Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

30 January 2014

Pelurusan Sejarah Nama Jalan Daendels Selatan

Menurut Sejarawan Kebumen mas Ravie Ananda Jalan raya di sepanjang pesisir pantai selatan pulau Jawa yang membentang dari Brosot hingga Kebumen telah ada jauh sebelum adanya jalan Daendels Utara. Jalan ini pada masa kerajaan lebih dikenal dengan nama Urut Sewu yang diambil berdasar bentang alam di sepanjang jalan tersebut karena terdiri dari banyaknya gugusan pegunungan pasir laut dan pegunungan karst sehingga disebut Urut Sewu. Jalan ini merupakan jalan kuno penghubung kerajaan – kerajaan di Pulau Jawa. Jalan ini dikenal juga dengan nama jalan Diponegoro, didasarkan pada sejarah bahwa jalur tersebut merupakan rute pertempuran dan pertahanan Pangeran Diponegoro yang memusatkan pertahanannya di wilayah Bagelen selatan yang dahulu dikenal dengan nama Panjer. 




 Pasca Perang Diponegoro, Bagelen dibagi menjadi empat afdeling yakni Kebomen; nama baru dari Panjer, Ambal, Ledok, dan Koetoarjo. Afdeling ambal memiliki wilayah di sepanjang pantai Selatan mulai dari muara sungai Bogowonto sebagai batas wilayah antara Bagelen dan Mataram hingga ke barat berbatasan dengan Cilacap (Jetis) sebagai batas wilayah antara Bagelen dan Banyumas. Pada masa itu (1838) menjabat sebagai Adsistent Resident di wilayah Ambal adalah A.D. Daendels, dan Regent Raden Tumenggung Purbanegara. Dari A.D. Daendels inilah kemudian Jalan Raya Utama penghubung antar kerajaan tersebut dinamakan Jalan Daendels.

Peta Jl Daendels Selatan Ambal. Kebumen

Meski A.D. Daendels (1838) sebagai Adsistent Resident Ambal yang kemudian diambil namanya sebagai nama jalan di pantai selatan tersebut lebih muda kurun waktunya dibanding dengan Willem Daendels (1808) akan tetapi jalan tersebut keberadaannya jauh lebih awal dibanding dengan Jalan Daendels Utara.

Untuk membedakan jalur ini, maka pemerintah Kolonial memberi sebutan yang berbeda yakni Postwegen (Jalan Raya Post) untuk jalan Daendels di pantai utara, dan Belangrijke Wegen (Jalan Raya Utama) untuk jalan raya di pantai selatan, yang memang sejak jaman dahulu kala telah berfungsi sebagai jalan raya utama penghubung antar kerajaan di seluruh pulau Jawa.
Kebumen.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Pelurusan Sejarah Nama Jalan Daendels Selatan. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers