Pin It

07 Januari 2022

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 15:31

Mampukah Solana Menembus $1.000 per Koin?

Solana ($SOL) belakangan ini semakin banyak dibicarakan karena harganya terus naik. Selain itu, Solana juga menawarkan fitur inovatif yang dapat memproses 65.000 transaksi per detik. Mengutip Coinmarketcap, Solana adalah sebuah proyek open source yang sangat fungsional yang menggunakan teknologi blockchain untuk menyediakan solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Sejarah Solana sendiri diawali oleh Anatoly Yakovenko, mantan kontributor Qualcomm dan Dropbox. Anatoly Yakovenko mendirikan dan mengumumkan Solana pada 2017 ketika ia menerbitkan whitepaper Solana. 

Mampukah Solana Menembus $1.000 per Koin?

Sejarah Solana 


Anatoly Yakovenko adalah seorang insinyur perangkat lunak berpengalaman. Bersama dengan Eric Williams dan Greg Fitzgerald, mendirikan protokol Solana yang tujuannya untuk mengatasi masalah tradisional yang ada pada blockchain Bitcoin dan Ethereum. Solana whitepaper adalah referensi tertulis pertama dalam sejarah Solana. Kemudian tim merilis testnet Solana pada Februari 2018. Perusahaan di balik platform tersebut adalah Solana Labs yang berbasis di San Francisco dan awalnya bernama Loom. Kemudian, nama tersebut diubah untuk menghindari kebingungan dengan Loom Network, yang merupakan solusi interoperabilitas multirantai. Saat ini Solana dikelola oleh Solana Foundation yang berbasis di Jenewa. 


Solana Pesaing Ethereum 


Solana adalah pesaing Ethereum, ada beberapa alasan mengapa Ethereum dan Solana sering dibandingkan karena keduanya memiliki kemampuan kontrak pintar. Kontrak pintar, atau kumpulan kode yang menjalankan serangkaian instruksi pada blockchain, sangat penting dalam menjalankan keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, aplikasi dan token yang tidak dapat dipertukarkan atau NFT. 


Solana adalah protokol terdesentralisasi dan blockchain untuk membangun dApps dengan throughput yang dilaporkan mencapai 65.000 transaksi per detik (TPS) berkat sistem komputasi terdistribusinya. Namun tidak seperti jaringan lain yang menggunakan konsensus Proof-of-Work (PoW) atau Proof-of-Stake (PoS), Solana mengkombinasikan konsensus PoS dan Proof-of-History (PoH) yang diciptakan oleh pengembangnya sendiri. PoH adalah Konsep yang memungkinkan skalabilitas protokol yang lebih besar, yang pada gilirannya meningkatkan kegunaan. 


Blockchain beroperasi pada model proof of history (PoH) dan proof of stake (PoS). PoS memungkinkan validator untuk memverifikasi transaksi sesuai dengan berapa banyak koin yang mereka pegang, sementara PoH memungkinkan transaksi tersebut diberi stempel waktu dan diverifikasi lebih cepat, tulis Anatoly Yakovenko di whitepaper Solana. 


Sama seperti blockchain Ethereum dan Cardano, blockchain Solana juga dapat diprogram. Blockchain Solana juga telah menduduki posisi puncak dari sisi jumlah TPS dan kecepatan pemrosesan transaksi. Inilah yang membuat Solana menjadi sorotan utama para pengamat dan investor. 


Meskipun Ethereum lebih tua namun Solana lebih cepat. Salah satu alasannya adalah karena Ethereum pada dasarnya terbatas dalam kapasitasnya untuk aplikasi skala global karena sedikitnya jumlah transaksi per detik yang dapat didukungnya. Solana dapat mendukung puluhan ribu transaksi per detik, sementara Ethereum dapat memproses sekitar 13 transaksi per detik. Solana juga memiliki biaya yang jauh lebih rendah. Dari sisi biaya transaksi, Solana jelas unggu karena salah satu keluhan utama tentang Ethereum adalah biaya transaksinya yang tinggi. 


Bisakah Harga Solana Menembus $1.000? 


Saat ini harga Solana $139 per koin, namun dengan segala potensinya Solana sangat mungkin melesat lebih cepat. Solana telah mengalami pertumbuhan yang fenomenal, dan menurut beberapa prediksi, harganya bisa mencapai $1.000 pada sekitar tahun 2027. Apakah itu benar-benar akan terjadi? bagaimanapun, pasar cryptocurrency sangat fluktuatif dan semua aset kripto masih sangat spekulatif pada saat ini. 


Namun jika melihat Solana terus mengalami kenaikan ketika tren pasar kripto sedang koreksi, rasanya kita optimis prediksi tersebut dapat terwujud. Harga solana menyentuh rekor tertinggi pertama kalinya pada 9 September 2021 lalu, yakni di kisaran 214,96 dollar AS per keping. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp 3,05 juta. Bila dibandingkan dengan 1 Januari 2021 lalu, rekor harga solana tersebut telah menguat hingga lebih dari 13.200 persen. Pada awal tahun 2021, solana diperdagangkan di kisaran 1,61 dollar AS per keping. 


Adapun hari ini Jumat (07/01/2022), harga solana tengah mengalami koreksi 6,98% di kisaran Rp2.027.842 atau sekitar US$139,19 per keping di Indodax.

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

    Terima Kasih

    Pengikut