Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

17 January 2018

Cerita Lucu Pilkada Jatim

Memasuki 2018, tensi politik di Tanah Air memanas. Ratusan orang berebut simpati dan dukungan untuk bisa menjadi calon kepala daerah. Nah, ada beberapa cerita lucu dari pilkada Jatim yang saya baca dari berbagai media massa.

Cerita Lucu Pilkada Jatim

Kelucuan pertama di Jatim ada mereka yang gagal bikin gerakan menggembosi partai anti-Islam. Saya jadi berpikir, emang ada gitu partai anti-Islam? Tidak ada. Itu suka-sukanya mereka aja. Prinsip mereka, aku adalah Islam. Jadi, apapun kehendakku adalah kehendak Islam. Siapapun yang kumusuhi, itu adalah musuh Islam.

Jadi ceritanya begini, mereka bikin definisi bahwa partai-partai penolak UU Ormas adalah pendukung Islam. Tentu saja ini memaksaku harus berpikir keras, bagaimana ceritanya Gerindra itu bisa disebut pendukung Islam. Skenarionya, jangan dukung calon yang didukung oleh partai-partai anti-Islam. Artinya, dukunglah calon yang didukung oleh PKS, PAN, dan Gerindra.

Eh, ternyata ketiga partai itu gagal mendapat calon sendiri. PKS dan Gerindra bergabung mendukung Gus Ipul, yang juga didukung oleh PDIP. Ini partai yang selama ini mereka tuduh anti Islam. Kok malah PKS bergabung ke situ? Ya itulah politik. Khususnya politik Indonesia, yang ideologinya adalah kekuasaan. Pokoknya menang. Orang-orang ini pun sadar, mereka juga berpolitik kok. Cuma mereka tidak dari partai. Mereka sadar realitas politik itu. Mereka membangun jargon itu untuk membodohi orang-orang. Siapa? Yang bodoh dan mau dibodohi.

Masuknya Nama Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri

Nah ini kelucuan kedua, di Jawa Timur, calon wakil Gubernur Abdullah Azwar Anas tiba-tiba menyatakan mundur dari kontestasi pilkada. Padahal, Anas yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merupakan pasangan yang pertama diumumkan pencalonannya oleh PDI Perjuangan di Pilkada Jatim. Azwar Anas diduga mundur setelah diserang kampanye hitam, dengan beredarnya foto-foto mirip dirinya memegang paha mulus seorang wanita.

Tidak hanya Gus Ipul yang bingung, publik juga penasaran, siapa penggantinya? Tepat di hari terakhir pendaftaran calon kepala daerah, PDIP akhirnya mengumumkan pengganti Anas, yakni Puti Guntur Soekarno. Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri adalah cucu Presiden Pertama RI Sukarno, yang berarti keponakan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Nama Puti sebelumnya tak pernah disebut sebagai bakal calon kepala atau wakil kepala daerah.

Munculnya Paranormal Ki Sabdo Jagad Royo Di KPUD Jatim

Kelucuan ketiga pada Rabu (10/1/2018) dengan munculnya seorang pria yang diketahui bernama Ki Sabdo Jagad Royo, mondar-mandir di sekitaran KPUD. Menggunakan syal berwarna merah putih dan jubah hitam, di bagian punggungnya bertuliskan 'Saya Sudah Tahu yang Jadi Gubernur Jatim'. Nah, lucu kan? Lawong belum ada pemungutan suara kok dia sudah tahu hasilnya.

Munculnya Paranormal Ki Sabdo Jagad Royo Di KPUD Jatim

Saat ditanya maksud kedatangannya, paranormal ini hanya menjawab singkat. "Nama yang jadi Gubernur Jawa Timur, sudah ada di kantong saya," ujar dia sambil menunjuk kantongnya. Namun, ketika ditanya siapa nama itu, ia kembali menjawab singkat. "Belum waktunya dijawab." Kedatangannya sendiri juga sempat menjadi pertanyaan banyak orag. "Wow.. siapa pakai paranormal," ujar beberapa pengunjung yang ada di luar KPU Jatim.

Nah, itulah beberapa cerita lucu dalam pilkada Jatim. Lalu siapa yang akan memenangi pilkada Jatim? Benarkan nama dalam kantong paranormal tersebut? Kita lihat saja nanti.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Cerita Lucu Pilkada Jatim. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers