Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

26 March 2015

Arsitek Penjara Sukamiskin Pun Mendekam Di Penjara Rancangannya Sendiri

Sejarah mencatat, Lapas Sukamiskin dibangun pada tahun 1817 oleh Pemerintahan Belanda. Bangunan penjara tersebut tampak megah karena bergaya arsitektur Eropa. Lapas Sukamiskin berbentuk trapesium. Gedung itu memiliki arsitektur modern fungsional yang dirancang oleh arsitek Belanda Prof CP Wolff Schoemaker. Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker merupakan guru dari Ir. Soekarno Presiden Pertama RI saat Ia sekolah di ITB. Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker lahir di Banyu Biru dekat Ambarawa pada tahun 1882 dan meninggal tahun 1949 di Bandung. Ia dimakamkan di TPU Pandu Bandung. Bapak yang satu ini merupakan pengguna gaya arsitektur Art-Deco, dan karyanya yang fenomenal dan masih nampak sampai sekarang yaitu Mesjid Cipaganti, Villa Isola, Jaarbeurs, Gedung Merdeka (Concordia), Landmark, Gereja St.Petrus, Gereja Bethel, Majestic, Observatorium Bosscha dan lainnya.



Sejarah mencatat bahwa Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker pernah juga merasakan bagaimana dinginnya kamar penjara hasil karyanya ini. Ia pernah dipenjara di Penjara Sukamiskin disaat pemerintahan Jepang menguasai Indonesia. Baca juga: Pemborong Lapas Sukamiskin Pun Mendekam Di Penjara Buatannya.




Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin menyimpan catatan perjalanan sejarah panjang. Bangunan penjara ini dibangun pada tahun 1817 oleh Pemerintahan Belanda. Di penjara seluas lebih dari 2 hektare ini pula, mantan Presiden Pertama RI, Soekarno, pernah menjalani hukuman di salah satu sel dari 552 sel penjara Sukamiskin pada bulan Desember 1930. Penjara dua lantai ini, menjadi penjara bersejarah di Bandung, selain penjara Banceuy, yang juga pernah menjadi tempat tahanan politik semasa pendudukan pemerintahan Belanda. Kini, bekas sel penjara yang ditempati Proklamator itu diberi tulisan "Bekas Kamar Bung Karno".

Sejak ditangani pemerintah Indonesia pasca kemerdekaan, secara fisik bentuk bangunan LP yang terletak di Jalan Jalan AH Nasution ini tidak banyak mengalami perubahan, kecuali beberapa bangunan tambahan untuk kantor sipir dan kepala lembaga pemasyarakatan serta patung seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, di halaman depan gedung. Tidak ada catatan sejarah yang menyebutkan, penjara ini dibobol oleh tahanan dan narapidananya, baik sejak pemerintahan Hindia Belanda.

Kompleks bangunan Lapas Sukamiskin (1930)
Dari bentuk bangunannya yang kokoh, yang dilengkapi dinding yang tinggi dan kuat, sulit tampaknya ada tahanan yang bisa lolos dari penjara Sukamiskin. Selain dilengkapi dengan sejumlah menara pengawas bagi petugas jaga yang memantau 4 blok timur, barat, atas, dan bawah, yang ada disana. Seperti layaknya sebuah lembaga pemasyarakatan, penjara Sukamiskin juga dilengkapi dengan berbagai sarana untuk para penghuninya termasuk sarana ibadah masjid dan sebuah lapangan sepak bola.


Pada tahun 2010, Lapas Sukamiskin diresmikan sebagai aset bersejarah Kota Bandung, sebagai bangunan cagar budaya. Tentunya, penjara ini diharapkan menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan yang singgah di Bandung. Menjadikan Lapas Sukamiskin sebagai bangunan cagar budaya tiada lain atas inisiatif dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Arsitek Penjara Sukamiskin Pun Mendekam Di Penjara Rancangannya Sendiri. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers