Pin It

15 May 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 18:59

Begini Cara Penanganan Transportasi Publik Jelang Lebaran 2020 Dari Boss Bus Sumber Alam

Melihat situasi akhir-akhir ini boss bus PO Sumber Alam yang juga penulis buku E.R.A.S.E Therapy, Anthony Steven Hambali memberikan saran mengenai penanganan transportasi publik melalui video live Facebook terkait karut marutnya mudik selama PSBB. Seperti kita ketahui bersama, saat ini masyarakat memang dilarang mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Namun faktanya masih ada pemudik meski harus menggunakan armada travel gelap. Sebenarnya ini hal wajar para perantau memilih pulang kampung karena kondisi finansial mereka untuk hidup di kota sudah menipis. Misal mereka sudah tidak mampu membayar sewa kontrakan tempat tinggal. Sementara mereka sudah tidak lagi bekerja. 

Begini Cara Penaganan Transportasi Publik Jelang Lebaran 2020 Dari Boss Bus Sumber Alam
PO Sumber Alam (Facebook Anthony Steven Hambali)

Menyikapi hal tersebut, boss PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali memberikan saran agar perantau tidak terlantar di kota dan tetap bisa mudik dengan aman tanpa menjadi pembawa virus. Misalnya, dengan menyediakan transportasi dari satu pintu dan diawasi secara ketat dan berikut videonya.



"Misalnya dari (terminal) Pulo Gebang untuk keluar dari Jakarta, moda darat katakanlah dari Pulo Gebang semua. Maka semua harus melalui Pulo Gebang, kasih satu posko yang ada rapid test Uu situ. Rapid test itu di pasaran katakan harganya sekarang masih Rp 250-300. Saya yakin kalau pemerintah yang perintahkan pasti bisa dapat lah sekitar Rp 100 ribu misalkan," kata Anthony yang disampaikan dalam video live di Facebook-nya. 

Jadi, menurut Anthony, pemudik yang ingin pulang kampung harus negatif COVID-19 dengan dibuktikan oleh rapid test yang diberlakukan sebelum naik bus. Rapid test itu bisa ditambahkan ke syarat untuk bepergian, seperti yang sudah disyaratkan untuk beberapa kalangan yang boleh bepergian saat ini.

"Jadi orang itu punya kepastian. Kalau nggak travel-travel gelap ini akan terus jalan. Dan saya nggak menyalahkan mereka, karena travel gelap itu sifatnya membantu orang yang benar-benar kepepet di Jakarta, mau pulang nggak bisa," sebutnya. 

Selain rapid test, saran Anthony selanjutnya, pemudik juga harus menandatangani surat pernyataan untuk dikarantina sesampainya di kota tujuan. Karantina ini perlu dilakukan agar pemudik tersebut benar-benar bebas dari virus sehingga tidak menyebarkan ke kampung halamannya. 

"Nah karantina ini ada hubungannya sama satu kita minta aman, yang kedua tercatat. Tercatat ini harusnya pakai jalur pemda, misalnya panggil Pemda Purworejo, bikin posko di Pulo Gebang, didata warga Purworejo yang mau pulang, (datang) ke posko Purworejo di Pulo Gebang, rapid test, boleh pulang, tanyai desanya mana, tunjuk PO (bus) mana yang boleh melayani. Katakanlah Sumber Alam, maka (bus) Sumber Alam hanya boleh berhenti di titik ini. Setelah itu petugas yang di sini (kota tujuan pemudik) sudah tahu besok pagi ini ada penumpang Sumber Alam, desa ini, ini, ini, sudah datang semua, sudah dites negatif (COVID-19), tapi perlu dikarantina," sebut Anthony. 

Untuk menyiasati tempat karantina yang terbatas, Anthony menyarankan agar disediakan dua lokasi karantina. Kepulangan pemudik juga bisa digilir secara rombongan per 1 minggu sekali. Jadi, misalkan minggu pertama pemudik dikarantina di satu lokasi, minggu kedua di lokasi karantina lain. Sementara rombongan pemudik pada minggu ketiga, bisa menggunakan lokasi karantina pertama yang rombongan pemudik minggu pertama selesai dikarantina.

"Kalau kepulangannya dibuat gelombang seminggu, seminggu, seminggu, dan itu di-rapid test saya yakin ini bisa dikendalikan," sebut Anthony. 

"Jadi saya mohon dan saya memberikan masukan kepada pemerintah pusat atau siapa pun yang berwenang, mesti koordinasi. Karena saya yakin kalau Anda (pemudik) semua dikurung di Jakarta, fasilitas kesehatan di Jakarta itu tidak cukup kapasitasnya untuk handle semua. Jadi saya menyarankan justru ini kita bergotong royong, berbagi beban dengan pemda, (pemerintah) pusat berbagi beban dengan pemda. Dan kita ini menyelamatkan masyarakat. Ini nggak ngomong ekonomi, nggak ngomong untung atau rugi," tambahnya. 

Keren kan pendapat dari boss PO Sumber Alam ini, dan seandainya saran-saran dari beliau dijalankan pemerintah saya rasa keadaan akan kebih baik dari yang terjadi saat ini.
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email