Pin It

11 February 2021

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 13:48

From Nothing to Something, Begitulah Adanya Kamu

Sebelumnya aku tak pernah menulis ungkapan-ungkapan seperti ini. Selain fakir imajinasi, aku juga takut apa yang ingin aku sampaikan tidak keluar sebagaimana mestinya hingga kamu jadi salah mengerti. Tapi kali ini aku coba agar kamu tahu apa yang aku rasakan. Sebenarnya aku juga tidak pernah merencanakan untuk jatuh cinta padamu, namun hidup memang selalu penuh kejutan dan penuh misteri. From nothing to something, begitulah adanya kamu. Kamu adalah rahasia alam yang hanya Tuhan saja yang mengerti sepenuhnya.

Untukmu kesayanganku, Titim Matun Nasriyah. SMP Negeri 1 Barat, Magetan
Mawar Magenta

Juni 2020 jadi awal perkenalan kita ketika kamu komentar di video buku beraksara Jawa tulisan mbah kakung yang aku unggah di Youtube. Sebenarnya kamu bukan orang pertama yang menanyakan buku tersebut, sebelumnya sudah ada dua orang yang menanyakan, satu dari India dan satu dari Purworejo yang menanyakan melalui Twitter. Tapi entah kenapa keinginan kedua orang itu untuk memiliki buku itu tidak pernah aku tanggapin. Hanya keinginanmu yang langsung aku respon, aku langsung menanyakan alamat kamu untuk mengirim buku tersebut. Aku sendiri heran kenapa ini bisa terjadi, tapi yang pasti aku yakin kamu orang tepat merawat buku tersebut. Tiga hari kemudian buku pun aku kirim ke alamat yang kamu berikan. 



Beberapa hari kemudian kamu kasih kabar kalau buku sudah diterima, kita pun nyaris tak pernah berkomunikasi lagi setelahnya. Kehidupan terus berjalan, kepompong pun harus terus bersemadi untuk menggapai hidup lebih tinggi menjadi kupu-kupu yang indah. Manusia harus terus menyelam untuk memahami kedalaman. Hati harus terus berkontemplasi untuk terus terjaga dalam kesadaran hakiki. Rasio harus terus berputar untuk terus menjaga eksistensi diri, dan kamu selalu ada di situ. 


Juli 2020, entah kenapa status WA kamu selalu muncul, padahal sebelumnya tidak pernah. Aku pun mulai sering komentar WA story kamu meski kadang kamu balasnya lama banget. Hingga akhirnya aku bikin status mengenai evakuasi kapal Dharma Rucitra III yang karam di Padang Bai, Bali. Di status ini juga pertama kalinya kamu komentar dan kita mulai intens chat, meski chat kita lebih banyak membahas tentang buku yang akan kamu tulis. 


Kita pun makin intens, meski di saat-saat ini aku lebih banyak menyimak chat dari kamu. Saat itu kamu banyak cerita tentang leluhur kamu juga cita-cita kamu. Periode ini berlangsung cukup lama, hingga bulan Oktober 2020. Di bulan Oktober juga aku membeli buku antologi cerpen tulisanmu. Sebelum membeli buku ini sebenarnya sempat aku statusin di WA, saat itu aku bikin status "Beli di OLshop atau ke penulisnya langsung ya" dan kamu kaget kenapa aku bisa tahu buku tersebut, padahal kamu belum pernah cerita ke aku. Masuk ke bulan November, kita makin intens chat. Di bulan November juga aku mendapat buku Antologi Pentigraf Jawa Niti Ukara darimu. 


Di November pula chat kita mulai terbuka dan akhirnya aku ungkapin apa yang aku rasakan. Di bulan ini chat kita hanya mengungkapkan rasa sayang dan penuh bahasa rindu yang tentu saja rasa itu cukup di hati. Sesuatu yang aneh buatku sebenarnya, tapi bagaimanapun juga the show must go on. Di hatiku ada ruangan istimewa dan hanya orang terbaik yang boleh berada di situ dan itu kamu. Selamat datang di hatiku, you're a part of us. Aku jatuh cinta padamu, meski sebenarnya rasa cinta ini sudah ada sejak awal kita chat. Mungkin aku terlalu berlebihan dan sangat-sangat mencintaimu dan menjadikannya sebagai tujuan hidup yang ingin kumiliki.

 

From Nothing to Something, Begitulah Adanya Kamu. Sesorang yang aku cintai & sayangi di Magetan. Penulis buku Cinta Terbenam di Universiteit Leiden.


Di bulan ini juga, kamu benar-benar memasuki kehidupanku dan menginginkan banyak hal untuk aku laksanakan sesuai keinginanmu. Ini agak aneh karena selama ini aku orang yang keras dan kuat memegang prinsip, tidak semua orang bisa mempengaruhi aku, tapi kamu bisa bahkan sangat mudah bagimu. Mungkin karena aku benar-benar mencintai kamu. Sebenarnya sih sudah dari Oktober kamu menginginkan aku mengurangi minum-minuman beralkohol dan ini langsung aku iyakan, bahkan gak cuma mengurangi, aku berhenti total. Namun yang paling ekstrim ya permintaanmu agar aku mengucapkan dua kalimat syahadat di tengah malam menjelang dini hari. Permintaan ini pun langsung aku laksanakan, jam 02.00 dini hari aku ucapkan dua kalimat syahadat dengan syarat kamu tidak akan meninggalkan aku dan kamu sanggupin.


