Pin It

26 September 2021

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 09:16

Bus Sinar Jaya Ngebut 143 KM/Jam, Ini Rahasia Mesin Hino J08E-VT di Chassis Bus Hino RN 285

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) baru saja menguji ketangguhan salah satu produk andalannya yakni bus Hino RN 285 yang dibekali mesin diesel 7.684 cc tipe J08E-VT commonrail 6 silinder in-line direct injection dengan turbocharged aspirated yang menghasilkan tenaga maksimum 285 PS pada 2.500 rpm. Dalam pengujian yang dipantau dengan perangkat Monitoring Graphtec Digital Logger (Hino DX II) tercatat putaran mesin tertinggi dari bus ini mencapai 2.762 rpm. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 143 km/jam. Sementara, rpm terendah berada di level 2.321 dan kecepatan terendah di 107 km/jam. 

Bus Sinar Jaya Ngebut 143 KM/Jam, Ini Rahasia Mesin Hino J08E-VT di Chassis Bus Hino RN 285
Bus Sinar Jaya Ngebut 143 KM/Jam, Ini Rahasia Mesin Hino J08E-VT di Chassis Bus Hino RN 285 

Unit yang digunakan dalam pengujian tersebut adalah bus PO Sinar Jaya jurusan Jakarta-Surabaya (PP) yang dites di ruas Tol Trans Jawa. Bus Hino RN 285 PO Sinar Jaya yang dites mengangkut 33 penumpang dengan kapasitas bagasi penuh. Bus berangkat dari Terminal Pulogebang, Jakarta tujuan Terminal Purabaya, Surabaya lewat ruas Tol Trans Jawa. Dari hasil monitor data saat pengetesan, Bus Hino RN 285 menunjukkan temperature oli sebesar 119.5° Celcius. Indikator ini di bawah standard flash point-nya, yakni 230° Celcius. Selama pengujian, data Hino DX II memonitor kecepatan bus, putaran mesin (rpm), engine coolant temperature dan konsumsi bahan bakar. Hebatnya, Kecepatan tertingginya bisa mencapai 143 km/jam. 


Rahasia Mesin Hino J08E-VT di Chassis Bus Hino RN 285 Bisa Dipacu 143 KM/jam 


Lalu, apa sih rahasia dari mesin J08E-VT yang terpasang di chassis bus Hino RN 285? Mengutip website Hino Indonesia, mesin J08E-VT yang terpasang pada sasis bus Hino RN 285 memiliki teknologi lubang pelumasan yang disebut oil gallery pada piston. Teknologi itu bekerja untuk mendinginkan. Selain itu, injektor mesin J08E-VT pada Hino Bus Hino RN285 menggunakan material Diamond Like Carbon (DLC) yang tahan terhadap gesekan sehingga menghasilkan durabilitas yang lebih baik dan mengurangi efek keausan. Penggunaan material DLC ini mencakup komponen needle, valve dan command piston. 


"Lubang oil gallery ini akan meningkatkan efisiensi pendinginan pada mesin jika dibandingkan dengan mesin bus dengan tipe piston tanpa oil gallery. Piston yang dilengkapi dengan oil gallery, 50% panas yang dihasilkan dari piston akan ditransfer ke minyak pelumas atau oli. Hasil pengetesan menunjukkan mesin tetap stabil dan terjaga suhunya, walaupun pemakaian oli lebih kecil pada mesin Hino Bus RN285 dibanding brand lain," jelas Santiko Wardoyo, Chief Operating Oficer (COO), Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). 


Kualitas minyak pelumas memainkan peran penting dalam menjaga pendinginan mesin selama bus dipacu di jalan tol. Dengan kata lain, pemilik PO Bus disarankan untuk menggunakan spesifikasi pelumas seperti yang direkomendasikan oleh Hino.


Irwan Supriyono, After Sales Director HMSI mengatakan “Hino Bus RN 285 menggunakan spesifikasi pelumas 15W40. Pemakaian oli setiap kali penggantian hanya 12,7 liter. Sementara, brand lain membutuhkan oli lebih dari 29 liter setiap kali penggantian.”


Selain pemakaian pelumas yang lebih sedikit, periode penggantian oli berkala pada Hino Bus RN285 juga lebih panjang, yakni setiap 20.000 km. Berbeda dengan brand lain yang lebih pendek.” Tambah Irwan. 


Berikut video bus Sinar Jaya ngeblong bus Scania di tol Trans Jawa, meskipun dalam video ini bukan bus yang diuji, tapi bisa menunjukkan ketangguhan mesin Hino.


Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

    Terima Kasih

    Pengikut