Budaya Wanita Mencuci Dan Mandi Di Sungai Yang Semakin Sulit Kita Temukan Budaya Wanita Mencuci Dan Mandi Di Sungai Yang Semakin Sulit Kita Temukan
Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

07 January 2019

Budaya Wanita Mencuci Dan Mandi Di Sungai Yang Semakin Sulit Kita Temukan

Loading...
Siang ini blog widodogroho.com akan membahas sekaligus berbagi video wanita mencuci pakaian di sungai. Mencuci pakaian merupakan budaya tertua dalam sejarah peradaban manusia. Para wanita mencuci di sungai telah berlangsung ribuan tahun, bahkan masih bisa dijumpai di negara berkembang termasuk Indonesia. Sejak zaman nenek moyang, pakaian dikenal untuk menutupi tubuh dan aurat. Saat itu pula, mencuci pakaian menjadi kebiasaan yang umumnya di lakukan kaum wanita. Di Indonesia, mencuci pakaian di sungai menjadi sebuah budaya dan kebiasaan yang tidak bisa dipisahkan dari kaum wanita. Para wanita ini berkumpul mencuci bersama disebuah aliran sungai yang ada di desa mereka. Karena ini budaya, saya suka berburu foto ke pelosok-pelosok desa melihat masyarakat melakukan aktifitas mandi dan mencuci pakaian di sungai.


Pada masa lalu, manusia sudah menggunakan berbagai teknik dan perlengkapan sederhana dalam membersihkan pakaian. Hampir semua bangsa di dunia awalnya mencuci pakaian di sungai yang dilakukan oleh kaum wanita. Dan berikut video wanita mencuci pakaian di sungai.

Video Budaya Wanita Mencuci Dan Mandi Di Sungai Yang Semakin Sulit Kita Temukan

Arus air sungai dimanfaatkan untuk membersihkan noda pakaian agar noda tersapu air lebih optimal. Lalu bebatuan dimanfaatkan untuk menggilas kain yang dicuci, lalu dijemur pada dahan dan ranting yang disinari matahari.

Mandi Di Sungai

Selain memanfaatkan sungai untuk mencuci pakaian, para wanita ini juga sering mandi di sungai. Mandi bukan semata-mata membasuhkan air ke seluruh badan, dan bukan pula sekedar masalah kebersihan personal tetapi mandi memiliki sejarah panjang yang dibangun oleh masyarakat. Mandi merupakan konstruksi sosial yang memperlihatkan perbedaan kelas dalam masyarakat.

Di Indonesia, konsep mandi menunjukkan sebuah budaya yang hingga saat ini masih dipertahankan. Pada masa kolonial, sebelum masyarakat Eropa masuk secara besar-besaran, berbagai laporan dalam berbagai bentuk menunjukkan aktivitas masyarakat yang sedang mandi diberbagai tempat umum. Mulai sungai, pancuran, kanal, hingga tempat pemandian yang bersifat religius.

Tulisan dari Achmad Sunjaya di dalam artikelnya yang berjudul “Mandi dari Masa ke Masa” mengatakan bahwa pada abad ke-17 orang Asia lebih dahulu memiliki kebiasaan mandi dengan menggunakan air mengalir dibandingkan orang Eropa yang antipati dengan kebiasaan itu. Orang Asia telah memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk membersihkan tubuh. Oleh karena itu mereka senang tinggal di tepi aliran sungai.

Aktifitas mandi, mencuci hingga saat ini memang masih berlangsung tetapi bukan di sungai seiring majunya teknologi. Selain itu, orang akan berpikir panjang untuk mandi di sungai karena sungai telah tercemar limbah industri dan rumah tangga. Dan akhirnya anak-anak yang ceria seperti lirik lagu Slank “Bocah” (Bocah-bocah kecil mandi dikali dengan penuh canda, mainkan air sejukkan alam desa..) semakin hilang bersamaan dengan hilangnya kejernihan air sungai.

Maka tak ada salahnya kita mengabadikan momen wanita mandi dan mencuci di sungai yang kita jumpai di desa desa dan pegunungan sebelum budaya ini benar benar hilang. Dengan begitu, anak cucu kita masih bisa menyaksikan budaya mandi di sungai meski hanya melalui foto dan video.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Budaya Wanita Mencuci Dan Mandi Di Sungai Yang Semakin Sulit Kita Temukan. Ikuti saya di
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers