Pin It

29 April 2020

Posted by Widodo Groho Triatmojo on 19:15

Mengenal Kim Han Sol: Moderat, Bertindik Sang Keponakan & Pesaing Kim Jong Un

Korea Utara selalu menarik untuk kita bahas dan malam ini kita ulas Kim Han Sol (Bahasa Korea : 김한솔) pemuda moderat yang juga keponakan dan pesaing Kim Jong Un. Jika kita lihat sosoknya, telinganya ditindik anting dua buah dan perawakan tubuhnya tidak segemuk sang paman, Kim Jong Un. Seperti umumnya orang Korut, usianya juga misterius namun media-media asing seperti Al Jazeera, New York Times dan BBC menyebut ia berusia kisaran 20 tahunan. Kim Han Sol diyakini salah satu calon pemimpin Korea Utara yang bisa menggeser pamannya. Kita tentu masih ingat saat itu media banyak menyebut Kim Han-sol, putra dari Kim Jong-nam yang tewas diracun di bandara Kuala Lumpur Malaysia pada bulan Februari 2017. 

Mengenal Kim Han Sol: Moderat, Bertindik Sang Keponakan & Pesaing Kim Jong Un
Kim Han Sol

Sejak nama Kim Han Sol mencuat di 2017 setelah peristiwa pembunuhan ayahnya di Malaysia ramai diberitakan, sejak saat itu pula tidak ada yang tahu keberadaan pemuda ini. Namun, namanya kembali disebut-sebut belakangan ini terkait kabar Kim Jong Un yang terus melemah kesehatannya dan isu pergantian pimpinan Korea Utara. Meskipun Pemerintah Korea Utara tidak pernah mengumumkan siapa saja yang akan menggantikan posisi pemimpin jika Kim Jong Un dalam keadaan tidak stabil atau meninggal dunia.

Mengenal Kim Han Sol: Moderat, Bertindik Sang Keponakan & Pesaing Kim Jong Un
Kim Han Sol Bertindik

Mengenal Kim Han Sol 

Mengutip Wikipedia, Kim Han-sol lahir di Pyongyang 16 Juni 1995. Han Sol merupakan salah satu cucu dari Kim Jong Il dan keponakan Jong Un. Nama Han Sol hampir masuk ke dalam daftar pewaris tahta jika ayahnya, Kim Jong Nam tidak berselisih paham dengan Jong Il dan pergi ke pengasingan di pusat perjudian China di Macau pada awal tahun 2000-an. 

Jong Nam adalah saudara tiri Jong Un dan keduanya merupakan saingan atau rival. Jong Nam hidup bebas sebab sering mengunjungi kasino dan kadang-kadang mengkritik rezim adik tirinya tersebut. Sayangnya, harapan Han Sol untuk kembali ke Pyongyang, hancur pada tahun 2017, ketika ayahnya dibunuh di bandara Kuala Lumpur oleh dua wanita yang mengolesi senyawa kimia sintetis beracun bernama VX di wajahnya. 

Setelah peristiwa tersebut, hidup Han Sol juga berada dalam bahaya. Diketahui jika polisi China menangkap beberapa warga Korut yang dikirim ke Beijing karena dicurigai berencana membunuh Han Sol, menurut laporan surat kabar JoongAng Ilbo di Korea Selatan.

Dalam sebuah wawancara untuk televisi Finlandia tahun 2012 yang dikutip New York Times dan BBC Internasional, Han Sol sempat berkata, "Saya selalu bermimpi bahwa suatu hari saya akan kembali dan membuat segalanya lebih baik, dan membuat segalanya lebih mudah bagi orang-orang di sana. Saya juga bermimpi penyatuan."

Han Sol berbeda dari orang Korut kebanyakan, ia berpikiran terbuka sebab sudah tinggal di luar negeri dibandingkan tempat kelahirannya. Ia juga berpendidikan tinggi, sempat mengenyam sekolah di United World College di Mostar di Bosnia, di mana dia mengatakan dia menjadi lebih terbuka pada budaya dan pendapat yang berbeda.

Han Sol, dalam wawancara tersebut menambahkan bahwa ia telah berteman dengan orang Amerika dan Korea Selatan. "Ini adalah negara-negara yang kami pernah mengalami konflik dan banyak ketegangan, tetapi kami ternyata benar-benar teman baik. Itu hanya memicu keingintahuan bagi saya," katanya. 


Pada 2013, Han Sol dikabarkan pindah ke kota Le Havre di Perancis tempat ia mendaftar di universitas bergengsi Sciences Po guna belajar ilmu sosial. Ada laporan bahwa ia sempat belajar di Universitas Oxford pada 2017, namun tidak jelas apakah ia melanjutkannya setelah kematian ayahnya.

Beberapa waktu setelah pembunuhan ayahnya, Han Sol muncul di sebuah video yang di unggah New York Times, dia mengatakan: "Ayah saya telah terbunuh beberapa hari yang lalu. Saya saat ini bersama ibu dan saudara perempuan saya" sambil menunjukkan paspor diplomatik Korea Utara untuk mengkonfirmasi identitasnya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Terima Kasih

Followers

Follow by Email