Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

08 May 2015

Di Indonesia Dan Jakarta Pada Khususnya Pengendara Motor Adalah Raja

Nyaris tiap hari warga Jakarta disuguhi pemandangan jalanan Ibu Kota yang penuh sesak dengan berbagai macam kendaraan. Dari sekian banyak jenis kendaraan yang berebut jalan untuk sampai ke tujuan, sepeda motor menjadi raja jalanan di Jakarta. Kalau di Belanda, raja jalanannya itu pengguna sepeda. Kalau di Paris, raja jalanannya itu pejalan kaki. Kalau di Jakarta, raja jalanannya sepeda motor. Perilakunya seenaknya. Kemacetan, merupakan faktor paling menantang, bagi seorang pengendara untuk tetap duduk kalem, di belakang kemudi, atau stang.  Tetapi itu memang bukan hal mudah. Mungkin, karena terlalu sering menghadapi kemacetan, orang jadi terbiasa seradak-seruduk meski jalanan sedang tak lagi macet alias lancar.


Fenomena yang terjadi pada para pengguna sepeda motor, adalah tidak mau memedulikan keselamatan dirinya dan pengguna jalan lain. Pengguna sepeda motor juga kerap tak mau mengalah dan merangsek masuk saat ada celah kosong antara kendaraan atau nekat melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan. Bahkan, para pengguna sepeda motor ini juga tak segan melawan arah atau mengambil hak pejalan kaki dengan melintas di pedestrian.


Berikut  tingkah laku pengendara yang rusuh meski jalan sedang normal:

1. Merebut celah di lampu merah 


Saat di depan lampu lalu-lintas, ada saja pengendara yang seolah-olah buta warna. Tak peduli nyala lampu rambu lalu-lintas masih merah, gas langsung ditancap, saat jalanan di depan sedikit bercelah.

2. Memaksa kendaraan di depan segera jalan 


Dalam situasi lampu merah baru berganti hijau, banyak pengendara yang sudah tak sabar untuk segera bergegas. Karena itu, setelah lampu merah berganti, bunyi klakson biasanya langsung sahut-menyahut. Tak jarang juga situasi itu terjadi saat lampu masih menyala merah.

3. Putar arah ilegal


Ini juga biasa dilakukan pengendara motor saat dihadapkan pada dua titik putaran. Lokasi putaran yang lebih jauh namun resmi, dan putaran kedua yang ilegal; seperti taman pemisah jalur, atau trotoar pemisah yang masih bisa dilalui motor untuk memotong jalan. Meski jalanan lancar, banyak pengendara memilih putaran alternatif, alias yang ilegal itu.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Di Indonesia Dan Jakarta Pada Khususnya Pengendara Motor Adalah Raja. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers