Pin It

19 April 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 17:30

Si Kecil Yang Sanggup Membuat Sejarah Dan Tradisi Berubah

Virus korona tipe baru sedang meruntuhkan segenap pranata kehidupan manusia. Negara yang dianggap sebagai institusi paling sistematis dalam mengurus kehidupan publik pun dibikin kalang kabut dihantam pandemi ini. Tak terbantahkan. Tak salah jika si kecil (mikro organisme) corona disebut sedang menciptakan kegelapan absolut bagi manusia. Dan dalam situasi pandemi ini kita harus mengaji lagi, ngaji kehidupan sambil ditemani secangkir kopi. Karena Tuhan tidak menciptakan peristiwa dengan sia-sia tanpa meninggalkan sesuatu di belakangnya untuk kita pahami. 

Si Kecil Yang Sanggup Membuat Sejarah Dan Tradisi Berubah
Penampakan 3 Dimensi dari Virus Corona. Sumber: Wikipedia common, Dipergunakan dibawah lisensi atribusi CC 4.0. sumber asli https://www.scientificanimations.com

Salah satunya adalah kehidupan dan tradisi dunia berubah cepat saat ini, kita sedang memasuki masa dimana titik tolak percepatan sejarah melampaui batas kewajaran. Dampak pandemi COVID-19 mempunyai eskalasi yang jauh lebih besar dari sekadar dampak kesehatan. Lebih dari itu, si kecil (virus covid-19) yang satu ini berpotensi mampu mengubah segala tatanan kehidupan kehidupan umat manusia. Mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan hingga penggunaan internet dan teknologi. Banyak keputusan dalam keadaan darurat yang akan dijadikan panduan hidup jangka panjang. Ya, ini adalah watak alamiah kedaruratan, mereka mempercepat proses sejarah. Pembuatan keputusan yang tadinya dilakukan melalui proses panjang dan tahunan kini bahkan selesai dalam waktu hitungan hari. 

Kita sendiri seperti sebuah kelinci percobaan dalam eksperimen berskala global. Mari kita bayangkan, apa yang terjadi jika pekerjaan sepenuhnya dilakukan dengan metode daring dan komunikasi antar manusia hanya dimungkinkan secara jarak jauh? Apa yang terjadi jika pendidikan formal dan universitas bahkan dapat diakses dengan hanya duduk dan berbaring di kamar? Tentunya itu adalah sebuah percobaan yang pastinya ditolak oleh setiap jajaran pemerintahan, pengusaha atau akademisi dalam kondisi normal. Tapi jelas dunia kini sedang tidak dalam keadaan normal. Situasi saat ini memang sulit tapi kelak kita akan berterima kasih pada situasi sulit yang membentuk diri kita menjadi lebih matang dengan ujian kedaruratan ini.

Jadi karantina dan self isolation ini bukan hanya perkara menahan diri untuk pergi keluar rumah, tapi lebih dari itu, ia membangun sebuah pola peradaban baru dimana interaksi konvensional digantikan oleh interaksi jarak jauh atau daring. Perubahan yang sangat drastis ini menuntut adanya adaptasi yang luar biasa cepat. Dan semua perubahan itu hanya dimungkinan karena adanya Internet. 

Beruntung, pada tahun 1969 ARPA atau atau yang kita kenal sebagai cikal bakal internet  mulai dikembangkan. Dan sejak itu, internet didaulat sebagai penemuan terbesar dalam kurun waktu milenium terakhir. Setelah penemuan mesin uap pertama pada tahun 1698 yang menandakan titik balik bagi sains modern, teknologi semakin maju dengan berbagai penemuannya, mulai dari listrik dan pengembangan peralatan elektronik sampai mengirim manusia pertama untuk menjejaki bulan dan menciptakan teropong observasi semesta yang mampu menjangkau tahunan cahaya. Lebih dari itu, manusia telah berhasil menciptakan dunia baru, yang kita kenal sekarang sebagai Internet. 

Di tengah pandemi COVID-19 internet memiliki peran vital, tidak hanya sebagai penghubung antar individu, tapi internet juga berfungsi sebagai media pengawasan sosial. China menjadi negara yang sangat serius dalam hal ini. Dengan adanya internet, pemerintah China telah berhasil meluncurkan aplikasi bernama 'Close Contact Detector' di mana pemerintah mampu menelusuri setiap aktivitas warga. Mulai dari dengan siapa ia berinteraksi sampai di mana saja ia berada seharian ini. 

Lalu pertanyaannya adalah, peradaban semacam apa yang akan terjadi setelah corona mereda? Apakah pola-pola interaksi yang kita kenal sekarang dan kebudayaan akan sepenuhnya tergantikan? Kita tidak tahu. Tapi satu yang pasti, kita telah berada di depan pintu gerbang evolusi, dan tidak ada pilihan untuk kembali. 
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email