Pin It

21 March 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 15:15

Mengenal Obat Avigan atau Favipiravir Yang Akan Didatangkan Pemerintah Indonesia Untuk Mengatasi Pandemi Corona

Pandemi Corona semakin meluas, tak terkecuali di negara kita. Nah, kali ini saya akan membahas obat buatan Fujiflm yang terbukti efektif menyembuhkan corona yakni Avigan atau Favipiravir dan nama dalam IUPAC adalah 6-Fluoro-3-hydroxypyrazine-2-carboxamide serta punya sebutan T-705; Avigan; favilavir. Kebetulan baru baru ini Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan obat yang diyakini ampuh untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Ada dua jenis obat yang disiapkan, yaitu Avigan dan Klorokuin, tapi Klorokuin tidak aku bahas disini saat ini. 

Mengenal Obat Avigan atau Favipiravir Yang Akan Didatangkan Pemerintah Indonesia Untuk Mengatasi Pandemi Corona

Pemerintah disebut telah mendatangkan 5.000 butir Avigan dan tengah memesan 2 juta butir obat tersebut. Sementara itu, Klorokuin sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir. Avigan atau Favipiravir adalah obat antivirus dari Jepang yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang, yaitu Fujifilm Toyama Chemical dan diproduksi oleh Zheijang Hisun Pharmaceutical untuk mengobati virus influenza. Obat antivirus Avigan menunjukkan hasil positif dalam uji klinis yang melibatkan 340 orang di Wuhan dan Shenzhen.

"Obat ini memiliki tingkat keamanan yang terbukti tinggi dan jelas efektif untuk digunakan (melawan virus corona)," ucap Zhang Xinmin, dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, seperti dilaporkan The Guardian, Selasa (17/3/2020). 

Mengenal Obat Avigan atau Favipiravir Yang Akan Didatangkan Pemerintah Indonesia Untuk Mengatasi Pandemi Corona

Penelitian Avigan

Pasien positif Covid-19 di Shenzhen diberi obat Avigan oleh para ahli. Empat hari setelah diberikan obat tersebut, mereka dites kembali dan hasil tes virus negatif. Meski begitu, setengah pasien yang dites menunjukkan hasil negatif lebih awal dan setengahnya lagi lebih dari empat hari. Hasil itu kemudian dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat obat Avigan. Ahli melihat, pasien baru dinyatakan negatif 11 hari setelah tertular. 

Kondisi paru-paru (ditunjukkan sinar-X) memperlihatkan adanya perbedaan besar antara pasien Covid-19 yang mengonsumsi Avigan dan tidak. Pada pasien yang mengonsumsi obat Avigan, tampak kondisi paru-paru meningkat sekitar 91 persen. Sedangkan yang tidak mengonsumsi obat Avigan, kualitas paru-paru meningkat hanya 62 persen. Dalam uji coba di Wuhan, obat Avigan tampaknya memperpendek durasi demam pasien, dari yang rata-rata 4,2 hari menjadi 2,5 hari. 

Mengenal Obat Avigan atau Favipiravir Yang Akan Didatangkan Pemerintah Indonesia Untuk Mengatasi Pandemi Corona

Apa Itu Obat Avigan?

Apa itu Avigan? Menurut Live Science, Kamis (19/3/2020), obat Avigan secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA seperti SARS-CoV-2. SARS-CoV-2 adalah virus yang materi genetik utamanya RNA, bukan DNA. Dalam sebuah laporan yang dimuat dalam jurnal Antiviral Research, favipiravir atau yang awalnya dikenal T-075 merupakan obat antivirus yang dapat menghambat enzim RNA-dependent RNA polymerase (RdRP) pada virus influenza. Obat ini ditemukan mampu menghambat semua serotipe dan strain virus influenza A, B, dan C, termasuk pada pasien yang resisten terhadap obat penghambat neuraminidase. Uji in vitro dan uji pada hewan juga menyebutkan, favipiravir mampu melawan jenis-jenis virus lain, seperti flavivirus. 

Obat ini terbukti menghentikan beberapa virus dari replikasi dengan melumpuhkan enzim (zat yang menyebabkan reaksi kimia) yang disebut RNA polimerase, yang membangun RNA. Lalu menurut artikel yang membahas obat Avigan pada 2017 dan terbit di jurnal Proceedings of Japan Academy, Ser. B, Physical and Biological Science, tertulis bahwa tanpa adanya enzim utuh, virus tidak dapat menggandakan materi genetik secara efisien di dalam sel inang. Meski demikian, ahli menemukan bahwa obat ini kurang efektif jika diberikan pada pasien yang memiliki gejala berat. Memang pada dasarnya Avigan dikembangkan untuk mengobati virus influenza. Bulan lalu, Avigan tersebut diakui sebagai pengobatan eksperimental untuk pasien Covid-19.

"Kami telah memberikan Avigan kepada 70 sampai 80 orang. Obat ternyata tidak berfungsi dengan baik ketika virus sudah berlipat ganda di tubuh pasien," kata seorang sumber dari Kementerian Kesehatan Jepang kepada surat kabar Mainichi Shimbun dilansir dari The Guardian. 

Di Jepang, obat Avigan memang diresepkan bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan hingga sedang. Namun, hasil dari uji coba ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah peer-review dan tampaknya masih temuan awal. 

Perkembangan selanjutnya tentu layak ditunggu terkait penggunaan favipiravir, sebagai obat untuk penyembuhan COVID-19. Kita pun menantikan hasil penelitian lain jika ada obat berbeda jenis yang mampu menangani infeksi virus corona, serta vaksin sebagai pencegahannya. Sembari menunggu, kita diharapkan sebisa mungkin untuk menjaga jarak dan berdiam di rumah (social distancing), menjauhi kerumunan, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga kebersihan termasuk mencuci tangan. 

Sumber: 


Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email