Pin It

28 December 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 06:18

Bo Bendsneyder, Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team Berdarah Surabaya

Tim Pertamina Mandalika SAG sudah mengumumkan pembalapnya untuk berlaga di Motogp kelas Moto2, mereka adalah rider senior Thomas Luthi dan Bo Bendsnyder. Nah, yang akan saya bahas disini hanya Bo Bendsnyder yang menggantikan posisi Dimas Ekky yang gagal berlaga karena tidak memenuhi syarat. Bo Bendsnyder ini rider Moto2 tim Pertamina Mandalika SAG Racing Team berkewarganegaraan Belanda dan ternyata pintar bahasa Indonesia. Dalam perkenalannya melalui akun Instagram, Bo Bendsnyder dengan bangga menyebut dirinya dengan panggilan Jawa, Mas Bo. Bo Bendsneyder punya garis keturunan Indonesia, Eyangnya berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Punya keterikatan dengan Indonesia membuatt Bo Bendsneyder sangat lancar berbahasa Indonesia, dan dia mengaku bangga bisa membalap untuk tim asal Indonesia. 


Bo Bendsneyder, Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team Berdarah Surabaya
Bo Bendsneyder, Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team Berdarah Surabaya

Jadi Bo Bendsneyder ini juga masih punya garis keturunan Indonesia. Tepatnya, dari kakek pihak ayahnya yang merupakan orang Surabaya. Kakek Bernseyder disebut pindah ke Belanda pada tahun 1956 dari Surabaya. Kemudian keluarganya menetap di Belanda dan dia lahir di Rotterdam, 4 Maret 1999. Menariknya, mereka sekeluarga disebut masih sering mengunjungi sanak saudaranya di Indonesia. 


Bo Bendsnyder Rider Pertamina Mandalika SAG


Awalnya tim Pertamina Mandalika SAG akan menggunakan duet pembalap asing dan lokal Indonesia, yakni Thomas Luthi dan Dimas Ekky. Namun Dimas Ekky, pembalap Astra Honda Racing Team gagal berlaga di Moto2 karena tidak masuk kriteria Komisi Grand Prix yang diisi FIM (Federasi Sepeda Motor Internasional), Dorna (penyelenggara Kejuaraan Dunia Balap Motor), dan IRTA (Asosiasi Tim Balap Internasional). Dimas Ekky sebenarnya punya prestasi di masa lalu (podium CEV Moto2). Tapi ada jeda (setelah ikut Moto2 2019, ia absen balapan di tahun 2020). Komisi Grand Prix ini ingin ada kontinuitas, ini yang menyebabkan Dimas Ekky gak lolos. Sebagai gantinya, Pertamina Mandalika SAG Team mencari pembalap yang punya darah Indonesia lalu menunjuk nama pembalap Belanda, Bo Bendsneyder. Penunjukkan nama Bo Bendsneyder pasti bukan tanpa pertimbangan. 


Ceritanya, Setelah Dimas Ekky mendapat penolakan dari Komisi Grand Prix, mulai muncul kandidat yang memiliki darah atau keturunan dari Indonesia. Lalu pihak Pertamina Mandalika Racing mencari dan menemukan Bo Bendsneyder yang kemudian diajukan ke SAG. Lalu SAG minta rapor Bo Bendsneyder. Bo Bendsneyder ini pernah juara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2015. Dia juara, hampir setiap race menang terus. Setelah itu ke Moto3 dan Moto2, tapi sayang tidak memperkuat tim yang tepat. Setelah melihat rapor Bo Bendsneyder, SAG lalu bilang, kalau pembalap ini gabung kita, pasti oke. Apalagi pakai motor Kalex. SAG yakin bisa bawa Bo Bendsneyder kompetitif. 


Nah, Pertamina Mandalika SAG Team punya kolaborasi pembalap senior dan junior pada Moto2 2021. Mereka adalah duet rider kenyang pengalaman, Tom Luthi dan Bo Bendsneyder. Dengan komposisi pembalap seperti ini, Pertamina Mandalika SAG Team sudah seharusnya menjadi tim yang kompetitif. 


