Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

02 May 2015

Langkah Sukses Meniru Sistem Kerja Crew Bus Bumel

Malam ini saya memikirkan tentang bus bumel. Dalam pemikiran saya, saya merenung memikirkan bagaimana psikologis supir bus beserta team nya tersebut. Ada hal yang sangat menarik menurut saya, ketika bus mulai berjalan perlahan keluar dari mulut terminal. Sepanjang perjalanan sang supir sama sekali terlihat tidak waspada dan terkesan sembrono dengan tangan kanan memegang stir dan tangan kiri menggenggam handphone. Namun, sang kondektur sangat awas dalam mencari penumpang bagai elang yang sedang mencari mangsa.


Perlahan bus mulai bergerak kencang membelah jalan. Tak ayal sang supir mendadak oleng ke kiri saat sang kondektur berteriak ada penumpang di sebelah kiri.... sepanjang jalan sang kondektur terus berteriak menyebutkan nama daerah yang akan dilalui bus ini. Kerjasama yang apik terus diperlihatkan oleh supir, kondektur dan beberapa pedagang asongan yang bertugas sebagai mata – mata. Tugas pedagang asongan ini menjelaskan jeda waktu antara bus ini dengan bus yang ada di depannya. Bus yang kosong saat keluar dari mulut terminal pun akhirnya penuh sesak akibat team dari bus ini yang sangat solid. 

Menurut pengamatan saya, bus bumel memiliki team yang terdiri dari supir sebagai pemegang kemudi, kondektur yang memiliki tugas sebagai bagian keuangan dan navigator, para agen KPK (kacang, pisang, keripik) yang bertugas memberikan keterangan tentang keadaan dan kronologis bus yang ada di depan, dan seorang petugas dinas perhubungan yang memperbolehkan bus tidak masuk ke terminal jika diberi uang jajan. Di jalan pun tugas kondektur dan supir sangat solid. Sang supir selalu menuruti kata – kata kondektur yang menjadi navigatornya. Saat kondektur berteriak “kiri prei...!” maka bus pun diarahkan ke kiri.

Mengingat betapa apiknya pola organisasi dan komitmen dari supir bus dan team-nya itu, saya berfikir bahwa sebuah organisasi ataupun usaha pun idealnya bisa seperti itu. Seorang pimpinan yang harus terus tancap gas agar cepat dan selamat sampai tujuan (visi) dari organisasi tersebut, dengan tetap mendengar apa kata anggota organisasi seperti seorang supir mendengar dan percaya apa yang diucapkan oleh kondektur. Kondektur yang hebat akan menghasilkan penumpang yang banyak, begitulah kira – kira pendapat seorang supir bus bumel. Para anggota organisasi atau admin perusahaan, menurut saya tak ubahya para kondektur ini. Harus jeli melihat suasana, agar dipercaya oleh penumpang (ibaratkan penumpang adalah masyarakat) dan juga bisa dipercaya oleh seorang pimpinan. Sehingga saat anggota atau karyawan meminta pimpinan untuk bergerak ke kiri, seorang pimpinan pun karena sudah percaya maka akan membawa organisasi atau perusahaan (ibaratkan bus adalah organisasi) ke arah kiri karena di kanan banyak halangan misalnya. Begitupun jika sudah tidak bisa ke kiri dan ke kanan maka anggota akan meminta ketua untuk berhenti sejenak dan menunggu celah untuk bergerak. Yang terpenting dari sebuah organisasi atau perusahaan adalah bisa mencapai tujuan, dan tentunya itu bisa terlaksana hanya dengan kepercayaan yang utuh, komitmen, dan saling mendukung satu sama lain. 

Kepiawaian seorang pimpinan dalam memimpin perusahaan juga sangat penting, jika tidak memiliki keterampilan yang baik maka akan lama dan bahkan akan tidak mungkin untuk mencapai tujuan. Seorang supir bus itu sudah sangat berpengalaman sehingga bisa dengan sigap dan ahli dalam mengendarai kendaraan. Jika tidak, sulit bus tersebut dikendalikan terutama dalam keadaan berkecepatan tinggi.

Proses supir bus tersebut tentu tidaklah mudah, banyak cobaan baik dari segi psikologis maupun dari hal lain yang sudah mereka lalui. Namun, Tuhan tentu tidak menilai kita dari hasil yang kita buat, melainkan dari usaha yang kita lakukan. Proses yang maksimal tentu akan memberikan hasil yang maksimal juga. Begitulah teori gaya dan usaha yang saya tahu sejak dari SD. Jika kita memberikan gaya terhadap benda A, maka benda tersebut akan bergerak sesuai dengan gaya yang kita berikan. Kembali lagi ke supir bus, tentu bukan hal yang mudah menjadi seorang supir (pemimpin). Namun, proses yang diikuti dengan serius dan tidak main – main tentu akan memberikan kita hasil yang juga tidak main – main. Meski dari penampilan tentu terlihat acak – acakan, namun mereka memiliki keahlian yang belum dimiliki banyak orang.

Proses dalam mengambil keputusan saat mengemudi, resiko yang diambil, kepercayaan yang tinggi, keharmonisan dalam organisasi, teguh pendirian, serta target waktu tiba di tempat tujuan yang harus dicapai adalah beberapa poin penting dalam organisasi. Saya pikir, banyak hal yang bisa kita ambil dari masyarakat sekitar kita tentang organisasi ataupun kepemimpinan.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Langkah Sukses Meniru Sistem Kerja Crew Bus Bumel. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers