Pin It

09 April 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 19:48

Pentingnya Dana Siaga atau Emergency Fund Saat Darurat

Hal-hal diluar dugaan kadang terjadi dan dapat mengganggu kondisi keuangan kita. Seperti yang terjadi saat ini, Covid-19 telah memporakporandakan sendi-sendi kehidupan ekonomi, bisnis dan sosial di banyak negara. Sebagian besar negara memperkecil jumlah bahkan menghentikan jadwal-jadwal penerbangan nasional dan internasional, kereta api serta transportasi masal lainnya. Indikator-indikator ekonomi dan bisnis tertekan yang mengarah pada besar kemungkinan terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Pentingnya Dana Siaga atau Emergency Fund Saat Darurat

Dampak dari Covid-19 adalah cerita tentang kita, langsung ataupun tidak langsung. Yang bekerja secara profesional di sebuah perusahaan bisa saja terkena PHK, supir taksi online tiba-tiba harus tinggal di rumah saja untuk menghindari terjadinya penularan Covid dan berbagai macam kemungkinan lain yang menyebabkan terhentinya pendapatan rutin bulanan. Bayangkan jika hal tersebut terjadi pada diri kita dan kita tidak memiliki dana cadangan untuk membiayai kehidupan serta keluarga kita. 

Covid-19 adalah suatu contoh nyata yang membuat kita memerlukan adanya Dana Siaga atau Emergency Fund. Dana Siaga adalah sejumlah aset atau harta yang mudah dicairkan dan dapat segera digunakan pada saat seseorang menghadapi dilema keuangan seperti kehilangan pekerjaan atau PHK, reparasi kendaraan yang terjadi di luar rencana, membantu keluarga yang sedang kesulitan keuangan, membiayai pengobatan yang tidak dijamin oleh asuransi, dan lain-lain. Tujuan dari Dana Siaga adalah untuk meningkatkan rasa aman dalam hal keuangan (financial security) dengan cara menyisihkan sebagian dana dan ditempatkan pada produk keuangan yang rendah risiko dan mudah dicairkan pada saat dibutuhkan. 

Kita dapat menyimpan Dana Siaga tersebut dalam bentuk uang tunai dan menyimpannya di brankas atau di Safe Deposit Box di bank, di produk tabungan di bank. Namun nilai uang akan turun karena tergerus oleh inflasi dari waktu ke waktu. Kita juga dapat membeli emas baik secara digital maupun secara fisik, namun ada risiko turunnya nilai emas tersebut pada saat kita harus menjualnya untuk keperluan mendadak. Alternatif lainnya adalah dengan berinvestasi atau membeli produk reksa dana pasar uang. Produk ini berinvestasi sebagian di surat utang atau obligasi jangka pendek yang sangat rendah risiko dan sebagian lainnya di deposito bank, yang menghasilkan bunga obligasi dan bunga deposito yang selanjutnya didistribusikan kepada investor reksa dana pasar uang setelah dipotong biaya pengelolaan dan biaya transaksi reksa dana. 

Manfaat reksa dana pasar uang:

1. Risikonya sangat rendah, karena portofolio investasinya adalah di obligasi jangka pendek yang dalam waktu kurang dari 1 tahun dilunasi oleh yang berutang, dan penempatan dana di bank yang kegiatannya diatur sangat ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan dan juga oleh Bank Indonesia.

2. Hasil investasinya jauh di atas bunga tabungan dan masih di atas bunga deposito bank.

3. Dapat dicairkan tiap saat dan dana hasil pencairan akan kita terima di rekening bank antara 1-2 hari bursa setelah tanggal pencairan.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Terima Kasih

Followers

Follow by Email