Pin It

10 July 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 16:22

Ini Proses Yang Harus Dijalani Sebelum KMP Dharma Rucitra III Ditarik Ke Surabaya Untuk Diperbaiki

Artikel kali ini akan membahas proses pemeriksaan KMP Dharma Rucitra III oleh Badan Klasifikasi Kapal sebelum kapal ditarik ke Surabaya. Sebelumnya kan saya sudah menulis mengenai progres evakuasi KMP Dharma Rucitra III. Seperti telah kita ketahui bersama, pada Selasa  (7/7/2020) sekitar pukul 19.30 wita KMP Dharma Rucitra akhirnya bisa mengapung stabil setelah hampir sebulan tenggelam di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali. KMP Dharma Rucitra III mengapung seimbang pada hari ke 18. 

Ini Proses Yang Harus Dijalani Sebelum KMP Dharma Rucitra III Ditarik Ke Surabaya Untuk Diperbaiki
KMP Dharma Rucitra III Kembali Mengapung Stabil

Proses evakuasi sendiri cukup sulit dan peralatan yang diturunkan untuk evakuasi kapal juga cukup banyak. Diantaranya delapan balon air bag, serta alat terapung lain berukuran 1 ton sebanyak 100  biji. Ada juga drum berjumlah  ratusan biji yang diambil dari Denpasar & Banyuwangi. Setelah mengapung, langkah selanjutnya dilakukan kontrol ulang kapal oleh tim evakuasi. 

Kapal Wajib Diperiksa Badan Klasifikasi Kapal 

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas IV Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, mengatakan kapal tersebut juga masih perlu diperiksa Badan Klasifikasi Kapal (BKI) Kementerian Perhubungan. Tujuannya, untuk memastikan kapal-kapal berbendera Indonesia telah memenuhi ketentuan konvensi international maritime organization (IMO), termasuk melakukan survei dan sertifikasi statutoria untuk kapal yang berbobot di atas 500 gross tonnage. 

Disebutkan, kegiatan pengklasifikasian kapal berdasarkan konstruksi lambung, mesin, dan listrik kapal. Tujuannya memberikan penilaian laik tidaknya kapal berlayar. Juga mengecek load line atau sertifikat kapal dan mencegah pencemaran di laut, Juga mengecek ISM Code (International Safety Manajemen) code, menyangkut standar manajemen keselamatan untuk mengoperasikan kapal secara aman. Di samping mengecek ISPS (International Ship and Port Security) Code, yang merupakan regulasi dari IMO (International Maritime Organization) yang secara khusus mengatur keselamatan di laut agar terhindar dari ancaman bajak laut atau terorisme. Itulah sebabnya, setelah kapal itu nyandar terlebih dahulu untuk diperiksa dari PT BKI. Jika dinyatakan layak diperbaiki, maka kapal tersebut akan ditarik menggunakan tug boat ke Surabaya. Tug boat sendiri telah disiapkan pemilik kapal, PT DLU (Dharma Lautan Utama).

Rencananya kapal tersebut akan ditarik menuju Surabaya, Jawa Timur untuk diperbaiki. Saat ini progres penanganan KMP Dharma Rucitra III pada tahap penarikan menuju dermaga II Padangbai dan hasil survey dari tim Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) serta PT. Kharisma Samudra. Secara keseluruhan kapal tersebut layak untuk dilakukan penarikan namun dari pihak BKI memberikan rekomendasi agar dipenuhi oleh pihak pemilik kapal untuk memastikan towing management, stabilitas kapal saat akan dilakukan penarikan dengan towing dan menambahkan alat radio komunikasi berupa VHF. Setelah rekomendasi tersebut dipenuhi maka Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) mengkaji ulang dan akan dijadikan dasar oleh KSOP Padangbai untuk menerbitkan surat ijin berlayar guna penarikan menggunakan towing tugboat menuju Surabaya, Jatim. 

Mungkin ada yang penasaran bagaimana kondisi kapal setelah karam kan? Nah, begini penampakan interior kapal Dharma Rucitra III setelah tenggelam. 

Ini Proses Yang Harus Dijalani Sebelum KMP Dharma Rucitra III Ditarik Ke Surabaya Untuk Diperbaiki

Ini Proses Yang Harus Dijalani Sebelum KMP Dharma Rucitra III Ditarik Ke Surabaya Untuk Diperbaiki

Foto diatas adalah kondisi cardeck dan ruang tunggu di dalam KMP Dharma Rucitra III pasca karam di Dermaga 2 Pelabuhan Padangbai, Ds. Padangbai, Kec. Manggis, Kab. Karangasem. Dan berikut video KMP Dharma Rucitra III kembali mengapung di dermaga 2 pelabuhan Padangbai, Bali.


KMP Dharma Rucitra III Ditarik Tugboat SMS Pinang Menuju Surabaya

Akhirnya setelah dinyatakan laik laut oleh BKI, maka KSOP mengeluarkan ijin berlayar. Dan tanggal 10 Juli 2020 pukul 15.30 Wita KMP Dharma Rucitra III ditarik (towing) menggunakan Tugboat SMS PINANG dari Pelabuhan Padangbai menuju dock Surabaya, Jatim untuk diperbaiki. 


Untuk sementara waktu KMP Dharma Rucitra III meninggalkan tugasnya melayani penumpang dan logistik di rute Padangbai - Lembar sampai dengan perbaikan atau renovasi dock selesai.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Terima Kasih

Followers

Follow by Email