Pin It

08 June 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 09:16

Mengenang Motor Cagiva Stella, Perkasa Di Road Race Namun Gagal Di Pasar Otomotif Indonesia

Masih ingat motor Cagiva Stella si ayago bule dari Italia? Kebetulan teman saya dari Semarang, om Arif Mahardika bikin WA story motor ini, ya sudah kita angkat saja untuk mengenang kejayaan motor ini di road race Indonesia tahun 2003 lalu. Cagiva Stella mulai mencuri perhatian di Indonesia pada 2001, saat itu dibawa oleh Oke junjunan, mantan crosser nasional. Kemudian bikin geger road race Indonesia saat Stella garapan Ir. Beny Djati Utomo dipacu Rafid Poppy. Ceritanya Cagiva Stella tergoda untuk main di kelas motor bebek ayam jago 2 tak, yang saat itu ramai peserta seperti Honda Nova Dash, Suzuki RK-Cool, dan Yamaha Tiara. 

Mengenang Motor Cagiva Stella, Perkasa Di Road Race Namun Gagal Di Pasar Otomotif Indonesia
Cagiva Stella (Foto: Arief Mahardika)

Cagiva Stella punya dua pilihan mesin, 115 dan 125 cc 2 tak. Tapi yang menarik adalah yang versi 125 cc, karena performanya yang bengis. Mesin hasil kolaborasi Italia dan PDK Thailand, Cagiva Stella 125 sudah pakai radiator. Hanya dengan modal mesin 123,54 cc, Cagiva Stella sanggup semburkan tenaga sampai 23,8 dk, terbesar saat itu. Cagiva Stella versi 125 menggunakan transmisi 6 speed dan karburator Dell Orto VM 28. 

Ir. Benny Djati Utomo pasti selalu mengenang Stella ini. Ir. Benny Djati Utomo di tahun balap motor tahun 2000-an selalu melakukan terobosan dengan menampilkan motor bebek Honda Tena yang diimpor dari Thailand. Kemudian di 2003 dengan menurunkan underbone Eropa Cagiva Stella. Dua underbone 2-tak itu berhasil menjadi juara nasional dengan pembalapnya saat itu Rafid Poppy. 

Mengenang Motor Cagiva Stella, Perkasa Di Road Race Namun Gagal Di Pasar Otomotif Indonesia
Cagiva Stella Tunggangan Rafid Poppy

Di ajang road race, power Cagiva Stella tim SKF Fuch Star Motor tunggangan Rafid Poppy garapan Ir Beny Djati Utomo tembus 32 HP dengan top speed 200 km/h dengan catatan waktu 51,8XX detik di Sentul kecil. Catatan waktu terbaik yang pernah ditorehkan oleh Rafid Poppy. Saat itu Rafid Poppy dinobatkan sebagai juara nasional Underbone 2 Tak 110 cc tahun 2003. 

Spesifikasi Cagiva Stella 

Cagiva Stella 125 menggendong mesin 2 Tak, berpendingin radiator, reed valve, berkapasitas mesin 123,54cc dan ukuran Bore X Stroke 54 mm x 50,9 mm, serta bobot yang hanya 110 kg. Dengan modal tersebut, motor ini diklaim mampu meletupkan daya maksimal sebesar 23,8 HP pada putaran 10.300 rpm dan torsi puncak menembus 1,66 kg-m pada putaran 10.000 rpm. Penyuplai bahan bakar disuplai oleh karburator khas Italia, Dell Orto VM 28. Kapasitas tangki bahan bakar 5.6lt, sementara kapasitas oli samping 1.25lt. 

Mengenang Motor Cagiva Stella, Perkasa Di Road Race Namun Gagal Di Pasar Otomotif Indonesia
Rangka Cagiva Stella

Cagiva Stella 125 juga dibekali dengan teknologi CTS (Cagiva Torque System) yang merupakan perangkat elektronik hasil pengembangan insinyur Cagiva di Thailand. Perangkat ini berfungsi sebagai pengatur besar kecilnya lubang buang secara elektronis. Dengan teknologi CTS, pembakaran akan diatur oleh suatu katup, mirip kinerja AETC, YPVS, atau RC Valve pada sepeda motor 2 tak kencang bikinan Jepang. 

Harga Cagiva Stella 

Mengenang Motor Cagiva Stella, Perkasa Di Road Race Namun Gagal Di Pasar Otomotif Indonesia
Harga Motor Cagiva Stella Tahun 2003

Di awal hadirnya Cagiva Stella 125 di Indonesia dibanderol dengan harga Rp 23 jutaan. Sedangkan harga dari Cagiva Stella sekarang ini malah bukannya turun tapi tambah naik, maklum barang rare yang jadi buruan. Motor tua yang masuk kategori rare bike kan asal cocok harga angkut, nominal bukan jadi sebuah ukuran utama bagi para kolektor motor.

Dan berikut video dan suara mesin motor Cagiva Stella.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Terima Kasih

Followers

Follow by Email