Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

20 April 2018

Sesar Rebung Kutoarjo, Pusat Gempa Purworejo Pada Juli 2016

Di tulisan sebelumnya saya membahas mengenai sesar Kedungbener Kebumen, nah kali ini saya akan membahas sesar Rebung, Kutoarjo. Secara tektonik, perlu kita pahami bahwa kondisi tektonik regional wilayah Jawa Tengah dikontrol oleh dinamika tunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa. Akibat tunjaman lempeng tersebut terbentuklah struktur-struktur geologi regional berupa sesar aktif di wilayah daratan Jawa Tengah. Sebagai contoh, struktur tersebut dapat diamati di antaranya adalah pola Sesar Kebumen – Semarang – Jepara. Lajur seismotektonik sesar di zona ini umumnya berarah baratdaya-timurlaut.

Sesar Rebung Kutoarjo, Pusat Gempa Purworejo Pada Juli 2016

Jika kita perhatikan Peta Geologi Lembar Jawa diatas, tampak di sebelah utara Kutoarjo terdapat struktur lipatan dan sesar. Struktur sesar yang ada di sebelah utara Kutoarjo ini dikenal sebagai Sesar Rebung. Struktur sesar yang diduga aktif adalah Sesar Rebung yang struktur sesarnya paralel dengan Sungai Rebung yang melintasi Wilayah Desa Karang Tengah di Selatan dan Wilayah Kecamatan Bruno di Utara.

Sesar Aktif Di Kutoarjo

Apakah sesar Rebung masih aktif? Menurut BMKG sesar rebung ini aktif dan menjadi sumber gempa Purworejo pada 2016 lalu. Dua gempa tersebut adalah gempa bumi tektonik 3,6 skala richter pada Senin 18 Juli 2016. Gempa itu adalah yang kedua setelah gempa pertama mengguncang pada 11 Juli 2016 dengan kekuatan 3,5 skala richter. Dua gempa bumi itu berpusat di titik yang sama, yakni sesar rebung.

Pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 7.62 lintang selatan dan 109.92 bujur timur, tepatnya di daratan pada jarak sekitar 18 kilometer arah barat laut Kota Purworejo pada kedalaman hiposenter 13 kilometer.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sigit Ahmad Basuki mengatakan, getaran itu tidak dirasakan masyarakat Purworejo. "Tidak ada yang melaporkan guncangan gempa, apalagi sampai merusak. Gempa tidak dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Informasi terjadinya gempa berasal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Gempa itu berpusat di darat dengan titik episentrum 18 kilometer sebelah barat laut Kota Purworejo. Kedalaman pusat gempa 13 kilometer. Berdasar informasi BMKG, gempa itu merupakan pergerakan dari sesar aktif yang dikenal dengan Sesar Rebung. Sesar itu melintasi sebelah utara Kutoarjo hingga Kecamatan Bruno.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Sesar Rebung Kutoarjo, Pusat Gempa Purworejo Pada Juli 2016. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers