Pin It

17 May 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 07:41

Ilmuwan Sebut Matahari Memasuki Lockdown, Apa Dampaknya Bagi Bumi?

Menurut para ahli kita akan memasuki periode matahari lockdown atau matahari melakukan pembatasan aktivitas. Kondisi ini dapat menyebabkan cuaca dingin berkepanjangan, gempa bumi dan kelaparan. Lockdown matahari ini dalam dunia ilmu pengetahuan disebut dengan periode solar minimum. Artinya aktivitas di permukaan Matahari telah menurun secara dramatis. Di media New York Post dalam artikel yang berjudul "The sun has entered a ‘lockdown’ period, which could cause freezing weather, famine", astronom Dr. Tony Phillips mengatakan: ”Solar Minimum sedang berlangsung dan ini sangat dalam". 

Ilmuwan Sebut Matahari Memasuki Lockdown, Apa Dampaknya Bagi Bumi?

Astronom Dr. Tony Phillips mengatakan solar minimum sedang berlangsung, dan ini merupakan periode yang paling lama.


"Hitungan bintik Matahari menunjukkan bahwa ini adalah salah satu yang terpanjang di abad ini. Medan magnet Matahari menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik masuk ke tata surya dalam jumlah besar," jelas Dr. Phillips.

"Sinar kosmik yang berlebihan akan menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan yang terbang di wilayah kutub, mempengaruhi atmosfer atas Bumi, dan dapat memicu terjadinya kilat," tambah Dr. Phillips. 

Dampak Matahari Lockdown 

Para ilmuwan NASA khawatir solar minimum bisa menjadi pengulangan dari insiden Dalton Minimum, yang terjadi antara 1790 dan 1830. Saat itu Bumi masuk ke periode dingin yang brutal, panen gagal, kelaparan, dan letusan gunung berapi yang kuat. Tidak itu saja. Suhu anjlok hingga 2 derajat Celcius lebih dari 20 tahun dan menghancurkan produksi pangan dunia. 

Letusan Gunung Terbesar, Salju Turun di Musim Panas

Mengutip The Sun dalam artikel berjudul SUN DOWN The sun has gone into a period of ‘lockdown’ which could cause freezing weather, earthquakes and famine, say scientists, di masa Dalton Minimun pada 10 April 1815 letusan gunung berapi terbesar kedua dalam 2.000 tahun terjadi pada Gunung Tambora di Indonesia yang menewaskan sedikitnya 71.000 orang. Dalton Minimum juga menyebabkan apa yang disebut Tahun Tanpa Musim Panas pada tahun 1816. Insiden yang juga dijuluki 'delapan ratus orang kedinginan sampai mati' ini terjadi ketika turun salju di bulan Juli. Saat itu Matahari mengalami 'kekosongan' akibat kehilangan sebagian bintiknya sebanyak 76 persen. 

Apakah Matahari Lockdown Memicu Gunung Meletus? 

Mengutip Suara.com, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menjelaskan fenomena Solar Minimum tidak akan memicu bencana di Bumi. 

"Fase Solar minimum aktivitas matahari adalah kejadian periodik sekitar 11 tahunan yang tidak berdampak signifikan pada cuaca dan tidak terkait bencana", jelas Thomas. 

Thomas menambahkan karena bintik matahari berkurang maka badai matahari juga berkurang. Ada peningkatan sinar kosmik, tetapi dampaknya tidak signifikan. 

Badai matahari sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan gelombang geomagnetik dari matahari yang efeknya terasa di atmosfer Bumi, pengaruhnya paling besar pada penggunaan teknologi yang digunakan di bumi. Badai geomagnetis yang terjadi di tahun 1859 merupakan salah satu badai terbesar yang pernah terekam manusia dan menyebabkan munculnya aurora di Karibia. Jika badai sebesar ini terjadi sekarang, ia akan mematikan listrik, internet dan semua teknologi lain yang menggantungkan diri pada dua teknologi itu. 

Lalu bagaimana dengan bencana era Dalton Minimum, seperti yang disebut ilmuwan NASA ? 

Bencana Era Dalton Minimum 

Dalton Minimum adalah periode dimana jumlah bintik matahari rendah, atau mewakili aktivitas minimum matahari. Istilah Dalton Minimum berdasarkan nama ahli meteorologi lnggris John Dalton. Fase ini berlangsung dari sekitar 1790 hingga 1830 atau 1796 hingga 1820. 

Disaat periode inilah kebetulan gunung Tambora di pulau Sumbawa meletus dahsyat pada 10 April 1815 dan menjadi Ietusan terbesar kedua dalam 2.000 tahun terakhir dalam sejarah Bumi dan diklasifikasikan sebagai peristiwa dengan skala VEI-7 4-8x Iebih kuat daripada Ietusan gunung Krakatau tahun 1883. Letusan Tambora menurunkan suhu global dan beberapa ahli menyebut Ietusan ini menyebabkan pendinginan global dan kegagalan panen di seluruh dunia pada tahun berikutnya, peristiwa ini kemudian dikenal sebagai tahun tanpa musim panas. 

Era Dalton Minimum bertepatan dengan periode suhu global yang lebih rendah dari rata-rata. Penyebab suhu lebih rendah dari rata-rata dan kemungkinan hubungannya dengan jumlah sunspot rendah tidak berkorelasi dengan baik. Jurnal ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa aktifitas vulkanisme sebagian besar bertanggung jawab atas tren pendinginan global tersebut. Teori perihal fase Solar Minimum yang mempengaruhi Bumi juga masih diperdebatkan oleh para ilmuwan. Pasalnya, belum ada bukti yang memadai untuk mendukung teori tersebut. 
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email