Pin It

14 December 2021

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 10:58

Voice of Baceprot, dari Desa untuk Dunia

Lama gak bahas musik, kali ini saya akan bahas band metal dengan personil 3 cewek berhijab, Voice of Baceprot (VoB). Tulisan kali ini adalah tulisan kedua, sebelumnya saya pernah menulis band metal ini pada tahun 2017 dengan judul "Trio ABG Hijaber Metal Asal Garut Dalam Voice of Baceprot". Trio metal berhijab ini beranggotakan Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Sitti Aisyah (drum). Kata "baceprot" dalam nama band mereka berasal dari bahasa Sunda, yang artinya “berisik”. Kata itu dipilih untuk mewakili jenis musik yang mereka mainkan, yaitu metal yang cenderung berisik. Voice of Baceprot dibentuk ketika mereka masih menjadi siswa di Madrasah Tsanawiyah di Singajaya, Garut. Singajaya merupakan sebuah desa kecil yang berjarak dua jam perjalanan dari kota Garut. Bayangkan saja,mereka dari desa kecil, namun dengan bakat dan kemauan kerasnya bisa go international, dari desa untuk dunia dan mengharumkan nama Indonesia. Hebat kan mereka, dan tentu saja kiprah mereka bisa jadi motivasi dan inspirasi anak-anak Indonesia.

Voice of Baceprot, Dari Desa Untuk Dunia
Voice of Baceprot (foto: Instagram @voiceofbaceprot)

Voice of Baceprot Bertemu Gitaris Gun N Roses, Slash


Awal ketenaran mereka saat video mereka dikomentari oleh Slash, gitaris Gun n Roses. Kemudian, saat Guns N’ Roses menggelar konser di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada November 2018, ketiga anggota band ini diundang secara pribadi oleh Slash untuk menemuinya di belakang panggung. Voice of Baceprot semakin dikenal ketika gitaris idola mereka dari band Rage Against The Machine, Tom Morello dan bassis Red Hot Chili Peppers, Flea ikut mengomentari penampilan Voice of Baceprot. 


Voice of Baceprot Go International 


Pada tahun 2018, VOB menandatangani kesepakatan dengan agency Amity Asia untuk single debut yang ditulis oleh mereka sendiri bertajuk "School Revolution". Single lagu ini mendorong mereka menjadi bintang internasional. Mereka menjadi perbincangan untuk media global, termasuk The New York Times, NPR, BBC, DW dan The Guardian. VoB pun menerima banyak undangan untuk tampil di festival dan acara dari seluruh dunia. 


Pada awal tahun 2021, VOB kembali ke studio untuk mengerjakan “God, Allow Me (Please) To Play Music”. Saat musim pandemi, di sela-sela sesi rekaman di studio, VOB juga diundang untuk tampil di beberapa festival internasional. Seperti tampil di WOW Festival di UK pada Maret 2021. VOB juga tampil di Global Just Recovery Gathering 2021, yang memiliki dua agenda, yaitu pemulihan dari pandemi dan menangani krisis iklim. Di acara ini, trio berjilbab ini berdiri berdampingan dengan orang-orang seperti Greta Thunberg, Patti Smith, Gilberto Gil, dan banyak tokoh penting dari seluruh dunia. 


November - Desember 2021, VoB menggelar tour Eropa bertajuk Fight Dream Believe European Tour 2021. Fight Dream Believe European Tour 2021 dimulai dari Belanda yaitu di Patronaat, Harleem pada 28 November 2021, kemudian berlanjut di Merleyn-Nijmegen (30/11), dan Vera- Groningen (1/12). Konser berlanjut di Le Botanique-Brusssel (2/12). VoB juga tampil di festival musik Trans Musicales di kota Rennes, Prancis (4/12), kemudian di L'Entrepot-Arlon (8/12) dan Atelier Des Moles, Monbeliard (9/12). Fight Dream Believe European Tour 2021 berakhir di L’usen PTR, Jenewa, Swiss pada 10 Desember 2021. 


Tahun depan, Voice of Baceprot menjadi salah satu line-up di event musik metal dunia bertajuk Wacken Open Air 2022. Festival musik metal yang rencananya berlangsung pada 4–6 Agustus tahun depan itu bakal dimeriahkan band metal papan atas seperti Slipknot, As I Lay Dying, Limb Bizkit, hingga Judas Priest.


Makna Iirik Lagu Voice of Baceprot 


Sekarang kita bicara tentang lirik lagu milik band Voice of Bacepot. Sebagai penggemar musik metal, saya sangat suka dengan lirik lagu mereka. Lirik mereka penuh dengan pesan moral, menyuarakan tentang hak-hak perempuan seperti kesetaraan gender dan kritik sosial seperti band metal pada umumnya. 


Seperti dalam single terbarunya, "God, Allow Me (Please) To Play Music" menceritakan tentang curhatan Voice of Baceprot yang kebetulan wanita muslim yang memainkan musik metal. Lagu ini dilatarbelakangi oleh stigma negatif, kritik, hingga intoleransi yang dialami para personilnya. Dalam liriknya dijelaskan bahwa mereka banyak menerima hujatan atas musik yang mereka mainkan dan berharap pada Tuhan agar mereka bisa terus berkarya dengan musik. "I'm not the criminal, I'm not the enemy, I just wanna sing a song to show my soul," itulah penggalan lirik lagu God Allow Me (Please) To Play Music. 


Melalui lagu tersebut, VOB ingin orang-orang yang mendengarkan jadi lebih toleran kepada sesama. Tuhan tidak hanya milik 1 orang atau 1 kelompok tertentu saja. Tuhan itu milik siapapun yang percaya pada-Nya. Jadi, setiap orang punya hak untuk berkreasi, membuat dan bertanggung jawab atas ciptaan yang diberikan oleh Tuhan.


Masih ada 3 lagu Voice of Baceprot (VoB) yang menarik, yakni School Revolution, Age Oriented (let's be old) dan The Enemy of Earth is You. Inti tema ketiga lagu tersebut adalah tentang perlawanan. Pada lagu School Revolution, VoB mencoba mencurahkan kegelisahan para pelajar terhadap aturan pihak sekolah yang terkesan melakukan diskriminasi. Di lagu Age Oriented (let's be old), mereka menyampaikan diskriminasi yang memasung karya dan kreativitas anak muda. Sementara lagu The Enemy of Earth is You, memiliki makna tentang sekumpulan orang munafik perusak alam, penebar kebencian dan penghancur kemanusiaan, yang berlindung di balik slogan hak asasi manusia. 


Oh ya, ada satu lagu lagi yang menarik, yakni Kentut RUUP. Trio hijaber ini melakukan penolakan dengan sebuah lagu berjudul 'Kentut RUUP'. VoB menjelaskan lagu tersebut bentuk perlawanan dan kegelisahan para personel VoB terhadap RUU Permusikan. VOB menganalogikan UU sebagai benang atau tali yang sebaik apapun niatnya untuk melindungi, pasti ada efek mengikat, kaku dan seragam. 

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers