Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

07 January 2015

Jendela Kereta Api Itu Bagaikan Pigura Yang Membingkai Lukisan Panorama Alam

Naik Kereta Api, sungguh sebuah pelesiran tersendiri. Jembatan tua, terowongan renta, bisa bercerita tentang keindahan dan kekayaan negeri ini. Mari menyusuri bukit-bukit tanah Pasundan yang dirambati kereta api. Kita mulai dari Terowongan Lampegan yang membelah bukit Gunung Kencana. Terowongan sepanjang 686 meter ini berada di Kampung Lampegan Pos, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Terowongan ini bisa dibilang sebagai situs penting dalam sejarah perkeretaapian negeri ini. Inilah terowongan pertama di Hindia Belanda yang dibangun tahun 1879 dan selesai 1882.


Sementara ini, terowongan memang belum berfungsi seperti dulu. Namun, PT KAI berencana mengoperasikan jalur ini lagi tahun 2014. Kereta Api Kiansantang rencananya akan menarik lima gerbong menyusuri pinggang karst Rajamandala.

Terowongan jalur kereta api di Lampegan, Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Terowongan tertua di Indonesia dengan panjang 686 meter ini dibangun tahun 1879-1882 oleh Staats Spoorwegen, perusahaan kereta api masa Hindia Belanda.
Sebagai bagian dari jaringan rel Bogor-Sukabumi-Bandung yang selesai dibangun tahun 1884, peran stasiun dan Terowongan Lampegan sangat vital. Jalur ini menjadi saksi kejayaan perkebunan di Priangan. Mulai dari Parakan Muncang hingga empat perkebunan teh besar di Cianjur, Gunung Kancana, Harjasari, Gunung Rosa, dan Gunung Manik. Empat perkebunan itu hingga kini masih hidup memasok teh bagi perusahaan air minum kemasan nasional hingga ekspor ke Maroko.

Asal nama Lampegan diperkirakan dari teriakan masinis ”Lampen aan..!” yang artinya kurang lebih ”nyalakan lampu”. Meski sempat lumpuh dihajar longsor, nasib Terowongan Lampegan masih lebih baik ketimbang terowongan vital lainnya di Jawa Barat yang teramputasi seperti terowongan Juliana, Hendrik, Wilhelmina, dan Terowongan Philip.

Selain menapaki terowongan sebagai situs bersejarah, jangan lupa menaiki ”artefak hidup” bernama kereta api. Inilah pelesiran asyik di atas rel. Betapa tidak, jendela kereta api itu bagaikan pigura yang membingkai lukisan berupa panorama alam tanah Pasundan.

Sensasi mata itu bisa dinikmati, antara lain dengan KA Serayu, jurusan Jakarta Purwokerto, Jawa Tengah, lewat Purwakarta, Bandung, Garut, dan seterusnya. Kita bisa menyusuri sejarah yang menjadikan kereta api ada, berikut lintasan, jembatan, dan terowongan yang dilaluinya. Kereta kelas ekonomi yang berpendingin ruangan berangkat pukul 08.25, dan tiba di Stasiun Cibatu, Garut, Jawa Barat, pukul 14.20 setelah melaju sekitar 6 jam.

Tikungan busur di Padalarang, Jawa Barat, dilihat dari gerbong kereta Serayu jurusan Jakarta Kota-Purwokerto
Kereta api beberapa kali menurunkan kecepatan. Setelah itu melaju pelan dan seakan kereta melayang. Ketika itu pemandangan di kiri-kanan tiba-tiba menghilang. Itulah sensasi ketika kereta melintasi jembatan di atas lembah. Jembatan Cisomang paling terkenal karena sebagai jembatan tertinggi di Indonesia. Jembatan setinggi sekitar 100 meter ini terletak di Desa Cisomang, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Kebetulan, Jembatan Cisomang yang bisa dilalui sekarang adalah jembatan baru yang diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 3 Agustus 2004. Jembatan Cisomang lama ada di sampingnya, dibangun pada tahun 1894 dengan panjang 230 meter. Jembatan Cisomang lama memiliki pilar besi baja dengan fondasi beton. Di bawahnya mengalir Kali Cisomang. Ada pula Jembatan Cikubang yang terkenal sebagai jembatan kereta api aktif terpanjang di Indonesia, sekitar 300 meter, dibangun tahun 1906. Jembatan ini terletak di antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Cilame.

Di antara lintasan tiga stasiun berurutan dari Stasiun Sasaksaat, Stasiun Cilame, dan Padalarang, inilah pusatnya jembatan bentang panjang. Di antara Stasiun Sasaksaat-Cilame terdapat 12 jembatan bentang panjang, kemudian di antara Stasiun Cilame-Padalarang ada 10 jembatan bentang panjang. Nikmatilah panorama di kanan kira yang indah bagai dalam kartu pos. Ada bukit-bukit hijau, lembah, jurang, dan sungai.

Kondisi jalur memang berkelok-kelok. Ketika suara derit rel mulai mengusik telinga, itu pertanda ada gesekan roda besi kereta dengan rel tambahan yang disebut rel gongsol, yang mengisyaratkan jalur rel mulai berkelok-kelok. Rel gongsol di kelokan rel untuk menahan supaya kereta tidak anjlok.

Pengalaman meraup keindahan alam dan sensasi di terowongan kereta api di dalam perut bukit mengiringi perjalanan menuju Cibatu dari Jakarta. Itulah Terowongan Sasaksaat, terkenal sebagai terowongan aktif terpanjang di Indonesia, yaitu 949 meter. Terowongan ini dibangun antara tahun 1902-1903. Menikmati kereta api, adalah menyusuri sejarah, sekaligus menikmati panorama negeri.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Jendela Kereta Api Itu Bagaikan Pigura Yang Membingkai Lukisan Panorama Alam. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers