Pin It

16 September 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 11:17

DeFi (Decentralized Finance) Dengan Smart Contract, Solusi Keuangan Di Masa Depan

Akhir-akhir ini DeFi semakin tenar terutama pada komunitas kripto. Mungkin sebagian dari kita masih banyak yang awam dan bertanya-tanya apa itu DeFi dan bagaimana masa depan DeFi. DeFi, istilah ini memang masih tergolong baru namun memiliki misi yang sama dengan Bitcoin: menciptakan ekosistem keuangan yang terdesentralisasi dan tidak berpusat pada bank. DeFi atau Decentralized Finance adalah aplikasi yang menggunakan smart contract dan berjalan pada blockchain Ethereum. DeFi menjadi alternatif global untuk layanan keuangan yang digunakan saat ini. Misalnya tabungan, pinjaman, perdagangan, asuransi dan lainnya dapat diakses siapa saja di dunia dengan hanya menggunakan smartphone dan koneksi internet. DeFi juga punya beberapa istilah lainnya, di an taranya ‘Finance 3.0’, ‘open finance’, atau ‘affordable finance'. Pelopor Decentralized Finance atau DeFi di Indonesia adalah Vexanium Foundation dengan produk Vexrex.net dan Vyndao.com (crypto lending).

DeFi (Decentralized Finance) Dengan Smart Contract Jadi Solusi Keuangan Di Masa Depan
DeFi (Decentralized Finance) Dengan Smart Contract Jadi Solusi Keuangan Di Masa Depan
 

Kemudian, apa itu smart contract? Smart contract adalah “bahasa pemrograman” khusus di blockchain. Programer bisa memanfaatkan kode untuk membuat aplikasi yang berjalan sepenuhnya di blockchain (desentralistik). Dengan smart contract kita bisa meminimalisir campur tangan manusia dalam prosesnya karena kode program berjalan secara otomatis. Menurut data dari DefiPulse, valuasi aset kripto yang tersimpan di sektor DeFi secara kumulatif mencapai US$1,85 miliar yang terdistribusi di 30 aplikasi Defi, mulai dari Compound hingga Connext. 


Apa manfaat utama DeFi?


Keuangan tradisional bersandar pada institusi seperti bank yang bertindak sebagai pihak perantara, dan menghendaki adanya arbitrase. 


Aplikasi-aplikasi DeFi tidak membutuhkan pihak perantara atau para arbitrator. Kodenya menentukan resolusi atas setiap sengketa yang mungkin terjadi, dan pengguna memegang kendali atas dana mereka setiap saat. Ini mengurangi biaya yang berhubungan dengan penyediaan dan penggunaan produk dan memungkinkan adanya sistem keuangan yang lebih mandiri. 


Manfaat signifikan lainnya dari ekosistem terbuka adalah kemudahan untuk mengakses bagi setiap orang yang selama ini mungkin tidak memiliki akses ke layanan-layanan keuangan. Karena sistem layanan keuangan tradisional mengandalkan peran pihak perantara untuk mendapatkan laba, layanan mereka biasanya tidak tersedia di lokasi di mana masyarakatnya berpenghasilan rendah. Namun, dengan DeFi, biaya-biaya dikurangi secara signifikan, dan setiap orang berpenghasilan rendah juga mendapatkan manfaat dari layanan keuangan yang lebih luas. 


Apa saja kegunaan DeFi?


1. Meminjam & Meminjamkan


Protokol pemberian pinjaman terbuka adalah salah satu jenis aplikasi terpopuler yang menjadi bagian dari ekosistem DeFi. Peminjaman dan pemberian pinjaman yang terbuka dan terdesentralisasi memiliki banyak manfaat jika dibandingkan dengan sistem kredit tradisional. Manfaat-manfaat tersebut meliputi penyelesaian transaksi secara instan, kemampuan untuk menjamin aset digital, tanpa pemeriksaan kredit, dan potensi standarisasi di masa depan. 


2. Layanan moneter perbankan


Sesuai dengan definisi aplikasi DeFi, yaitu aplikasi keuangan, sudah jelas bahwa kegunannya adalah layanan moneter perbankan. Ini dapat mencakup penerbitan stablecoins, hipotek, dan asuransi. 


Apa peranan smart contracts dalam DeFi?


Kebanyakan dari aplikasi Keuangan Terdesentralisasi yang sudah maupun yang akan ada melibatkan pembuatan dan eksekusi smart contracts. Sementara kontrak biasa menggunakan istilah hukum untuk menentukan hubungan antara pihak-pihak yang memasuki kontrak, berbeda dengan smart contract yang menggunakan kode komputer. 


Karena persetujuan ditulis dalam kode komputer, smart contracts juga memiliki kemampuan unik untuk memasukkan persetujuan tersebut melalui kode komputer. Ini membuat eksekusi dan otomatisasi yang dapat diandalkan dalam proses bisnis dalam jumlah yang besar yang saat ini masih membutuhkan pengawasan manual. 


Penggunaan smart contracts lebih cepat, lebih mudah, dan mengurangi risiko kepada kedua pihak. Tapi di sisi lain, smart contracts juga membawa jenis risiko baru. Karena kode komputer cenderung memiliki bugs dan kerentanan, nilai kerahasiaan informasi yang dikunci di smart contracts berisiko.


Pengaruh DeFi Pada Perdagangan Aset Crypto 


Masih segar dalam ingatan kita saat harga aset kripto (cryptocurrency) ethereum tembus Rp 7,13 juta di pekan pertama September 2020 di bursa jual beli aset kripto Indodax. Lonjakan harga ini karena sistem decentralized finance atau DeFi yang tengah populer di dunia blockchain dan cryptocurrency. DeFi mendorong permintaan ethereum. Sehingga harganya juga meningkat secara drastis. Sebagian besar jaringan DeFi dibangun di atas platform ethereum. Dari sini kita bisa melihat DeFi memang di gandrungi banyak orang. 


Sektor DeFi dalam pasar kripto pun semakin memanas. Proyek-proyek DeFi menawarkan investor peluang untuk meraih keuntungan besar melalui Annual Percentage Yield (APY atau imbal hasil tahunan) yang tinggi. Terbaru, proyek DeFi bernama yearn.finance dengan governance token YFI menggemparkan pasar aset kripto dikarenakan pergerakan harganya yang fantastis, di mana 1 YFI melampaui harga 1 BTC. 


Apa itu YFI? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita juga harus menyebut nama Andre Cronje, seorang pengembang DeFi, yang membangun yearn.finance atau YFI. Pria asal Cape Town, Afrika Selatan ini berpendapat aset kripto terlalu volatil untuk dijadikan investasi. Namun ia terpukau oleh protokol-protokol DeFi. 


Demi mengincar untung paling tinggi, Cronje sering memindah-mindahkan dananya ke platform yang menawarkan imbal hasil tertinggi saat itu. Agar memudahkan usahanya, ia menuliskan program yang dapat melakukan strategi tersebut secara otomatis. Program ini dikembangkan bekerjasama dengan Curve Finance dan Aave, dua platform DeFi, dan lahirlah yearn.finance. YFI Diperdagangkan secara global sejak 21 Juli 2020 di kisaran Rp13,4 juta, visi Cronje adalah agar yearn.finance memudahkan pengguna awam untuk berpartisipasi dalam protokol DeFi dan tidak perlu mengelola semuanya secara sendiri, agar pengguna mendapatkan untung maksimal. 


Berbeda dengan Bitcoin yang ditambang, pengguna bisa melakukan farming (“berternak”) token YFI dengan cara mendepositkan dana (disebut dengan liquidity provider atau penyedia likuiditas) ke salah satu platform yearn.finance. Setelah melakukan langkah tersebut, dana pengguna dikonversikan ke ytoken (yield optimized token atau token dengan imbal hasil teroptimasi) dengan jumlah ekivalen. Contohnya, DAI milik pengguna diubah menjadi yDAI. 


YFI memiliki suplai maksimal 30 ribu token, tanpa ada Initial Coin Offering (ICO) atau pre-mine (penambangan awal). Mengingat suplainya yang sangat terbatas, semua token YFI sudah diternak hanya dalam 10 hari sejak diterbitkan, sehingga opsi bagi pegiat kripto yang tidak ingin pusing adalah membeli YFI dari bursa kripto seperti Binance, OKEx, Huobi dan Indodax. 


YFI melantai di bursa Indodax dengan harga awal Rp51 juta pada Minggu (06/08). Hanya sekitar dua pekan kemudian, pada Jumat (21/08), harganya sudah mencapai Rp210 juta. Terbaru, pada Senin (31/08), harganya bertengger di bilangan Rp470 juta, mencetak peningkatan lebih dari 900 persen sejak pertama melantai. 


Masa Depan DeFi 


Decentralized finance atau DeFi adalah sistem moneter yang terbuka (open finance) yang dibangun di atas teknologi blockchain yang memiliki sifat desentralisasi dan immutable. Kedudukan DeFI yang semakin dikenal masyarakat, digadang-gadang merupakan bentuk sistem moneter masa depan, yang sangat berpotensi menggusur keberadaan perbankan konvensional. 


DeFi dapat dianggap sebagai masa depan sistem keuangan dunia dan merupakan prasyarat bagi kita untuk masuk ke keuangan terbuka. 

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Terima Kasih

Followers

Follow by Email