Pin It

13 Mei 2022

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 21:35

Jalur Laut Pelabuhan Jangkar Situbondo - Pelabuhan Lembar Lombok Dihentikan

Awalnya aku merasa senang dengan dibukanya rute Jangkar (Situbondo)- lembar (Lombok) untuk pertama kalinya dalam sejarah pelayaran di Kabupaten Situbondo. Awal mula dibukanya Pelabuhan Jangkar setelah dirjen perhubungan mengeluarkan perintah untuk membuka rute Jangkar - Lembar (PP) untuk mengurai kepadatan di pelabuhan Ketapang Banyuwangi di musim mudik lebaran. Walaupun saat itu masih sementara, hal ini menjadi isyarat baik dan aku harap berkelanjutan. Ya, karena saat itu kan pengalihan yang dimulai pada 7-9 Mei 2022 itu sekaligus uji coba rencana pengembangan pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju Indonesia bagian timur, salah satunya Lembar, NTB.

Jalur Laut Pelabuhan Jangkar Situbondo - Pelabuhan Lembar Lombok Dihentikan
Pelabuhan Jangkar, Situbondo

Makin senang setelah kapal kesukaanku, KMP Parama Kalyani milik PT Jelma Ferry membuka rute Pelabuhan Jangkar (Situbondo) - Pelabuhan Lembar Lombok. Hal ini saya ketahui dari postingan akun Instagram SahabatJemla posting foto kapal KMP Parama Kalyani melayani rute Banyuwangi - Lombok bergeser ke Situbondo - Lombok.

 

Jalur Laut Pelabuhan Jangkar Situbondo - Pelabuhan Lembar Lombok Dihentikan
Kapal Parama Kalyani milik PT Jemla Ferry

Jalur Laut Jangkar - Lembar Dihentikan 


Dan sayangnya, ketika ingin mencoba kapal dari Situbondo menuju Lombok, jalur ini telah dihentikan. Hal ini disampaikan oleh Koordinator UPT Pelabuhan Pengumpan Regional (PPR) Wilayah Kerja Jangkar, Situbondo, bapak Tri Wahyono. 


"Pengalihan penyeberangan sudah berakhir. Namun aktivitas kapal dari Lembar ke Jangkar masih berlangsung hingga hari ini, Jumat 13 Mei 2022," ujar pak Tri Wahyono.


Jadi hari ini, Jumat 13 Mei 2022 masih ada jadwal kedatangan kapal dari Lembar ke Pelabuhan Jangkar, namun itu hanya bersandar dan bongkar muatan. Setelah itu, kapal feri langsung beroperasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. 


Menurut Pak Tri Wahyono, rute Jangkar (Situbondo) - Lembar (Lombok) resmi berakhir. Hal ini berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan Kemenhub, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan, diantaranya pelebaran jalan dari jalan raya Pantura menuju Pelabuhan Jangkar harus segera dilakukan, termasuk perluasan area parkir kendaraan di kawasan pelabuhan. Pelebaran jalan dan perluasan akses parkir, serta catatan lainnya harus segera dilakukan oleh pemkab setempat jika ingin rute tersebut dibuka kembali. 


Sayang banget rute Jangkar - Lembar harus ditutup, padahal rute Situbondo - Lombok adalah rute terpendek baik di darat maupun di laut dibanding via Ketapang, Banyuwangi. Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Lembar NTB hanya membutuhkan waktu sekitar 11 jam, sedangkan melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi bisa mencapai 13 jam atau hemat waktu sekitar dua jam. Selain hemat 2 jam di laut, kendaraan truk bermuatan berat khususnya dari arah Surabaya juga lebih hemat waktu sekitar 2 jam perjalanan darat karena tidak perlu melintasi jalur pantura Hutan Baluran seperti ketika kita akan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.


Aku percaya para supir truk juga berharap rute jangkar-lembar maupun sebaliknya akan kembali dibuka. Karena memangkas waktu perjalanan dan uang akomodasi. Selain itu juga lebih efisien KM sehingga biaya maintenance mesin, ban, dll berkurang jadi aku yakin kalok cost itu dihitung lumayan buat tambahan uang dapur.


Mengenal Pelabuhan Jangkar, Situbondo


Pasti banyak yang belum mengenal Pelabuhan Jangkar kan? Pelabuhan Jangkar merupakan pelabuhan utama di Kabupaten Situbondo. Pelabuhan Jangkar terletak di kecamatan Asembagus, 35 Km arah timur kota Situbondo. Pelabuhan Jangkar adalah tempat bersandar perahu dengan tujuan sejumlah pulau dan kabupaten di Madura, seperti pulau Sapudi, Raas, Kangean dan juga Kalianget. Selain kapal feri, terdapat kapal motor yang terbuat dari kayu.

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

    Terima Kasih

    Pengikut