Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Featured Post

Jalan-jalan Sesat Adalah Kebutuhan, Mari Jalan-jalan Sesat Tanpa Tapi

Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan tanpa sadar saya teringat dengan Urban Philosophy saat...

Pin It

07 February 2020

Fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcano) Bledug Kesongo Dan Bledug Kuwu

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 19:32

Berawal dari video mud volcano di story WA rekan saya Galih Adi Saputra saya jadi ingin membahas mengenai gunung api lumpur di Kesongo atau tepatnya di area Perhutani KPH Randublatung Blora, terletak di Petak 141 RPH Padas BKPH Trembes. Luas area sekitar 100 Ha berupa hamparan tanah kosong yang sebagian ditumbuhi rumput serta beberapa kubangan air atau rawa – rawa. Lokasi ini juga lebih dikenal dengan sebutan Oro-oro Kesongo atau Bledug Kesongo. Hal yang menarik adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus. Jadi disini tidak hanya hamparan lumpur mengering, letupan- letupan lumpur menyerupai semburan lumpur Bledug Kuwu di Grobogan ini juga membentuk gugusan kecil seperti miniatur gunung berapi.

Fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcano) Bledug Kesongo Dan Bledug Kuwu

Tidak mengherankan kalau mud volcano mirip dengan gunung api lumpur (mud volcano) Bledug Kuwu yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Mud volcano di Kesongo memang letaknya ada di selatannya Bledug Kuwu dan masih satu jalur yang ada di Wirosari dan Kradenan. Berikut video mud volcano di Kesongo, tapi dalam video ini saat tenang dan tidak terjadi semburan besar. 


Proses Terjadinya Semburan Lumpur 

Kok bisa terjadi semburan lumpur ya? Jika kalian ingat semburan lumpur Lapindo Brantas di Sidoarjo itu secara prinsip sama yakni berasal dari gunung api lumpur di perut bumi. Namun semburan lumpur yang terjadi di Kesongo tidak sebesar semburan yang terjadi di Lapindo. Lokasi semburan di Kesongo juga berjumlah banyak dan menyebar. Proses semburan lumpur pun cukup unik karena kejadiannya menyerupai proses muntahnya magma dari gunung berapi, cuma yang menyembur adalah lumpur bercampur garam, bukan belerang. 

Fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcano) Bledug Kesongo Dan Bledug Kuwu

Bentuk lokasi semburan lumpur pun menyerupai bentuk miniatur dari gunung berapi. Pada waktu tertentu semburan lumpur di Kesongo menjadi besar yang terjadi dalam seharian. Besarnya semburan kurang lebih sama dengan semburan di Bledug Kuwu Grobogan. Pada saat akan terjadinya ledakan besar pada Lumpur kesongo biasanya ditandai dengan adanya suara gemuruh dan gempa kecil terlebih dahulu. 

Sebenarnya fenomena ini sudah ada ribuan tahun lalu, malah mungkin puluhan ribu tahun lalu. Namun sayangnya tidak ada catatan sejarah, yang ada hanya cerita dari mulut ke mulut dan isinya lebih banyak percampuran fakta sejarah dan mitos. Secara ilmiah kegeologian, fenomena ini sih mirip dengan semburan lumpur di sumur Lapindo Sidoarjo. 

Yang membedakan adalah Jika di Sidoarjo, terjadi karena dampak pengeboran sumur minyak/gas, sedangkan di Kesongo dan Kuwu semburan terjadi secara alamiah. Menurut kegeologian dataran Kuwu dan sekitarnya pada ratusan ribu tahun hingga jutaan tahun lalu adalah dasar atau lantai lautan. Proses pengangkatan kerak bumi menjadikan wilayah ini jadi dataran luas diselingi perbukitan bergelombang. Gelembung dan ledakan lumpur yang mengikutinya merupakan fenomena alam yang disebabkan terkumpulnya gas di perut bumi yang kemudian terdesak ke permukaan. Semburan tersebut mengandung gas yang terdiri dari solfatara (H2S) dan mofet (CO2) yang muncul akibat proses kimawi mineral yang menerima panas. 

Kandungan Garam Di Semburan Lumpur 

Reaksinya timbul gas, dan ini persis proses terjadinya gunung berapi. Keluarnya lumpur menunjukkan gas mencari jalan keluar dari perut bumi, mendesak bagian paling mudah diterobos yaitu yang mengandung air dan tanah lempung gampingan. Dan ada hal menarik dari mud volcano ini yakni ada kandungan garam di lumpur yang menyembur. 

Mengapa ada garam? Ya, karena material yang disemburkan adalah endapan hasil erosi lapisan, bekas lantai lautan sangat luas jutaan tahun lalu. Makanya spot semburan lumpur dan gas ada di Kesongo di Kecamatan Sulursari, Buran Banjarejo di Desa Banjarejo. Kemudian Desa Jono, Tawangharjo, sumur Crewek dan Banjarsari, serta Ngaringan. Namun semburan terbesar ya bledug Kuwu di Grobogan. 

Fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcano) Bledug Kesongo Dan Bledug Kuwu

Secara kasat mata, di Bledug Kuwu ada sekurangnya tiga titik semburan, dengan titik di tengah yang disebut masyarakat setempat sebagai Jaka Tuwa, mengeluarkan letupan paling besar dan terus menerus. Garam Bledug Kuwu terkenal sejak dulu kala. Di zaman keemasan Kasunanan Surakarta, garam bleng dari Kuwu jadi konsumsi pelengkap masyarakat Mataram. Saat ini produksi garam Kuwu masih berlangsung, dilakukan turun temurun oleh warga sekitar. 

Fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcano) Bledug Kesongo Dan Bledug Kuwu

Proses produksi garam dilakukan di sisi timur luat pusat semburan, masih di kawasan yang sama yang tanahnya sudah memadat. Air yang disuling jadi garam adalah hasil penyaringan dari lumpur air yang menyembur dari dalam perut bumi. Setelah sekurangnya dua kali diendapkan di penampungan, air mengandung garam dikeringkan di bilah-bilah bambu. 

Fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcano) Bledug Kesongo Dan Bledug Kuwu

Nah, itulah daya tarik dari letupan gelembung lumpur diantara rawa rawa yang seolah tiada habis material dan energinya. Kadang gelembungnya besar dan memuncrat tinggi, kadang sedang dan kecil-kecil saja.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Fenomena Gunung Api Lumpur (Mud Volcano) Bledug Kesongo Dan Bledug Kuwu. Ikuti saya di
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Foto Dalam Instagramku @widodogroho

Followers