Mengenal Bo Bendsneyder, Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team Keturunan Surabaya 


Bo Bernseyder yang kini berusia 21 tahun memilih turun di ajang road racing sejak usianya masih 12 tahun. Bukan justru memilih menjadi pembalap motorcross seperti pembalap-pembalap ternama asal Belanda di MXGP. Bendsneyder mulai mengikuti kompetisi di kejuaraan nasional Jerman dan Belanda mengendarai motor Honda NSF100 dan Moriwaki. Kemudian pada 2014, ia turun di kelas Moto3 Jerman, sebelum pindah ke Red Bull Rookies Cup pada 2015. Selama turun di Red Bull Rookies Cup, Bendsneyder pun bertarung melawan banyak rider yang kini juga bersaing di ajang Grand Prix, seperti Fabio di Giannantonio, Ayumu Sasaki, Raul Fernandez, Kaito Toba, dan masih banyak lagi. 


Bendsneyder pun tampil sangat dominan di Red Bull Rookies Cup kala itu. Rider yang identik dengan nomor balap #64 ini sukses merebut 10 podium, yang delapan di antaranya merupakan kemenangan. Pada akhir musim, ia jadi juara, mengalahkan Giannantonio dan Sasaki. Sembari turun di Red Bull Rookies Cup, Bendsneyder juga turun di ajang FIM CEV Moto3 Junior World Championship. kala itu, ia mengendarai Honda bersama Dutch Racing Team. Ia pun mengakhiri musim di peringkat 7, dengan raihan satu podium. 


Prestasinya di kedua kejuaraan ini pun membuat Bendsneyder digaet oleh salah satu tim paling prestisius di Moto3 Grand Prix pada 2016, yakni Red Bull KTM Ajo, yang dibesut oleh tangan dingin Aki Ajo. Musim debutnya di ajang dunia pun sama sekali tak buruk, karena ia sukses merebut dua podium, usai finis ketiga di Silverstone, Inggris, dan juga Sepang, Malaysia. 


Pada 2017, Bendsneyder bertahan di Red Bull KTM Ajo. Ia konsisten bertarung di posisi 10 besar, namun sayangnya paceklik podium. Hasil terbaiknya hanyalah finis keempat di Brno, Ceko. Dengan tubuh yang makin tinggi besar meski masih 19 tahun, Bendsneyder naik ke Moto2 pada 2018.


Membela Tech 3 Racing, ia pun sulit tampil kompetitif, dan bahkan mengalami insiden mengerikan di Motegi, Jepang, saat mesin motornya meledak dan membuat tulang tibia kaki kirinya patah, hingga harus absen di tiga seri terakhir. 


Pada musim 2019 dan 2020, Bendsneyder pindah ke NTS RW Racing GP. Ia lagi-lagi sulit tampil kompetitif, sampai-sampai memutuskan pindah WorldSSP pada 2021. Pada 30 November 2020 lalu, ia bahkan diumumkan resmi membela Dutch EAB Racing Team untuk mengendarai Yamaha R6. 


Namun, tampaknya kesepakatan antara Bendsneyder dan Dutch EAB Racing Team dibatalkan demi membela Pertamina Mandalika SAG Team di Moto2 2021. Mengendarai motor Kalex versi 2020, ia pun diharapkan bisa tampil kompetitif tahun depan. 


Berikut video Bendsneyder memperkenalkan diri dengan panggilan “Mas Bo”. 



“Halo MotoGP Mania Indonesia, saya Bo Bendsnyder alias Mas Bo, saya akan balapan Moto2 bersama Pertamina Mandalika SAG Team tahun depan, dan saya senang sekali bisa balapan untuk Indonesia.


Jadi, MotoGP Mania Indonesia, saksikan Mas Bo tahun depan ya, semangat,” kata Bo dalam unggahan video singkat di Instagramnya, menyapa penggemar MotoGP Indonesia, berbicara lancar dalam bahasa Indonesia. 

Sumber: Bola.net, Motogp.com, KTM Racing 

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email