Pin It

09 Juli 2022

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 14:44

Hokiantea Sebagai Tanaman Bonsai dan Kesehatan (Herbal)

Masih tentang tanaman liar untuk bahan bonsai, kali ini kita membahas pohon Hokiantea. Tanaman Hokiantea atau Sidoguri dalam bahasa Inggris disebut Fukien tea dan bernama ilmiah Cormona Retusa adalah tumbuhan semak atau pohon kecil bercabang banyak dengan tinggi pohon antara 1 - 4 meter. Oleh beberapa orang, Hokiantea sering ditanam sebagai tanaman hias dan pagar terutama yang berjenis seperti Teh-tehan. Sedangkan penggemar bonsai banyak yang tertarik menanam Hokiantea untuk bonsai.

 

Hokiantea Sebagai Tanaman Bonsai dan Kesehatan (Herbal)
Bahan bonsai Hokiantea

Pertumbuhan Hokiantea terhitung lambat, namun mudah kita temukan di kebun-kebun. Hokiantea seringkali ditemukan saat masih berbentuk semak-semak dengan banyak percabangan. Daunnya berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 3 cm dan lebar 1 cm. Daunnya memiliki tekstur yang kasar, tebal dan berwarna hijau tua yang mengkilap. Saat dijadikan bonsai, daunnya yang hijau tua mengkilap ini menjadi keunggulan dari Hokiantea. 


Tanaman ini memiliki bunga kecil yang berwarna putih dengan diameter kurang dari 1 cm. Setelah terjadi penyerbukan, bunganya ini akan tumbuh menjadi buah yang bentuknya mirip buah berry. Buahnya ini berwarna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi warna oranye saat matang. Sayang, buahnya ini jarang muncul saat hokiantea dijadikan bonsai.


Bonsai Hokiantea 


Spesies tanaman Hokiantea memiliki 2 jenis yaitu yang memiliki daun lebar namun susah berbuah dan yang daunnya kecil yang berbuah lebat. Para penggemar bonsai di Indonesia menyebut tanaman ini sebagai sidoguri bagi yang tidak berbuah dan erethia untuk yang berbuah. Karena tanaman Hokiantea gampang dibudidayakan, banyak orang mengambil bakalan bonsai hokiantea untuk dijadikan bonsai. Saking gampangnya dibudidayakan, kita bisa menanam Hokiantea dengan sistem stek bagian cabang atau rantingnya. Namun jika ingin mendapatkan bentuk akar yang indah, kita harus menanam melalui biji atau dongkelan pohon yang sudah besar. 


Hokiantea memiliki pesona yang cukup menarik saat dijadikan sebagai tanaman bonsai. Pesona bonsai hokiantea terutama terletak pada daunnya yang mengkilap dan berukuran kecil. Apalagi, daunnya ini dapat tumbuh dengan rimbun sehingga menambah daya tarik dari tanaman bonsai hokiantea. 


Batang dan percabangan tanaman ini juga cukup ulet sehingga dapat dipelintir dan dibentuk sesuai dengan kemauan kita. Banyak sekali gaya yang bisa kita kreasikan dengan bahan dasar hokiantea ini, seperti bonsai air terjun, bonsai tertiup angin dan gaya bonsai lainnya. Sayangnya, tanaman ini pertumbuhannya sangat lambat. Untuk memperbesar batangnya dibutuhkan waktu yang cukup lama sehingga kita perlu bersabar dalam merawat tanaman ini. 


Hokiantea Sebagai Tanaman Obat 


Mengutip Wikipedia, Hokiantea jenis Meniran termasuk dalam 10 besar tanaman obat yang sangat potensial di Filipina, dan dengan demikian industri skala kecil telah berkembang di sana. Kadang-kadang ditanam, terutama di Asia Tenggara, untuk daun yang digunakan sebagai pengganti teh dan untuk tujuan pengobatan. Berikut manfaat tanaman Hokiantea untuk kesehatan.


Rebusan daun digunakan sebagai pengganti teh. Daunnya antidiare, obat penurun panas dan obat perut. Akar dianggap sebagai penangkal keracunan nabati dan sebagai alternatif untuk cachexia dan sifilis. Selain itu, secara tradisional digunakan untuk menghentikan pendarahan akibat gigitan ular berbisa Echis carinatus. 


Akar dilaporkan dicerna untuk membersihkan tubuh setelah melahirkan. Asam rosmarinic, turunan asam fenilakrilat, adalah penghambat pelepasan histamin yang diketahui dan ekstrak metanol daun telah menunjukkan sifat pelepasan antihistamin yang kuat. Dalam sebuah percobaan di Filipina, tablet dari daun kering mengurangi pembentukan eritrosit polikromatik mikronukleasi yang diinduksi oleh mitomisin C, tetrasiklin, dan dimetilnitrosamin. Ini menunjukkan bahwa tablet ini memiliki aktivitas antimutagenik.


Hokiantea Sebagai Tanaman Bonsai dan Kesehatan (Herbal)
Tanaman herbal Hokiantea jenis Meniran

Menurut PUTRA, DHANANG PERMANA (2010) ISOLASI SENYAWA FILANTIN DARI DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat adalah meniran (Phylanthus niruri Linn). Telah banyak dilakukan penelitian mengenai efek dari meniran, diantaranya adalah efek sebagai imunomodulator, antihepatotoksik, dan antikanker. Filantin merupakan komponen utama Phylanthus niruri Linn yang memiliki aktivitas melindungi hati dari zat toksik (antihepatotoksik) baik berupa parasit, obat-obatan, virus maupun bakteri. Berdasarkan uraian tersebut mendorong peneliti untuk melakukan isolasi terhadap senyawa tersebut dan diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan sebagai marker untuk standardisasi. 


Pada isolasi filantin ini dilakukan modifikasi pengekstraksi awal dengan cara pemilihan pelarut dengan berbagai perbandingan campuran pelarut. Hal ini untuk mendapatkan ekstrak dengan kandungan senyawa filantin yang optimum. Metode yang digunakan untuk pemisahan senyawa menggunakan Kromatografi Vakum Cair (KVC). Senyawa filantin diperoleh dari kristal fraksi 11,12 dan 15. Dari 25 g ekstrak diperoleh 20,26 mg isolat (rendemen 0,081%). Berdasarkan profil KLT terdapat bercak tunggal yang menunjukkan senyawa tunggal dalam isolat. Pada pembacaan λ maksimum menggunakan densitometer menunjukkan λ maksimum yang sama antara standart filantin dan sampel yaitu pada 275 nm. 

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

    Terima Kasih

    Pengikut