Pin It

11 March 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 21:52

Kenapa Helikopter Terbang Dengan Baling-Baling Nampak Diam Dalam Video Ini? Berikut Penjelasannya

Kebetulan nemu video helikopter terbang diatas kapal dengan baling baling nampak diam, tentu saja hal tersebut menarik perhatian dan bikin penasaran. Kok bisa helikopter terbang kok baling balingnya diam? Begini jawaban dari segi fotografi, secara singkat dapat dijelasin karena kecepatan "Camera Shutter" dan "Frame Rate" sama dengan kecepatan putaran baling-baling helikopter tersebut. 

Kenapa Helikopter Terbang Dengan Baling-Baling Nampak Diam Dalam Video Ini? Berikut Penjelasannya

Sudah kita ketahui bersama kalau video adalah gabungan beberapa foto dalam satuan waktu. Di fotografi ada yang namanya shutter speed, kala angkanya tinggi (misal 1/1000) maka kamera bisa menangkap gerakan objek yang bergerak cepat. Contoh pada fotografi olahraga bjek jadi "beku". Baling-baling tersebut juga "membeku". Misal video dengan frame rate 30fps & shutter speed 1/1000, jadi dalam satu detik ada 30 foto yang menangkap foto helikopter dengan baling-baling "membeku". Kalau shutter speed diturunkan (misal: 1/60) video akan terlihat lebih natural, dalam arti baling-baling terlihat berputar. Berikut video helikopter terbang dengan baling-baling nampak diam. Jangan lupa klik play dua kali untuk memutar video karena blog ini gak pakai autoplay.


Dalam video tersebut bisa dikatakan kecepatan putaran baling baling yang satuannya RPM (Rotary per Minute) setara dengan kecepatan rekaman video yang satuannya FPS (Frame per Second). Dengan kata lain nilai RPM dan FPS baling-baling helikopter tersebut setara. Misal, rata rata baling baling helikopter berkecepatan 2000 RPM maka jika dalam 60 second = 33.3 RPS. Maka untuk bisa mendapat gambar seperti di video frame rate harus disetting sebesar 33.3 FPS. Tapi bisa juga dibagi 5, karena ada 5 jari-jari dalam baling-baling helikopter tersebut yang dimensi panjangnya sama. Tetapi jika kita bagi 5 agak susah juga karena biasanya format perekaman video hanya di 24 fps, 30 fps, dan 60 fps. Format video 33/5 menurut saya terlalu patah patah untuk dijadikan sebuah video. 

Semakin tinggi kecepatan putaran baling-baling helikopter maka semakin tinggi shutter speed yang harus digunakan untuk membekukan gerakan, pada video helikopter ini tentu butuh kecepatan shutter speed yang sangat tinggi karena objeknya juga bergerak super cepat. 

Kenapa Helikopter Terbang Dengan Baling-Baling Nampak Diam Dalam Video Ini? Berikut Penjelasannya

Dalam video helikopter ini bisa shutter diatur dalam sepersekian detik, misal 1/100 artinya shutter akan tertutup pada 1/100 detik atau 0,01 detik. Karena harus sama antara kecepatan baling-baling helikopter dan kecepatan rana kamera menangkap cahaya. Maka jika Kecepatan baling-baling helikopter 4000 putaran per detik maka kecepatan rana kamera (speed) 1/4000. Sehingga seolah-olah baling-baling berhenti. Dari rumus baku fotografi sendiri bisa dijelaskan frame rate disesuaikan dengan RPM bilah rotor. Shutter speed (disesuaikan dengan pencahayaan; bukaan lensa dan ISO) dibuat relatif cepat untuk menghilangkan motion blur. 

Kenapa Helikopter Terbang Dengan Baling-Baling Nampak Diam Dalam Video Ini? Berikut Penjelasannya

Mungkin ada yang bertanya, baling-baling itu kan ukurannya besar kan? Apa iya kecepatannya bisa sampai 4000 per detik? Itu kan misal…. semisal saja. Hanya mempermudah hitungan untuk menyamakan dengan kecepatan kamera. Intinya kecepatan harus sama. Saya sendiri gak paham berapa kecepatan baling-baling helikopter tersebut, namun hitungannya seperti itu. 

Kenapa Helikopter Terbang Dengan Baling-Baling Nampak Diam Dalam Video Ini? Berikut Penjelasannya

Mungkin ada yang bertanya lagi, kenapa baling-baling kecil yang di ekor masih kelihatan berputar? Karena kecepatan baling-baling besar berbeda sama baling-baling kecil tersebut. Sementara camera shutter dan frame rate kamera cuma bisa dalam pengaturan tunggal dan ini diatur ngikutin kecepatan baling-baling besar saja. 

Itulah uniknya sebuah video, karena video diambil menggunakan kamera dan kamera ibarat mata orang lagi kedip-kedip, pas buka mata (ngambil foto) posisi baling2nya sama dengan posisi saat kedip sebelumnya dan setelahnya. Untuk kamera saat ngambil film, kedipannya super cepat (frame rate) dan kebetulan atau diatur sama dengan kecepatan putaran baling-baling (blade). Karena kecepatan shutter kamera sama dengan kecepatan putaran baling-baling, jadi setiap shutter terbuka, posisi blade nya juga disitu terus, memberikan efek ilusi bahwa bladenya diam saja.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Terima Kasih

Followers

Follow by Email