Dan ini WA dari kamu


Iya. 

Tapi kamu harus melakukan saat ini juga. 

Ucapkan dengan niat di hati, dengan keyakinan penuh yang. 

Ucapkan dua kalimat syahadat saat ini juga dengan penuh keyakinan. 

Bahasa Indonesia saja kamu ucapkan. 

Ingat ya, kamu harus tahu. Aku melakukan ini karena aku sayang kamu.


Sebenarnya sih apa yang kita jalani tidak selalu senang, konflik dan pertentangan tetap ada terutama masalah prinsip. Kamu sering kejebak sama pola pikir either or neither, all or nothing yang cenderung membagi dunia kedalam dua kutub: hitam-putih, benar-salah. Padahal, hidup ini tidak selalu bisa kita bagi jadi dua kutub sejelas itu. Saat dilahirkan kita memang putih, tapi dalam perjalanan hidup warna itu bisa pudar. Hasil pertempuran antara si hitam dan si putih akan menjadikan hidup ini abu-abu. Aku ngerti banget kamu tidak mau kasih ruang untuk wilayah abu-abu. Aku paham abu-abu bukan putih karena ada rona hitam, abu-abu juga bukan hitam karena ada bercak hitam. Jadi wajar kamu yang berpikir praktis ogah nerima.

Akhirnya kamu pernah mencoba menjauh dari aku di akhir Desember 2020. Aku pun harus berulang kali meyakinkan dan minta maaf. Aku yakinkan kalau semua akan baik baik saja. Aku yakinkan kalau wilayah abu-abu akan selalu ada dalam kehidupan dan ini urusan Tuhan, tapi kita berusaha meredam aura hitam pada diri agar wilayah abu-abu bisa menjadi putih. 


Akhirnya hubungan kita membaik kembali meski aku harus banyak mengalah. Segalanya memang harus kita ciptakan di hati dan kita bangun dengan kesabaran. Segalanya memang sangat aneh dirasa, kenapa? Hubungan ini hanya sebatas di chat dan kita sepakat untuk tidak mengadakan pertemuan. Pertemuan terjadi murni karena kehendakNya.


Memasuki bulan Januari, sepertinya kita tidak hanya chat saja, kita mulai telfonan. Padahal sudah kita sepakati bersama beberapa bulan sebelumnya tidak akan telfonan maupun video call. Namun, ternyata terjadi juga karena memang sudah kehendakNya untuk terjadi. Meskipun di awal telfonan, kamu mensyaratkan aku harus sholat 5 waktu terlebih dahulu baru keesokan harinya bisa telfon kamu. Belakangan, sholat 5 waktu ini bukan lagi syarat untuk telfon, melainkan wajib aku lakukan setiap harinya dan ini berlangsung hingga saat ini.


Video call baru sekali dan ini tidak pernah aku duga sebelumnya. Tidak ada komunikasi di situ. Awalnya, kamu pernah meminta foto pohon kelapa yang ada di rumahku. Besoknya, langsung aku sanggupin. Foto pohon kepala sudah aku kirim ke WA kamu. Tetapi lama banget tidak ada tanggapan. Akhirnya aku kirim ke telegram tapi tetap sama, tidak ada tanggapan. Kirim ke emailpun juga begitu. Aku merasa diacuhkan. Akhirnya, aku video call kamu dengan tujuan agar kamu benar-benar melihat pohon kelapa di rumahku. Beberapa kali dering berlalu, akhirnya kamu angkat juga tetapi layar tidak kamu arahkan ke wajahmu, tetapi ke lingkungan sekitar. Ini berlangsung cukup lama. Mungkin kamu mengintip juga layar yang ada di hpku. Ketika kamu pastikan bahwa itu benar-benar pohon kelapa, ternyata kamu menunjukkan wajahmu untuk melihat pohon itu. Dan aku melihatmu hanya sekilas saat mau menutup video call itu. Jadi, memang tidak ada komunikasi. Video call secepat kilat.


Suatu saat nanti jika umurku panjang, kita pasti Tuhan akan mempertemukan kita. Aku harus bicara demikian, seperti katamu karena kamu khawatir jika cinta dan harapan yang kamu berikan juga bisa membunuhku. Nanti jika Tuhan menghendaki kita bertemu, aku pastikan bukan di wilayah tempat tinggalmu seperti yang pernah kamu katakan. Mungkin kita akan bertemu di kampung kamu dibesarkan atau di tanah kelahiranmu. Kita nanti tertawa bersama membaca puluhan ribu chat kita yang sengaja enggak pernah aku hapus. 😀

Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email