Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

12 December 2015

Tuhan Sedang Mengemudikan Kita Saat Kita Jalan Jalan Sesat

Dengan mengendarai bus, saya mengajak puluhan rekan ke Bandung. Tujuannya, jalan jalan sesat ke kota tersebut. Bagi teman teman, ini perjalanan sesat yang pertama. "Mas, kita mau pergi ke mana sih?." tanya seorang rekan. Kita "Ke Bandung" jawab saya sekenanya. "Mas pernah ke sana?", sambungnya dan saya jawab "Belum."


 "Bagaimana mas tahu jalan ke sana?" tanya yang lainnya. Saya jawab lagi "Kita 'kan bisa melihat peta." "mas tahu cara membaca peta?" Saya jawab "Jangan khawatir, kita pasti akan sampai ke tujuan". Percakapan sempat terhenti sejenak lantaran mereka sedang menikmati perjalanannya. "Kalau nanti lapar, kita makan di mana, mas?" tanya salah satu di antara mereka. "Kita bisa mampir di restoran", jawabku. "Mas tahu di mana restoran itu?" lanjut mereka dan saya jawab "Tidak. Tapi kita 'kan bisa mencarinya".

Satu sampai dua jam berikutnya masih banyak pertanyaan dilontarkan mereka. Namun setelah itu, suasana di dalam bus senyap. Awalnya saya mengira mereka sudah tidur kecapaian. Temyata tidak. Dari kaca spion dalam kabin bus, tampak mereka sedang asyik melihat-lihat pemandangan di luar yang gelap. Mengapa mereka tiba-tiba membisu? Itu pertanyaan dalam hatiku. "Kalian semua tahu tujuan kita?" aku bertanya memecah kesunyian". "Bandung" jawab mereka. "Tahu bagaimana bisa sampai ke sana?" tanyaku lagi dan mereka kompak menjawab "Tidak tahu".

 "Mengapa kalian membisu dan tidak bertanya lagi?" pancingku dan mereka kompak menjawab "Karena mas sedang mengemudi". Kalimat yang meluncur dari mulut mereka di kemudian hari menjadi semacam kekuatan dan harapan bagi kita semua dalam menghadapi perjalanan hidup. Ya, benar. Saya sedang mengemudi. "Bisa jadi kita mengetahui tujuan hidup kita (meski hanya tahu, "Bandung", tanpa tahu di mana dan bagaimana bisa sampai ke sana). Kita tak tahu jalan, kita tidak bisa membaca peta, kita tak tahu kalau bisa mampir di restoran di pinggir jalan. Namun mereka semua tahu persis yang terpenting saya sedang mengemudi dengan aman dan selamat dan mereka tidak perlu banyak tanya. Saya akan mencukupi apa yang dibutuhkannya karena saya yang mengajak. Tahukah bahwa Sang Maha Kuasa juga sedang mengemudi hari ini? Dan sebagai penumpang, apa yang kita lakukan? Barangkali, kita juga sering mengajukan beragam pertanyaan seperti diatas. Tapi dapatkah kita bersikap seperti mereka para penumpang saya, mulai menyadari dan percaya sepenuh hati bahwa Dia sedang mengemudi?
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tuhan Sedang Mengemudikan Kita Saat Kita Jalan Jalan Sesat. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers