Pin It

19 August 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 09:20

Harga Bitcoin Naik Ke Rp 185jt, Tahan Dulu Di Akhir Tahun Tembus Rp 220 Juta

Bertepatan hari kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, harga Bitcoin naik hingga Rp185 juta per BTC. Tentu saja hal ini menyenangkan, tapi sebisa mungkin mending kita tahan. Jangan dulu jual Bitcoin kita karena nanti di akhir tahun harga Bitcoin sangat mungkin menembus Rp222 juta per BTC. Prediksi saya ini berdasar pada beberapa parameter mulai dari dukungan kuat Kantor Pengawas Mata Uang Dolar (OCC) Kementerian Keuangan AS hingga langkah perusahaan publik MicroStrategy yang membeli ribuan BTC sebagai basis investasinya. OCC mengatakan bahwa semua bank di Amerika Serikat dipersilahkan membuka layanan kustodian aset kripto bagi nasabahnya. Bagi saya ini sama halnya menambah pilihan pintu masuk bagi penggemar Bitcoin. 

Harga Bitcoin
Bitcoin

Jika kita perhatikan sebenarnya sih faktor utama pelejit Bitcoin adalah langkah pemerintah AS yang terus-menerus merangsang pasar dengan stimulus ekonomi dengan memasukan uang baru ke dalamnya. Ini yang disebut sebagai banjir likuiditas dan menekan nilai dolar AS di pasar global. Kemudian keputusan perusahaan publik MicroStrategy untuk membeli 21.454 BTC senilai US$250 juta atau setara dengan Rp3,6 triliun yang diumumkan pada 11 Agustus 2020. 

Bahkan Chief Executive Officer (CEO) Indodax Oscar Darmawan menyatakan harga Bitcoin berpotensi kembali tembus US$20.000 per koin atau setara Rp 300 juta (asumsi Rp 15.000/US$). Penyebabnya, krisis ekonomi yang sedang mengintai dunia. "Bitcoin selalu cenderung menguat saat krisis karena ada lonjakan dari masyarakat untuk membeli safe haven aset class yang menimbulkan demand akan Bitcoin yang pada akhirnya membuat timbulnya lonjakan harga akan Bitcoin," terangnya. 

Tak hanya itu, akhir pekan lalu, mayoritas mata uang kripto di luar Bitcoin juga menguat ke level tertinggi tahunan; dengan Ether (ETH) melampaui 400 dolar AS (sekitar Rp 5,9 juta), menurut Analis Cointelegraph, Keith Wareing. "Namun, Bitcoin menunjukkan dominasinya, menyapu bersih beberapa miliar dari seluruh keuntungan, dalam waktu lebih dari satu jam," kata Wareing lagi, seperti dilansir dari Asia Times. 

Wareing pun menuliskan proyeksi kondisi Bitcoin di pekan ini, khususnya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencetuskan wacana pemboikotan TikTok. Menurutnya, "jika Bitcoin gagal menahan resistensi multitahun senilai 10.500 dolar AS (sekitar Rp 154,5 juta), maka akan terjadi downside terbatas pada fib 0,382 di kisaran 9.500 dolar AS (sekitar Rp 139,8 juta)." Di sisi lain, jika Bitcoin bisa bertahan di harga 12 ribu dolar AS (sekitar Rp 176,6 juta), maka tingkat resistensinya ada di angka 13.500 dolar AS (sekitar Rp 198,6 juta), setara 0,618 fib. 

Nah, permintaan bitcoin semakin tinggi seiring investor meyakini uang krypto ini kebal krisis. Harga bitcoin cenderung dalam tren naik di tengah pandemi Covid-19 yang masih menekan ekonomi. Saat ini, secara tidak langsung stimulus dalam rangka penanganan pandemi yang para bank sentral keluarkan turut mendorong permintaan bitcoin. 

Dari beberapa faktor diatas, secara pribadi, harapan saya semakin besar terhadap Bitcoin secara umum, karena ditopang oleh sentimen positif banyak pihak yang berpengaruh di bidangnya. Karena itu pula kita berharap harga Bitcoin bisa naik lebih tinggi lagi di beberapa bulan sebelum akhir tahun ini di kisaran US$15 ribu (Rp222 juta) per BTC.

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email