup dioperasikan 1 orang mau kerja apa. Di banyak pabrik automotive dan alat berat penggunaan robot untuk proses pengelasan itu malah sudah umum karena ketidak mampuan pekerja menjaga konsistensi hasil produksi dari pagi awal mulai bekerja hingga sore jam kerja usai. Mengenai robot dan otomasi industri ilustrasinya begini:

Tahun 80an butuh 100 pekerja manusia dalam satu Line.

Tahun 90an butuh 80 pekerja dalam 1 Line

Tahun 2000an butuh 30 pekerja dalam 1 Line yang sama

Tahun 2010an butuh 10 pekerja dalam 1 Line

Tidak menutup kemungkinan tahun 2025 hanya perlu 2 pekerja dalam satu Line industri yang sama.

Tulisan saya ini tidak mencampuri urusan mereka yang lagi demo merayakan hari buruh. Saya justru memihak para buruh dan mengingatkan akan terancamnya nasib buruh oleh robot dan otomasi industri, itu yang mereka lupakan. Saya pun menginginkan pengusaha tidak hanya memikirkan untung semata dan harus memperhatikan kesejahteraan buruh serta mengurangi outsource. Maka melalui tulisan ini saya mewakili para buruh meminta agar pihak pengusaha sering mengadakan pelatihan untuk meningkatkan skill para buruh. Tujuannya apa? Agar para buruh tetap bisa bekerja seiring kemajuan industri di era robot.

Jika kelak benar benar semua mesin industri sudah menggunakan robot sementara warga kita, buruh kita masih banyak yang membutuhkan pekerjaan. Nah itu menjadi persoalan tersediri. Masalah tersebut bisa diselesaikan dengan meningkatnya skill para buruh. Masalah skill ini kewajiban bersama pemerintah dan pengusaha untuk bagaimana skill buruh ditingkatkan untuk bisa tetap terserap lapangan kerja.

Percayalah, di masa depan dunia kerja tantangannya jauh berbeda. Bahkan ada profesi yang belum ada saat ini, jadi kita perlu terus meningkatkan skill para buruh.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai May Day, Buruh Dan Robot. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers