Pin It

21 December 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 00:44

Rekor Baru, Harga Bitcoin Tembus Rp 300 Juta Pada Desember 2020

Pertengahan Desember 2020 saya mendapat email dari Indodax yang isinya mengabarkan harga Bitcoin tembus Rp300 juta. Bitcoin mencatatkan harga tertingginya sepanjang sejarah yaitu melewati USD22.000 atau sekitar Rp308 juta (kurs Rp14.000/USD) pada pertengahan Desember 2020. Ini tentu jauh diatas prediksi saya, pada bulan Agustus 2020 saya sempat memprediksi harga Bitcoin Rp 220 juta pada akhir tahun. Prediksi tersebut saya tulis dengan judul "Harga Bitcoin Naik Ke Rp 185jt, Tahan Dulu Di Akhir Tahun Tembus Rp 220 Juta." Kenaikan aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia ini di sepanjang tahun ini melewati 210%, dimana di awal tahun 2020 harga Bitcoin masih berada pada level Rp99 juta

Rekor Baru, Harga Bitcoin Tembus Rp 300 Juta Pada Desember 2020
Rekor Baru, Harga Bitcoin Tembus Rp 300 Juta Pada Desember 2020

4 Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis


Dapatkan Bitcoin gratis di BTCmining 

Atau anda juga bisa mendapatkan Bitcoin gratis di Bestmining 

Atau anda bisa mendapatkan Bitcoin dan altcoin lainnya seperti Litecoin, Ethereum, Dashcoin di Faucetcrypto

Atau bagi anda yang ingin mendapatkan Zec Cash gratis yang saat ini harganya juga semakin mahal di Global Hive


Pada 30 November 2020 kemarin, Bitcoin [BTC] resmi mengulang rekor nilai tertingginya di 2017 lalu pada harga US$ 19,800/BTC. Angka tersebut setara dengan Rp 275.000.000 (Data Aplikasi Pintu pada 30/11/2020). Ini merupakan lonjakan harga Bitcoin 40% di bulan November 2020. Kenaikan harga Bitcoin pada tahun ini berbeda pada tahun 2017 lalu di mana saat itu, orang-orang membeli Bitcoin tanpa melihat fundamental Bitcoin. Sekarang, orang sudah melihat fundamental Bitcoin yang terbukti sebagai investasi, aset safe haven dan menjadi nilai lindung inflasi yang baik.


Kita tentu masih ingat pada Desember 2017, Bitcoin pernah mencapai angka tertingginya dengan harga US$19,000. Setelah itu, harga BTC belum pernah menyamai rekor sendiri selama tiga tahun. Namun, pada 2020 sentimen positif dari publik maupun organisasi terhadap Bitcoin meningkat. Hal ini menghasilkan peningkatan harga Bitcoin. Terutama ketika memasuki Q4, para investor telah memprediksi bahwa di awal Desember akan terulang lagi rekor di 2017. Ternyata prediksi itu pun terjadi sedikit lebih awal dari yang diperkirakan. BTC resmi menutup bulan November 2020 dengan US$ 19,800. 


Mengutip dari Cointelegraph, investor besar terlihat saat kenaikan harga Bitcoin. Investor besar atau kluster whale ini muncul ketika Bitcoin mencapai titik tertentu. Banyak analis pun melihat adanya sinyal bahwa mereka tidak berniat menjual dalam waktu dekat.


Apa itu kluster paus? Hal itu terbentuk saat paus (sejumlah orang dengan modal besar) membeli BTC dan tidak memindahkan kepemilikan mereka. Hal lainnya yang menjadi tren di tahun 2020 ini adalah meningkatnya volume pertukaran baik dari institusional maupun spot exchange. Laporan menunjukkan bahwa minat pada Bitcoin di CME sudah melampaui US$ 1 miliar pada bulan November. Lalu BTC/USDT di Binance secara konsisten menghasilkan lebih dari US$ 1,5 miliar dalam volume harian. 


Berbagai poin data juga menunjukkan bahwa yang memimpin reli bukan pasar derivatif atau berjangka. Justru yang memimpin reli adalah pasar spot. Tren ini membuat reli lebih stabil dan mengurangi risiko koreksi besar-besaran. Karena ketika pasar berjangka menyumbang sebagian besar volume selama tren naiknya Bitcoin, akan ada risiko besar likuidasi berjenjang. Dengan pasar spot memimpin reli kali ini membuat tren naik BTC lebih berkelanjutan. 


Prediksi Harga Bitcoin 2021


Melihat reli Bitcoin tahun ini, para ahli sangat positif jika di 2021 nanti Bitcoin akan berada di track yang tepat. Hal ini masuk akal jika melihat harga BTC sekarang dan sentimen positif dari perusahaan seperti PayPal dan Square yang mulai mengadopsi Bitcoin.


CEO dari Strategic Wealth Partner, Mark Tepper juga menjelaskan bahwa akan banyak orang investasi BTC di masa depan "Sama seperti konsep FOMO, kalau saya tidak pernah punya aset Bitcoin kemudian sewaktu-waktu harganya mencapai US$ 100,000 per koin. Mungkin saya bisa menangis setiap malam karena menyesal tidak pernah membeli."

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email