Pin It

07 December 2019

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 23:21

5 Hari Perjalanan Multi Axle Trailer dari Jetty Maspion Gresik Menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro

Setelah membahas truck multiaxle trailer di tulisan sebelum ini, sekarang saya akan bahas bagaimana mobilisasi muatan panjang dan berat atau dalam dunia trucking disebut over dimensional cargo (ODC). Dalam tulisan kali ini saya akan membahas 5 hari mobilisasi 6 unit equipment atau peralatan besar dari Jetty Maspion Gresik, menuju JTB Site di Bojonegoro dengan Berat: 100 ton; Panjang: 27 meter; Lebar: 3 meter. Jarak yang ditempuh adalah 136 km dan kecepatan multi axle antara 5-10 km/h. Ekspedisi ini adalah mobilisasi atau Heavylift Inland Transport dalam pembangunan Proyek Gas Processing Facility (GPF), Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) menggunakan multi axle trailer 18 axle dengan jam kerja pukul 22.00 hingga 04.00 WIB, diluar waktu tersebut, multi axle dan seluruh crew istirahat. 

5 Hari Perjalanan Multi Axle Trailer Dari Jetty Maspion Gresik Menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro

Jalur atau rute yang dilalui multi axle heavy transport tersebut dari Jetty Maspion ke Bojonegoro akan melalui rute dari Maspion Jetty Gresik, jalan Sukomulyo Raya, jalan Roomo, jalan KIG Raya Barat, jalan KIG Jalan Raya Selatan, jalan Doktor Wahidin, jalan Raya Gresik - Babat. Melewati jalan Gotong Royong, jalan Patung Sapi, jalan Baureno-Bojonegoro. Setelah itu melewati jalan Ahmad Yani, jalan Untung Suropati, jalan Rajekwesi, jalan Raya Cepu Via ROW Access dan tiba JTB Site. Jarak yang akan ditempuh kurang lebih 136 kilometer. Termasuk beberapa belokan yang sudah diantisipasi saat melintas. Dalam perjalanannya nanti ada tempat berhenti di Bojonegoro yakni Asih Jaya Restaurant, Before Baureno Bridge dan Gas Station 54.621.07 (after EMCL Camp Talok). Nah, disini mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa dari pelabuhan Maspion Gresik? Dipilihnya pelabuhan Gresik karena faktor rute yang akan dilalui, kalau pelabuhan Tuban ada rasa khawatir saat melintasi jembatan panjang. 

5 Hari Perjalanan Multi Axle Trailer Dari Jetty Maspion Gresik Menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro

Multi Axle Dikawal Polisi, PT PLN dan PT Telkom 

Seperti kita ketahui bersama, muatan dengan dimensi besar tak jarang menimbulkan kemacetan panjang. Maka harus melalui perhitungan cermat untuk memilih jalur terbaik menuju destination point atau tempat bongkaran. Dengan perhitungan matang, maka muatan bisa sampai tujuan dengan tetap menghargai pengguna jalan lain. Untuk mewujudkan hal tersebut maka wajib koordinasi dengan kepolisian, PLN dan Telkom. Selain itu juga telah koordinasi dengan Badan Pengawas Jalan Nasional (BPJN) karena melintas jalan nasional.

Untuk pengamanan mobilisasi peralatan berat Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) tersebut, PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku kontraktor telah berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Polres jajaran yang masuk dalam jalur mobilisasi tersebut, yaitu Polres Gresik dan Polres Lamongan. Untuk pengawalan PJR dari Polda, sedangkan untuk pengamanan di wilayah masing masing polsek dan dari Sat Sabhara serta dari Sat Lantas Polres Bojonegoro. Kemudian untuk mengantisipasi beberapa kemungkinan yang akan terjadi mereka juga melibatkan petugas dari PT Telkom, PLN dan BPBD Bojonegoro. 

Sebagai persiapan proses Heavy Inland Transport tersebut, PT Rekind telah memperkuat 5 jembatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, yaitu Jembatan Semar Mendem di Desa Trojalu Kecamatan Baureno; Jembatan Besuki Kulon di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen; Jembatan Pacal di Desa Kabunan Kecamatan Balen; Jembatan Jetak di Kelurahan Jetak Kecamatan Bojonegoro Kota, dan Jembatan Kalitidu, di Desa Brenggolo Kecamatan Kalitidu. Kelima jembatan tersebut telah diperkuat oleh Konsorsium RJJ dengan Sub Kontraktor pelaksana PT. Daya Patra Ngasem Raya (DPNR) dari Kecamatan Kalitidu. 

