Pin It

15 September 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 13:02

Najwa Shihab, News Anchor Terbaik Indonesia

Suatu hari aku ditanya teman mengenai siapa News Anchor terbaik di Indonesia. Sebuah pertanyaan sederhana namun sulit untuk dijawab, karena sebenarnya ada lebih dari satu. Anchor sendiri kalau dalam dunia broadcasting atau penyiaran sering disamakan dengan news presenter tapi dengan tingkatan yang lebih diatasnya lagi makanya juga sering disebut sebagai news anchor. Nah, berhubung aku adalah pengagum mba Nana atau Najwa Shihab ya aku jawab Najwa Shihab salah satu news anchor terbaik yang dimiliki negeri ini.

Najwa Shihab, News Anchor Terbaik Indonesia
                           Najwa Shihab. (Foto Finroll.com)

Sering kita melihat Najwa Shihab begitu expert dan sangat spektakuler ketika menjadi anchor dalam setiap program acara yang dibawakannya. Aku memang menyukai keberanian, ketegasan dan kepintarannya. Aku juga kagum dengan dedikasinya pada dunia jurnalisme Indonesia. Seperti sering kita lihat di acara Mata Najwa, dia sering mengkritisi dan tentu saja menyusahkan para Politikus dan Pejabat Negara melalui pertanyaannya. Kritik atau pertanyaan yang dikeluarkannya selalu tajam, berani dan kontroversial. Kelihaian Najwa mengulas berbagai isu yang berkembang dari sudut pandang yang tajam dan berbeda, sering kali membuat para bintang tamu yang hadir di acaranya tak berkutik.

Keberanian Najwa Shihab tentu saja tak lepas dari latar belakang keluarganya. Sudah kita ketahui bersama, keluarga besar Najwa Shihab sendiri terdiri dari berbagai macam profesi mulai dari Ulama besar, Mantan Menteri, Pejabat, Politikus, Pengacara, Pelaku Usaha hingga Akademisi. Dengan latar belakang keluarganya, sangat mungkin Najwa mendapat perlindungan yang mungkin tidak diterima oleh jurnalis lain saat ia mengkritisi dan menyusahkan para pejabat. Coba kita pikir, apabila Najwa Shihab hanyalah orang biasa, sudah dipastikan para pejabat negara dan politikus tersebut tidak akan tinggal diam dengan kritik-kritik yang diberikannya. Hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan mematikan kariernya sebagai news anchor. Sangatlah mudah bagi mereka untuk membungkam Najwa Shihab, cukup dengan tidak memberikan panggung baginya maka mati juga kariernya. 

Setelah sedikit membahas latar belakang yang membuatnya berani, kita lanjutkan dengan kemampuan Najwa Shihab untuk mengundang pejabat negara papan atas. Kemampuan mba Nana juga menjadi salah satu previlege yang hanya bisa diperoleh oleh orang yang memiliki koneksi dan link yang kuat dan tentu saja latar belakang keluarganya punya pengaruh kuat. Acara Mata Najwa adalah salah satu acara yang sangat sering pejabat penting hadir untuk diwawancara. Acara lain yang bisa menyaingi Mata Najwa hanya Indonesia Lawyers Club yang dibawakan oleh Karni Ilyas. Tetapi itu pun tamu yang hadir kebanyakan hanya anggota partai dan tidak terlalu seistimewa tamu di Mata Najwa. 

Terlepas dari segala previlege yang dimiliki Mbak Nana, kemampuan dan integritas mba Nana tentu saja sangat berperan besar membuatnya menjadi salah satu news anchor terbaik di Indonesia. Previlege hanya akan menjadi previlege apabila orang yang memilikinya dapat menggunakannya dengan baik. Dan Najwa Shihab telah membuktikan bahwa kemampuan dan integritasnya dapat mengalahkan segala hak istimewa itu. 

Bagaimana dengan latar belakang pendidikannya? Jurusan kuliah tidak selalu sejalan dengan pekerjaan yang digeluti. Hal itu juga terjadi pada Najwa Shihab. Putri pasangan ulama terkemuka Quraish Shihab dan Fatmawati Assegaf kelahiran Makassar, 16 September 1977 itu memilih karier sebagai seorang jurnalis dibanding terjun ke dunia hukum. Padahal, Nana merupakan Sarjana Hukum jebolan Universitas Indonesia (UI) yang lulus tahun 2000. Pengalaman pertama ia dapat saat magang di RCTI sebelum akhirnya memutuskan untuk melamar di Metro TV. 

Tsunami Aceh 

Sebagai karyawan pertama di Metro TV, ia dikenal dengan ulasan yang tajam dan faktual. Dengan cepat, nama presenter brilian ini dikenal oleh banyak orang. 

