Mengapa Gempa Bantul Dan Erupsi Gunung Merapi Terjadi Di Waktu Sama? Mengapa Gempa Bantul Dan Erupsi Gunung Merapi Terjadi Di Waktu Sama?
Jalan-jalan sesat adalah sengaja membuat diri tersesat untuk mengetahui sesuatu. Dan jalan-jalan sesat ini terkadang penuh tekanan. Namun tekanan dan intimidasi itu melahirkan kecerdasan dan ketertindasan melahirkan kreatifitas...

Pin It

16 October 2019

Mengapa Gempa Bantul Dan Erupsi Gunung Merapi Terjadi Di Waktu Sama?

Loading...
Malam ini saya akan menulis mengenai "Gempa Goyang Bantul dan Erupsi Gunung Merapi Terjadi Bersamaan". Gunung Merapi di Yogyakarta kemarin kan erupsi pada Senin, 14 Oktober 2019 sore di sekitar  pukul 16.31 WIB. Awan panas tersebut menyembur dengan durasi 270 detik. "Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm. Terpantau kolom setinggi max. ± 3.000 m dari puncak. Angin bertiup ke arah Barat Daya," tulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam akun Twitternya, @BPPTKG

Mengapa Gempa Bantul Dan Erupsi Gunung Merapi Terjadi Di Waktu Sama?

Atas kejadian ini, BPPTKG merekomendasi jarak bahaya sejauh 3 km dari puncak Gunung Merapi. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. "Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," demikian tulis BPPTKG.

Saat erupsi Gunung Merapi berlangsung, gempa menggoyang Bantul Yogyakarta. BMKG mencatat gempa yang terjadi pukul 16.31 WIB tersebut bermagnitudo 2,8 SR. "Lokasi gempa 8.23 Lintang Selatan,110.25 Bujur Timur (38 km BaratDaya BANTUL-DIY). Kedalaman gempa 10 Km," demikian tulis BMKG di akun Twitter.

Kenapa erupsi dan gempa tektonik bisa bersamaan? Kepala BMKG Yogyakarta Agus Riyanto menjelaskan bahwa aktivitas tektonik memang bisa memicu aktivitas vulkanik. Namun dengan catatan terjadi aktivitas tektonik atau gempa bumi terlebih dahulu.

"Kejadian erupsinya (Merapi) memang hampir bersamaan dengan gempa bumi Bantul magnitudo 2.8," kata Agus.

Namun BMKG masih melakukan analisa lebih lanjut. Apakah secara ilmiah ada korelasi antara gempa Bantul magnitudo 2.8 dan erupsi Merapi. Karena jika berbicara sumbernya, aktivitas tektonik jauh di dalam bumi sedangkan aktivitas vulkanik pada umumnya akibat ada perubahan deformasi di badan gunung (chamber magma).

"Aktivitas tektonik kadang men-trigger aktivitas vulkanik. Tapi mengingat gempa Bantul hanya berkekuatan 2.8, apakah sudah mampu mendeformasi kubah lava Merapi atau tidak," tambah Agus.
Widodo Groho Triatmojo
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Mengapa Gempa Bantul Dan Erupsi Gunung Merapi Terjadi Di Waktu Sama?. Ikuti saya di
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers