Pin It

04 Februari 2022

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 09:49

Mengenal Istilah ICO, IEO dan Ido Koin atau Token Baru

Ada yang mengatakan proyek kripto mirip campuran antara crowdfunding (urun dana) dan saham. Misal yang tren saat ini adalah membeli kripto lewat ICO (Initial Coin Offering) dan IDO (Initial Dex Offering). Jika kita membeli aset kripto atau token melalui ICO adalah mendanai proyek yang dianggap menarik dan berprospek cerah. Kelak, jika lancar dan memperoleh lebih banyak pengguna lagi, keuntungan diperoleh ketika aset itu dijual di bursa. Nah, prosesnya serupa dengan IPO (Initial Public Offering) pada saham di mana emiten memiliki tanggung jawab pengelolaan penuh. Nah, yang akan kita bahas sekarang adalah apa itu ICO, IEO, IDO dan IPO karena ketika aset crypto baru diluncurkan, akan banyak muncul istilah-istilah seperti ICO, IEO hingga IDO.

Mengenal Istilah ICO, IEO dan Ido Koin atau Token Baru
Mengenal istilah ICO, IEO dan Ido koin atau token baru

ICO (Initial Coin Offerings)


ICO adalah singkatan dari Initial Coin Offering, merupakan salah satu metode pengumpulan dana untuk proyek-proyek blockchain oleh developer atau pengembang. Para pengembang aplikasi berbasis teknologi blockchain menggunakan istilah ICO untuk menjual token atau coin kepada para pemilik dana secara langsung 


IEO (Initial Exchange Offerings)


IEO adalah singkatan dari Initial Exchange Offerings, IEO juga metode pengumpulan dana untuk proyek blockchain oleh developer, bedanya dengan ICO dalam hal distribusi token atau coin melibatkan exchange yang berperan sebagai perantara untuk jual beli token antara para pengembang aplikasi dengan para pemilik dana atau investor. Kemunculan IEO menjadi solusi alternatif terhadap maraknya penipuan berkedok ICO yang berimbas hilangnya kepercayaan para investor terhadap tawaran proyek teknologi blockchain. Dengan metode IEO para pemilik dana mendapat jaminan keamanan karena proyek yang masuk ke dalam exchange sudah diverifikasi terlebih dahulu oleh pihak exchange. Beberapa contoh exchange antara lain Binance, Indodax, Triv dll.


IDO (Initial Decentralized Offerings)


IDO singkatan dari Initial Decentralized Offering, IDO merupakan konsep baru kombinasi dari ICO dan IEO, mirip dengan IEO tapi berlangsung dalam DEX, token atau coin yang dijual menggunakan metode IDO mendapat jaminan langsung listing di exchange dimana token/coin tersebut dijual. Namun tidak seperti penawaran pada umumnya, investor IDO tidak memiliki ekuitas di awal peluncuran proyek. Beberapa contoh DEX yang kita kenal adalah Uniswap dan Pancakeswap.


Tahap-Tahap IDO Crypto


Tim cryptopedia dari Gemini melaporkan bahwa IDO terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut: 


Persetujuan Terdesentralisasi


Proyek harus memenuhi kriteria platform exchange bersangkutan untuk bisa mengantongi izin IDO.


Penjualan Publik 


Pengguna sudah bisa membeli token, namun token baru akan diperoleh setelah Token Generation Event (TGE), yang mana biasanya akan diadakan beberapa saat setelah IDO. 


Listing Token 


Setelah TGE, token akan melewati proses pencatatan dan pendaftaran agar dapat diperdagangkan di DEX.


Insentif Likuiditas 


Selanjutnya, beberapa proyek umumnya akan memberikan imbalan token gratis kepada pengguna yang membantu menyediakan likuiditas pada platform mereka. 


Perbedaan ICO, IEO, IDO dan IPO


ICO adalah Initial Coin Offering, prosesnya serupa dengan IPO (Initial Public Offering) di mana emiten memiliki tanggung jawab pengelolaan penuh. Hal ini berbeda di IEO. Pada IEO tanggung jawab untuk mengelola dilakukan oleh exchange pertukaran terpusat (centralized exchange). IDO sendiri merupakan kombinasi antara IEO dengan ICO. Perbedaan IDO dengan kombinasi keduanya adalah IDO terjadi pada DEX (Decentralized Exchange) bukan CEX (Centralized Exchange).


Berbeda dengan pemeriksaan di IEO yang ketat, pada IDO, prosedur pemeriksaan lebih mudah. Secara teori, hal ini mempermudah akses ke modal crowdsource dan tentunya lebih menguntungkan pengembang. 


Waspadai Manipulasi Harga Saat IDO


Mengutip finansialku, di dalam IDO terjadi sebuah mekanisme yang dinamakan CPMMM (Constant Product Market Maker Model), dan mekanisme ini harus diwaspadai karena rentan terjadi manipulasi harga. Di dalam IDO, pasar (pool) memiliki likuiditas rendah (atau sangat rendah), hal ini menyebabkan fluktuasi yang signifikan dapat terjadi secara instan. 


Pada saat IDO, likuiditas disediakan oleh pemilik proyek karena mereka bertujuan menjual token di dalam DEX. Tentu pada penggalangan dana tersebut, transaksi yang banyak terjadi adalah transaksi beli. Hal ini mengakibatkan harga token melonjak secara tiba-tiba, apalagi jika token tersebut sedang diminati


Akibatnya, harga token akan semakin tinggi. Sayangnya, harga token di dalam pool tidak mencerminkan nilai pasar yang sebenarnya. Token pada awalnya hampir selalu dikuasai secara penuh oleh penyelenggara IDO. Hal ini yang menyebabkan likuiditas pool dapat dimanipulasi, karena tak ada seorang pun di luar penyelenggara yang mampu bertindak sebagai penyedia likuiditas dengan jumlah yang signifikan.


Di sini penyelenggara IDO dapat seenaknya memanipulasi dan menentukan harga dengan memainkan suplai dan atau membeli dan menjual token mereka sendiri. 

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

    Terima Kasih

    Pengikut