Reportasenya saat tsunami melanda Aceh menjadi momen yang tak terlupakan baginya. Dengan berderai air mata, ia melaporkan kondisi Aceh usai tsunami. Mayat-mayat bergelimpangan dan orang yang selamat tampak putus asa. Lewat laporannya, Nana mencoba mengajak masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu Aceh. Selama lima hari di sana, reportasenya mendapat banyak penghargaan, termasuk dari Persatuan Wartawan Indonesia. 

Mata Najwa 

Program acara Mata Najwa sendiri baru mulai mengudara pada 2010. Lewat acara ini, ia mendapat kesempatan mewawancarai tokoh-tokoh ternama di Indonesia. Mata Najwa kemudian menjadi rujukan masyarakat mendapat ulasan mendalam atas kasus-kasus dan isu yang dekat dengan masyarakat. Tak jarang, ia menohok narasumber dan membuat wawasan masyarakat makin terbuka. Ketajaman dan kecerdasannya diakui hingga ke luar negeri. 

Lewat program Mata Najwa, istri dari Ibrahim Sjarief Assegaf ini berhasil memukau penonton dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, tajam, serta kecerdasannya dalam mengupas isu-isu terkini. Program andalan tersebut meraih penghargaan dari ajang Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Awards. Mata Najwa diganjar dengan penghargaan sebagai Program Talkshow Terbaik di tahun 2013 dan 2014. 

Mata Najwa kembali menyabet penghargaan Program Televisi Talkshow Berita Terbaik dari KPI Awards pada tahun 2018. Tidak sampai di situ. Dari program ini, lahirlah buku “Catatan Najwa” pada tahun 2016. Buku ini merupakan refleksi mba Nana atas berbagai isu yang dibahas di program Mata Najwa. 

Berkat kerja keras dan totalitasnya di dunia jurnalistik dan penyiaran televisi, karier Nana melesat. Dari reporter, anchor, host program, asisten produser, hingga didapuk menjadi wakil pemimpin redaksi. 

Kemudian mba Nana memutuskan mundur dari Metro TV pada Agustus 2017. Episode terakhir Mata Najwa di MetroTV adalah "Catatan Tanpa Titik" yang ditayangkan pada tanggal 30 Agustus 2017. Musim kedua Mata Najwa kembali tayang di Trans7 mulai 10 Januari 2018 dengan episode pertamanya berjudul "Indonesia Rumah Kita".

Selain melalui Mata Najwa, mba Nana juga mencari tantangan baru. YouTube dipilih sebagai media baru untuk menyalurkan passion-nya. Alasannya karena dirinya harus bisa mengikuti perkembangan teknologi untuk menyuguhkan konten-konten positif dan berkualitas. 

Melalui televisi digital Narasi TV, penonton akan diajak menyaksikan program-program perbincangan, reportase, kemasan dokumenter, opini, dan ruang interaksi. Narasi TV adalah sebuah perusahaan berita dan media omni-channel. 

Najwa Shihab Raih Banyak Penghargaan 

Berkarier selama 18 tahun di dunia jurnalistik dan penyiaran televisi mencatatkan banyak penghargaan bagi mba Nana. Debutnya di dunia jurnalistik sebagai reporter televisi yang populer ketika meliput dahsyatnya bencana tsunami Aceh membuahkan penghargaan pertama dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan PWI Jakarta Raya (PWI Jaya) tahun 2005. Ia juga meraih anugerah sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV di tahun 2006. 

Penghargaan dari dalam negeri, Nana berhasil masuk sejumlah nominasi penghargaan untuk kategori pembaca berita terfavorit, presenter talkshow terfavorit, presenter talkshow di ajang Panasonic Gobel Awards. Dari sekian banyak nominasi tersebut, Nana memenangkan piala Panasonic Gobel Awards tahun 2015 untuk kategori Presenter Talkshow Berita dan Informasi Terfavorit dan Presenter Talkshow Current Affairs & News tahun 2017. 

Prestasi di luar negeri pun tak kalah hebat. Majalah Forbes dan Elle memberi mba Nana penghargaan masing-masing sebagai Most Progressive Figure pada 2015 dan The Influential Woman of The Year. The World Economic Forum juga mengganjarnya dengan penghargaan Young Global Leader di tahun 2011. 

Penghargaan lain sebelum itu, adalah National Award for Journalistic Contribution to Democracy (2010) dan Australian Alumni Award for Journalism and Media (2009). Dalam acara Asian Television Award, mba Nana meraih penghargaan Highly Commended for the Best Current Affairs Presenter (2007 dan 2009).
Pemerhati transportasi publik, bus, truck serta sejarahnya.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Terima Kasih

    Followers

    Follow by Email