Data Equipment:

1). Absorber Section 1; Berat:106 ton; Panjang: 15 meter; Diameter: 4 meter; 

2). Absorber Section 2; Berat: 98 ton; Panjang: 15 meter; Diameter: 4 meter; 

3). Absorber Section 3; Berat: 103 ton; Panjang: 16 meter; Diameter: 4 meter; 

4). Absorber Section 4; Berat: 100 ton; Panjang: 17 meter; Diameter: 4 meter; 

5). Selexol Section 1; Berat: 91 ton; Panjang: 34 meter; Diameter: 4 meter; 

6). Selexol Section 2; Berat: 57 ton; Panjang: 33 meter; Diameter: 3 meter.

Berikut ini proses Heavy Inland Transport untuk Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB), di Bojonegoro:  

Schedule Heavy Inland Transport Periode 1: Heavy Inland Transport periode 1: Untuk Absorber Section 2 dan Absorber Section 3, dilaksanakan pada tanggal 28 November 03 Desember 2019, Terdiri dari 2 multi axle, yaitu multi axle 1 dan multi axle 2.  

Multi axle keluar dari Jetty Maspion Gresik: Multi Axle 1, pada Kamis (28/11/2019) dan Multi Axle 2, pada Jumat (29/11/2019). 

5 Hari Perjalanan Multi Axle Trailer Dari Jetty Maspion Gresik Menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro

Multi Axle 1 masuk rest area Jembatan Timbang Baureno Bojonegoro pada Minggu (01/12/2019) pukul 03.00 WIB; Sedangkan Multi axle 2 masuk rest area Jembatan Timbang Baureno pada hari Senin (02/11/2019) pukul 03.00  WIB. 

Multi Axle 1 masuk Kota Bojonegoro pada Senin (02/12/2019) pukul 01.00 WIB. Multi Axle 2 masuk kota Bojonegoro pada Selasa (03/12/2019) pukul 01.00 WIB. 

Saat memasuki Kota Bojonegoro, ada 3 manuver yang dilakukan oleh multi axle, yaitu di Bundaran Adipura Sumbang, Perempatan Jalan Untung Suropati dengan Jalan Rajekwesi Bojonegoro dan di Bundaran Jetak Bojonegoro. 

5 Hari Perjalanan Multi Axle Trailer Dari Jetty Maspion Gresik Menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro

Seharusnya untuk menempuh rute tersebut hanya membutuhkan waktu tempuh selama 4 malam dengan 3 kali stretching (istirahat), namun karena adanya kepadatan lalu-lintas atau kemacetan di jalur Gresik Lamongan,  waktu tempuhnya molor semalam, menjadi 5 malam, dengan 4 kali stretching (istirahat). 

5 Hari Perjalanan Multi Axle Trailer Dari Jetty Maspion Gresik Menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro

Dengan molornya waktu berimbas pada titik lokasi stretching (istirahat), yang semula direncanakan 3 titik, berubah menjadi 4 titik lokasi, yaitu start dari Jetty Maspion Gresik (KM+0) yang pertama berhenti (istirahat) di SPBU Tebaloan Duduk Sampeyan Gresik (KM+24); Yang kedua berhenti (istirahat) di Rumah Sakit Muhammadiyah Babat Lamongan (KM+68); Yang ketiga berhenti (istirahat) di Jembatan Timbang Baureno Bojonegoro (KM+83); Dan yang keempat berhenti (istirahat) di Rumah Makan Ngulanan Dander (KM+116); selanjutnya menuju Lokasi Metering JTB (KM+133). 
Berikut video 5 Hari Perjalanan Multi Axle Trailer Dari Jetty Maspion Gresik Menuju Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro


Heavy Inland Transport Part 2 Dan 3 

Untuk Heavy Inland Transport periode 2, yaitu mobilisasi untuk Selexol Section 1 dan Selexol Section 2, akan dilaksanakan pada tanggal 21 27 Desember 2019. Sedangkan untuk Heavy Inland Transport periode 3, mobilisasi untuk Absorber Section 1 dan Absorber Section 4, dilaksanakan pada tanggal 06 12 Januari 2020.  
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers