Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

02 April 2016

Evolusi Kaca Spion Dari Masa ke Masa Sejak Ditemukan Yono Yang Ndeso

Alkisah pada tahun 1908, Anto bersama temannya bernama Yono sedang mengendarai mobil jaman dulu tanpa kaca spion menuju Solo. Setiap hendak mendahului kendaraan atau berbelok, Anto meminta Yono untuk menengok kebelakang dan Anto selalu tanya;

"sepi Yon ?"
"Sepi Yon ?"

Sejak saat itulah kaca untuk melihat kebelakang pada mobil itu disebut "Spion"


Coba kalau nama temennya Ateng, pasti mobil sekarang ada "Sepiteng" di kanan kiri nya. Kalau nama temennya Ikhsan, pasti mobil sekarang ada "Sepisan" di kanan kirinya. Kalau nama temennya Indah, pasti mobil sekarang ada "Sepindah" di kanan kirinya. Kalau nama temennya Toro, pasti mobil sekarang ada "Sepiro" di kanan kirinya.

Tulisan diatas hanya humor saja, sejarah kaca spion yang sebenarnya ada dibawah ini:

Elmer Berger Sang Penemu Spion

Penemu kaca spion adalah Elmer Berger 1891-1952. Berger dan pengemudi mobil balap Ray Harroun menggunakan cermin untuk tujuan melihat apa yang terjadi di belakangnya saat balapan Indianapolis 500 pada tahun 1911. Berger sendiri menciptakan kaca spion pada tahun 1911.

Evolusi Kaca Spion Dari Masa ke Masa

Evolusi kaca spion mobil dari masa ke masa menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu signifikan. Berbeda dengan komponen lain seperti mesin atau suspensi, kaca spion kurang banyak mengadopsi teknologi canggih akibat terbatasnya fungsi benda tersebut.


Namun menurut berita yang dilansir dari situs Autoblog, Jumat 19 Desember 2014 lalu, salah satu perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Cadillac, mengubah fungsi kaca spion tengah menjadi lebih canggih lagi.

Pada dasarnya komponen ini hanya digunakan untuk memantau situasi di belakang mobil yang sedang dikendarai. Refleksi dari apa yang ada di belakang mobil akan dipantulkan kaca ke arah mata pengemudi, sehingga ia dapat memundurkan mobil dengan aman.

Meski kini sudah hadir 'mata digital' yang dapat mengawasi kondisi belakang dengan lebih baik, namun mobil-mobil yang menggunakan fitur ini masih membutuhkan kaca spion tengah. Hal ini disebabkan kamera yang digunakan untuk mengawasi situasi belakang memiliki sudut yang mengarah ke bawah, sehingga kurang efektif memantau semua area di belakang mobil.

Kaca spion tengah yang dikembangkan Cadillac ini akan mengadopsi teknologi electrochromatic, dimana layar TFT beresolusi 1280x240 piksel yang digunakan bisa berubah menjadi cermin apabila tidak sedang digunakan. Fitur ini sudah digunakan di kaca pesawat terbang komersial 787 Dreamliner buatan Boeing.

Gambar yang ditampilkan layar spion ini bersumber dari kamera kecil yang diletakkan di bagian luar kaca belakang. Kamera yang digunakan juga bukan sembarangan, melainkan bisa merekam gambar dengan kualitas high definition dan memiliki sudut pandang yang lebar.

Untuk mengatasi saat hujan turun, lensa kamera telah dilapisi dengan bahan hydrophobic yang diklaim mampu menangkal air. Gambar dari kamera disalurkan ke komputer terlebih dahulu untuk diproses agar bisa menghasilkan video yang tajam.

Kemudahan yang didapat pengemudi dengan adanya teknologi ini yaitu mereka kini bisa melihat situasi belakang mobil dengan lebih jelas, bahkan dalam kondisi minim penerangan sekalipun. Selain itu pandangan juga tidak terhalang lagi oleh penumpang belakang, sandaran kepala dan pilar kaca belakang.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Evolusi Kaca Spion Dari Masa ke Masa Sejak Ditemukan Yono Yang Ndeso. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers